Connect with us

Market News

Ini Cara Analisa Cryptocurrency Dengan Tepat, Cari Tahu Yuk!

Published

on

Cara Analisa Bitcoin dengan Tepat

Kalau mau tau bagaimana cara menilai dan analisa bitcoin atau cryptocurrency berdasarkan market cap, volume suplai, dan suplai yang beredar (circulating supply), terdapat beberapa hal yang perlu di ketahui

Tips dan Cara Analisis Bitcoin Menggunakan Market Cap, Volume, dan Circulating Supply

Meski pun ketiga faktor ini baik digunakan dalam membangun sebuah strategi investasi, namun jangan hanya memerhatikan ketiga faktor ini ketika memilih cryptocurrency apa yang ingin dijadikan investasi.

Market Cap

Market cap dari sebuah coin merupakan total nilai dari seluruh coin yang beredar dan merupakan salah satu metric yang digunakan untuk menentukan nilai. Perhitungan market cap secara umum adalah harga trading terakhir, atau harga trading rata-rata, dikali dengan total suplai coin yang beredar. Misalnya Bitcoin, ketika bitcoin ditrading pada $10.000, dikalikan dengan total suplai yang beredar yaitu 16,4 juta coin, menghasilkan market cap senilai kira-kira $164 Milyar. Namun hal ini tidak mempertimbangkan trading yang terjadi on-chains atau transaksi individu ke individu.

Pada website seperti CoinMarketCap, harga rata-rata ditentukan dengan harga rata-rata dari berbagai exchange atau marketplace dimana kegiatan trading berlangsung. Namun terdapat suatu masalah besar yaitu meski market cap dapat memberikan gambaran umum mengenai nilai terkini dari Bitcoin, market cap juga bisa dengan mudah dimanipulasi dengan trik “wash trading”.

Wash trading adalah ketika dua pihak melakukan trade di antara mereka sendiri untuk membuat seolah-olah terjadi pergerakan harga. Contohnya, katakanlah Kami punya sebuah coin dengan jumlah suplai 1 juta coin dan kami menjual kepada Coinvestors seharga $5. Berarti marketnya menjadi $5 Juta. Kemudian Coinvestors menjual kembali kepada kami 0,5 coin seharga $5. Berarti market cap sekarang ini naik dua kali lipat. Jika kami menjual lagi ke Coinvestors 0,25 coin seharga $5 berarti market cap sekarang adalah $20 juta. Jadi, dalam tiga transaksi tersebut, kita dapat meningkatkan market cap sebanyak 400%. Meskipun hal ini illegal di pasar lain karena merupakan manipulasi harga, dalam pasar cryptocurrency hal ini merupakan hal lumrah yang banyak dilakukan orang-orang.

Hal ini menjadi penting karena jika kita dapat membuat hype dan pergerakan pasar yang cukup besar, seorang pemula kemungkinan akan membeli coin tersebut karena berpikir bahwa harga coin tersebut memilki kemungkinan untuk menjulang tinggi padahal kemudian kita bisa saja menjual coin tersebut saat harganya naik 400%. Kemudian para pemula tersebut akan memegang coin tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi dari rate pasar yang sesungguhnya. Jadi, ketika menganalisis market cap sebagai sebuah metric, para trader professional akan memerhatikan tanda-tanda untuk memastikan bahwa wash trading tidak sedang digunakan untuk menjadi faktor perhitungan marketcap sebuah cryptocurrency.

Baca juga artikel ini: Analisa Pasar Bitcoin, Teknikal Fundamental Sepanjang 2018

Volume

Volume merupakan jumlah trading aktif yang terjadi dari sebuah coin tertentu. contohnya, bila Bitcoin memiliki $100 Juta dalam volume trading, dan harganya senilai $10.000 berarti terdapat sekitar 10.000 Bitcoin sedang secara aktif ditrade. Secara umum, semakin besar volume, semakin bagus pulahal ini bagi coin tersebut, karena coin tersebut akan menjadi mudah untuk dibeli dan dijual. Bila coin memiliki volume yang rendah, maka coinvestor harus menunggu lebih lama untuk menjual dan kemungkin akan sulit untuk menemukan pembeli di harga pasar saat itu. Jadi coinvestors harus menyimpan coin tersebut lebih lama di pasar untuk menapatkan harga yang diinginkan atau mengurangi harganya supaya bisa dijual lebih cepat.

Volume sebagai sebuah metric merupakan cara yang bagus untuk mengetahui apakah sebuah coin itu sehat atau tidak, karena volume menunjukkan ketertarikan khalayak terhadap coin tersebut serta likuiditas pasar di sekitar coin. Contohnya jika hal ini berarti coin tersebut semakin popular dan juga semakin likuid maka memiliki potensi untuk menjadi investasi yang baik.

Namun strategi-strategi seperti wash trading juga dapat membuat volume palsu dan sangat sulit untuk dilihat, kecuali coinvestor memiliki pemahaman yang sangat kuat terhadap sejarah market dan statistiknya. Para trader professional kemungkinan dapat melihat trik-trik manipulasi seperti ini dan mereka akan kesulitan menemukannya pada koin-koin yang banyak dimanipulasi oleh bot dan whales. Terlebih lagi untuk koin-koin besar, yang mana manipulasi dapat disembunyikan dalam volume normal. Jadi, untuk koin seperti Bitcoin, akan sangat mudah untuk menyembunyikan manipulasi volume dari pada altcoins yang memiliki volume jauh lebih kecil.

Suplai total vs Suplai yang beredar (circulating supply)

Dua hal ini merupakan metrik yang umum digunakan untuk menetapkan nilai suatu koin. Suplai yang beredar berarti koin yang ditambang (mined) atau koin yang terdistribusi dan tersedia untuk diperjualbelikan. Sedangkan suplai total adalah suplai maksimum yang merujuk pada jumlah total suatu coin yang telah ditentukan oleh kode atau script coin tersebut. Contohnya pada bulan februari 2018 Bitcoin memiliki suplai yang beredar sebanyak 16,4 juta, dengan suplai maksimum sejumlah 21 juta. dengan membagi jumlah suplai yang beredar dengan suplai total, maka Coinvestors dapat mengetahui berapa banyak jumlah coin yang sudah ditambang atau didistribusikan.

Bitcoin, misalnya, berarti 16.4 / 21 = 0,78 atau 78%. Berarti, jumlah Bitcoin yang belum ditambang sangatlah terbatas dan coin yang sudah beredar akan semakin berharga seiring dengan berkurangnya persediaan Bitcoin yang baru.

Selain itu, Bitcoin juga dihadiahkan dalam block dan reward tersebut dikurangi setengah dalam empat tahun sekali, nilai Bitcoin memiliki potensi untuk meningkat dalam periode waktu tersebut. 2013 dan 2017 merupakan tahun dimana reward mining Bitcoin dikurangi setengah, dan pada tahun tersebut pula nilai Bitcoin mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2021 adalah tahun berikutnya dimana Bitcoin akan dikurangi setengah dan kita mungkin akan melihat kenaikan nilai seiring dengan pembuatan Bitcoin baru akan semakin sulit dan semakin sedikit coin yang masuk ke pasar. Tapi hal ini merupakan spekulasi bila BTC masih merupakan cryptocurrency yang paling dominan dan tidak ada cryptocurrency lain yang memiliki permintaan lebih banyak.

Kedua hal ini juga merupakan faktor penting dalam analisa bitcoin dan nilai cryptocurrency lainnya. Untuk altcoins yang tidak dapat ditambang contohnya, berdasarkan suplai koin yang beredar sampai rasio total suplai Coinvestor dapat menentukan seberapa banyak coin yang berpotensi untuk di dump pada pasar oleh tim pengembang coin tersebut. Bila angkanya terlalu besar, berarti coin-coin tersebut berpotensi mengalami penurunan harga karena oversupply. Sebaliknya, bila terlalu rendah berarti sebuah coin sedang bertambah popular dan kemungkinan harganya akan naik seiring dengan bertambahnya permintaan namun persediaannya tidak mencukupi. Sebenarnya hal ini merupakan metric yang lebih bagus untuk menentukan potensi sebuah cryptocurrency dari pada yang lain, karena tidak bisa dimanipulasi.

Artikel terkait: Ini Penjelasan Turun-Naiknya Harga Cryptocurrency

Faktor lainnya

Ketiga hal yang sudah disebutkan sebelumnya memang merupakan analisis dasar yang dapat membantu Coinvestors menilai sebuah cryptocurrency, namun hal-hal tersebut hanyalah secuil dari apa yang seharusnya Coinvestors perhatikan. Faktor lainnya seperti potensi pasar dari teknologi yang digunakan, kredibilitas tim manajemen dan development, kemampuan dan kompetisi pasar. Selain itu variabel pasar seperti regulasi atau tingkat kepercayaan juga harus diperhitungkan.

Berinvestasi di cryptocurrency memang hal yang berisiko, dan tidak seperti pasar yang lainnya, pasar cryptocurrency belum ada regulasinya. Meskipun banyak orang yang sudah banyak meraih keuntungan dalam marketplace, ada juga yang mengalami kerugian. Mata uang kripto, seperti pasar lainnya termasuk saham dan forex, merupakan kegiatan investasi yang bisa dilakukan kalau Coinvestors sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang bagaimana cara kerja cryptocurrency. Sayangnya, dalam industry ini, 99% orang yang masuk, berpikiran bahwa dijamin pasti meraih keuntungan padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu.

Kebanyakan orang juga memiliki untuk tidak meminta saran professional. Dalam pasar konvensional 99% investor menggunakan broker atau trader professional untuk mengelola portfolio dan profil risikonya. Pada sektor mata uang digital, 99% individu berusaha untuk mengelola portfolionya sendiri. Mungkin hal ini dapat bekerja dengan baik dalam market trend yang naik, sedangkan bila trend market turun pasti hasilnya bisa sangat buruk. Maka dari itu, seorang trader harus bisa melakukan analisa bitcoin dan cryptocurrency yang tepat. Jadi meski banyak orang dapat trading dan mengelola portfolio nya sendiri, tapi jasa seorang professional yang memiliki pendidikan dan pengalaman yang lebih baik tentu setimpal dengan bayarannya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Market

Market Awal Pekan: Reli Market Kripto Mulai Lesu, Nasib BTC?

Published

on

Ilustrasi aset kripto

Pergerakan market aset kripto pada Senin (15/8) pagi mulai berbalik arah. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju lesu. Harga BTC pun menurunkan kecepatan relinya dan belum berani untuk menembus mendekati harga US$ 25.000.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya saja nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,12% ke US$ 24.853 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,53% ke US$ 1.998 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya mulai kehabisan bensin. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak turun dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini, dimulai setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$ 25.000 pada akhir pekan lalu. Banyak yang menduga investor sudah siap untuk melakukan aksi ambil untung, jika BTC tembus area harga BTC US$ 25.000.

“Akibatnya, ketika tercapai, investor banyak yang memutuskan untuk tidak lagi melakukan akumulasi. Meski begitu, secara keseluruhan investor masih tetap memiliki selera untuk melakukan akumulasi kembali di market,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Optimis Indikator Ekonomi Lebih Baik

Afid menjelaskan salah satu faktor kuat market kripto bisa bergerak lebih baik, yaitu kepercayaan investor terhadap indikator ekonomi baru-baru ini, yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Di samping itu, untuk pertama kali Bitcoin Fear and Greed index berhasil tembus posisi Netral sejak terakhir April 2022. Senin pagi ini, indeks kembali naik ke posisi Fear, tapi masih lebih baik dibanding seminggu terakhir.

Indikator lainnya, market kripto masih berpotensi bergerak lebih baik pekan ini adalah indeks BTC Dominance. Investor tampaknya lebih suka akumulasi altcoin ketimbang Bitcoin. Kini indeks dominasi BTC berada di angka 40,1%, menurun drastis dibanding dua bulan lalu, yakni 48%.

“Penyebabnya kemungkinan besar adalah disebabkan dari lonjakan harga Ethereum yang terjadi akibat rumor The Merger yang ditunggu-tunggu. Ethereum juga telah menyelesaikan penggabungan jaringan testnet terakhir, Goerli Rabu lalu,” jelas Afid.

Ilustrasi Shiba Inu.
Ilustrasi Shiba Inu.

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Altcoin Juara dan Analisis Gerak BTC

Afid mengatakan ada altcoin yang menarik perhatian di market pada Senin (16/8) pagi ini yaitu Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Celcius (CEL). Betapa tidak, nilai DOGE naik 9,86%, SHIB melonjak 35,2% dan CEL tumbuh 16,77% dalam sehari terakhir.

Nilai SHIB terbang setelah terjadi SHIB burn sebanyak 292 juta keping pada Sabtu (13/8) lalu. Selain itu, market juga mengantisipasi game Shiba Eternity dari pengembang jaringan Shiba Inu. kemudian, Celcius melonjak akibat rumor desas-desus pengambilalihan pengelolaan token oleh Ripple yang ingin membeli aset Celsius Network.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sebenarnya punya potensi menguat sampai ke level US$ 25.568, jika berhasil melewati level resistensinya. Namun, jika BTC gagal menembus tingkat tersebut, maka titik support harian terdekat BTC berada di level US$ 22.530 dan US$ 21.317.

“Sementara, gerak Ethereum masih bisa optimis menembus target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support ETH di level US$ 1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Published

on

Bitcoin zona merah

Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

“Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ethereum Masih Kuat Reli?

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

“Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

“Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.

Continue Reading

Market

Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Pergerakan market aset kripto pada Kamis (11/8) pagi berhasil membuat investor tersenyum lebar. Akhirnya setelah sempat tertekan, market lepas reli kencang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (11/8) pukul 09.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 6,69% ke US$ 24.336 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) melonjak lebih dahsyat 12,42% ke US$ 1.878 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga bergerak naik masing-masing 5,82%, 7,13%, 9% dan 5,68%.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, mengatakan harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya melanjutkan reli disebabkan oleh berita data inflasi AS terbaru yang menguntungkan.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi.

“Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun,” kata Nathan.

Optimis The Fed Bergerak Tak Agresif

Nathan melanjutkan data terbaru inflasi AS bisa menimbulkan keyakinan bahwa The Fed tampaknya akan meredam agresivitas kebijakan moneternya. Jika The Fed mengambil sikap devoish, maka daya tarik aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.

“Pastinya, mereka bisa beranggapan berhasil dalam upaya menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi, dan dapat meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di bulan September mendatang,” ucapnya.

Selain sentimen dari inflasi, reli kencang market kripto juga didorong antisipasi investor terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Terlebih, pada pekan bisa jadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi teknikal, Nathan mengungkap pergerakan harga Bitcoin sejauh ini berhasil breakout resistance pada level US$ 23.362. Jika harga BTC kembali melanjutkan reli, target kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 25.232. Posisi US$ 22.930 masih menjadi level support yang solid untuk menahan laju penurunan Bitcoin apabila harga koreksi.

Sementara, nilai Ethereum memiliki target kenaikan terdekat berada pada level US$ 1.916. “Jika berhasil breakout, maka kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 2.009. ETH memiliki level support solid di US$ 1.622 untuk menahan laju penurunan ETH jika mengalami koreksi,” pungkas Nathan.

Continue Reading

Popular