Connect with us

Market News

Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

Published

on

Ilustrasi DeFi (decentralized finance) jadi revolusi layanan keuangan

Seperti yang telah dijelaskan di sebelumnya mengenai DeFi, Decentralized finance (DeFi) adalah sebuah sistem keuangan terbuka (open finance) dan dibangun dengan teknologi blockchain yang bersifat desentralisasi dan immutable. Salah satu yang melatar belakangi dibangunnya sistem ini adalah masih banyaknya masyarakat yang kekurangan akses kepada layanan finansial. Untuk itu yuk kita pelajari jenis jenis investasi decentralized finance berikut ini!

Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

Desentralisasi artinya tidak ada single point of failure, karena record yang sama telah disimpan pada banyak komputer atau nodes melalui jaringan peer to peer. Walaupun saat ini sistem keuangan konvensional lebih berperan dalam perkembangan ekonomi di seluruh dunia, namun hal ini belum menyentuh masyarakat kelas bawah. 

Dikarenakan sifat dari jaringan blockchain ini permission less, maka hal ini terbuka untuk siapa saja. Tidak peduli berapa banyak dana yang dimiliki atau tempat tinggalnya, tidak seperti bank yang memiliki kebijakan untuk menutup akun customer jika terlepas dari berapa dana yang dimiliki, di mana mereka tinggal.

Jenis-Jenis Investasi Berbentuk DeFi dan Keuntungannya

1. Emas

Emas adalah salah satu bentuk investasi yang paling sering dipilih oleh masyarakat, itulah kenapa emas menjadi aset terpenting untuk menyimpan kekayaan. Emas adalah salah satu bentuk investasi yang konvensional dan menguntungkan dari waktu ke waktu.

Walaupun emas adalah investasi yang paling disenangi, namun menabung emas dalam bentuk fisik memiliki kekurangan tersendiri. Salah satunya adalah kemungkinan kehilangan emas fisik yang secara fatal dapat menghilangkan keseluruhan nilai investasinya.

Namun, dengan perkembangan zaman, kini Anda tidak perlu khawatir memikirkan tempat penyimpanan yang aman.  Saat ini telah hadir investasi emas yang telah berbentuk digital, bernama Digix. Digix memiliki nilai token yang disesuaikan dengan harga emas murni.

Sama seperti emas konvensional, Digix memiliki cara yang sama. Anda dapat membeli, menjual, dan menabungnya kapan saja mengikuti harga pasar. Untuk perhitungannya, nilai 1 DGX sama dengan 1 gram emas murni. Dikarenakan cara kerjanya sama seperti emas konvensional, keuntungan dari memilih investasi Digix ini; Anda dapat menyimpan emas dengan lebih aman tanpa perlu khawatir.

2. Bitcoin

Walaupun harga Bitcoin terjadi fluktuatif, namun permintaan atas Bitcoin terus mengalami peningkatan, sehingga jumlah bitcoin terus berkurang, dan nilai bitcoin mengalami peningkatan. Bitcoin menjadi salah satu pilihan aset jangka panjang karena karakteristiknya yang terdesentralisasi. 

Salah satu penyebab harga bitcoin mengalami penurunan, dikarenakan aksi jual yang disebabkan oleh resesi ekonomi. Beberapa orang menyelamatkan usaha mereka dengan menjual aset-aset kriptonya yang berupa bitcoin.

Salah satu keuntungan dari menjadikan bitcoin sebagai aset investasi adalah sifatnya yang volatile atau harganya yang mudah berubah, sehingga hal inilah yang mendatangkan potensi penghasilan ketika diperdagangkan melalui trading Bitcoin.

Orang-orang juga tertarik menabung Bitcoin karena mereka malas trading.

3. Ethereum

Salah satu aset investasi yang terdesentralisasi adalah Ethereum. Pengembangannya yang terjadi di seluruh dunia dapat dilakukan dengan membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum.

Tujuannya berfokus pada untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, tata kelola dengan berbagai kegunaan lainnya dengan menggunakan sifat transparan blockchain.

Salah satu keuntungan Ethereum adalah mulai banyak bermunculan Initial Coin Offering (ICO) dengan menggunakan blockchain Ethereum dan mengimplementasikan algoritma penambangan koin (Bukti Pasak). Sehingga Ethereum dapat menjadi pilihan investasi yang Aman untuk Anda.

Nah, jadi tunggu apa lagi? Segera bergabung dengan memilih aset investasi berbasis decentralized finance! Jangan lupa pilih Tokocrypto sebagai bursa Anda! Download aplikasinya dan salam to the moon!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Market

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini

Published

on

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini.

Video NGOBRAS Season 2 kali ini bakal bahas soal Avalanch (AVAX) dan Litecoin (LTC) yang berpotensi bullish pada pekan ini. Apa saja indikatornya?

Kondisi market kripto pekan ini cenderung mengalami kenaikan sejak awal pekan atau hari Senin (5/11). Ada beberapa aset kripto yang berpeluang untuk reli atau mengalami kenaikan, salah duanya AVAX dan Litecoin.

Untuk membahas selengkapnya mengenai aset kripto potensi bullish pekan ini bisa simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 8. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar juga akan membahas berbagai berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Bos BI: Belanja hingga Beli Rumah di Metaverse Bisa Pakai Rupiah Digital

Namun, sekali lagi ini konten watchlist dalam video ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS Season 2.

Langsung saja yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Market

Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

Published

on

Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.

Sepanjang November lalu, market kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung turun tajam. Lalu, bagaimana dengan proyeksi market kripto bulan Desember?

Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.  Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

“Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid.

Kebijakan The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

“Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50%. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

Reli Sinterklas

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

Afid juga berharap akan ada fenomena “Reli Sinterklas.” Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat.

“Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember.

Rawan Taking Profit

Pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas. Hal ini yang membuat analis sulit melihat proyeksi market kripto pada akhir tahun 2022 ini.

Market kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

“Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

NGOBRAS Spesial: Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022

Published

on

NGOBRAS Spesial: Bahas Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022.

Tidak terasa tahun 2022 telah memasuki babak akhir. Di Desember ini, diharapkan menjadi bulan yang baik untuk market kripto dan NFT pulih dan menguntungkan bagi investor.

Untuk membahas lengkap mengenai prediksi market kripto di akhir tahun 2022 ini, NGOBRAS hadir dengan video edisi spesial. Kali ini, bukan hanya Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar saja yang membahas soal market, tetapi kedatangan bintang tamu Dennis Adhiswara.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Dogecoin dan MobileCoin

Mereka bertiga akan kupas tuntas prediksi market kripto dan token-token apa saja yang menjadi watchlist pekan ini dan diskusi soal masa depan NFT. Tapi, sekali lagi ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS edisi spesial ini.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Popular