Altcoin News
Alphabet Suntik €13 Miliar ke Infrastruktur AI, GOOGLB Ikut Menguat
Volume perdagangan GOOGLB turut meningkat sekitar 15,44% menjadi US$5,23 juta, menunjukkan aktivitas transaksi ikut menguat di tengah pergerakan harga.
Alphabet Tokenized bStocks (GOOGLB) menguat 1,21% ke US$339,38 dalam 24 jam. Ekspansi besar Google ke infrastruktur Artificial Intelligence (AI) dan meningkatnya aktivitas tokenized equities menjadi penopang utama menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Alphabet Tokenized bStocks (GOOGLB) mencatat kenaikan 1,21% dalam 24 jam ke level US$339,38, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.
Volume perdagangan GOOGLB turut meningkat sekitar 15,44% menjadi US$5,23 juta, menunjukkan aktivitas transaksi ikut menguat di tengah pergerakan harga.
Dilaporkan CoinMarketCap, kenaikan tersebut juga sejalan dengan underlying Alphabet. Saham Alphabet Class A naik sekitar 1,77% pada perdagangan 11 September, sementara Class C menguat 1,53% ke US$335,45.
Artinya, berbeda dengan beberapa tokenized stocks yang sempat bergerak jauh dari underlying-nya, pergerakan GOOGLB kali ini masih mendapat dukungan langsung dari saham Alphabet.
Daftar Isi
Google Gelontorkan €13 Miliar untuk Infrastruktur AI
Salah satu katalis terbaru datang dari ekspansi besar Google di Eropa.
Pada 9 September, Google mengumumkan investasi sebesar €13 miliar di Finlandia selama dua tahun untuk memperluas infrastruktur digital, energi bersih, dan kapasitas yang dibutuhkan untuk layanan seperti Search, Maps, serta Gemini.
Investasi tersebut akan memperbesar fasilitas data center Google di Hamina sekaligus menambah dukungan energi bagi operasional AI perusahaan.
Baca juga: Apa Itu $SNDK, Saham dari SanDisk?
Finlandia menjadi lokasi strategis karena kondisi iklimnya membantu mengurangi kebutuhan pendinginan data center. Google juga akan memperluas penggunaan energi terbarukan dan infrastruktur penyimpanan energi di negara tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa kompetisi AI tidak hanya terjadi pada pengembangan model, tetapi juga pada kapasitas komputasi dan energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya.
Bagi Alphabet, investasi infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya saing Google Cloud dan Gemini.
Bisnis AI Chip Google Makin Besar
Optimisme terhadap Alphabet juga datang dari perkembangan bisnis AI chip.
CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan bisnis Tensor Processing Unit (TPU) Google kini berukuran lebih dari dua kali lipat dibandingkan pesaing hyperscaler terdekatnya.
Pada kuartal II 2026, pendapatan Google Cloud melonjak sekitar 82% secara tahunan menjadi US$24,77 miliar, sementara backlog bisnis cloud mencapai sekitar US$514 miliar.
Google juga terus memperluas monetisasi TPU melalui layanan cloud, penjualan kepada perusahaan seperti Anthropic, serta proyek infrastruktur bersama berbagai mitra.
Kombinasi pertumbuhan Google Cloud, permintaan AI, dan investasi data center memberikan katalis fundamental yang lebih kuat bagi saham Alphabet dan secara langsung bagi GOOGLB.
Tokenized Equities Cetak Rekor Baru
Di sisi lain, GOOGLB juga bergerak di tengah semakin kuatnya narasi tokenized stocks.
Nilai tokenized equities di jaringan Solana mencapai rekor sekitar US$684 juta pada 11 September, setelah jaringan tersebut menerima sekitar US$348 juta–US$354 juta arus masuk real-world assets dalam 30 hari terakhir.
Momentum sektor juga semakin kuat setelah Nasdaq Ventures menyepakati investasi US$100 juta di Payward, induk Kraken, untuk memperluas kerja sama dalam pengembangan tokenized equities dan konsep always-on markets.
Nasdaq dan Payward berencana mengembangkan Nasdaq Equity Tokens dengan target peluncuran pada kuartal II 2027.
Masuknya pemain pasar modal tradisional memperkuat pandangan bahwa tokenized equities mulai bergerak dari produk eksperimental menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur pasar keuangan yang lebih luas.
US$335 Jadi Support Penting
Dari sisi teknikal jangka pendek, area US$335 menjadi support awal bagi GOOGLB.
Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum positif dapat membawa aset kembali menguji resistance sekitar US$345.
Jika US$345 berhasil ditembus dengan volume yang meningkat, peluang melanjutkan kenaikan tetap terbuka.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$335 dapat menandakan profit-taking dan membuka ruang koreksi menuju area yang lebih rendah.
Pergerakan saham Alphabet juga perlu tetap menjadi perhatian karena underlying GOOGL merupakan jangkar utama valuasi GOOGLB.
The Fed Jadi Ujian Berikutnya
Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026, dengan keputusan kebijakan dijadwalkan pada 16 September.
Perubahan arah suku bunga dapat memengaruhi valuasi saham teknologi seperti Alphabet sekaligus risk appetite terhadap pasar kripto dan tokenized assets.
Secara jangka pendek, outlook GOOGLB masih cautiously bullish.
Berbeda dari kenaikan yang hanya ditopang rotasi sektor, GOOGLB saat ini mendapat dukungan dari dua sisi sekaligus: pertumbuhan fundamental AI Alphabet dan ekspansi pasar tokenized equities.
Selama area US$335 mampu dipertahankan, US$345 menjadi resistance berikutnya yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
