Bitcoin News

Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik ke US$83.500, Data Inflasi AS Jadi Katalis Utama

Pergerakan tersebut membawa Bitcoin sedikit menjauh dari level terendah harian US$82.927,87, meski masih berada cukup jauh di bawah level tertinggi 24 jam sebesar US$85.599,80.

Published

on

Analisa harga BTC hari ini menyoroti performa Bitcoin yang kembali bergerak di zona positif pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Tokocrypto pada Kamis (1/10), Bitcoin berada di kisaran US$83.589 per BTC, naik 0,21% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan tersebut membawa Bitcoin sedikit menjauh dari level terendah harian US$82.927,87, meski masih berada cukup jauh di bawah level tertinggi 24 jam sebesar US$85.599,80.

Kenaikan harian ini terlihat relatif terbatas jika dibandingkan dengan volatilitas Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, penguatan tersebut menjadi penting karena terjadi setelah pasar kripto menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan kekhawatiran bahwa Federal Reserve masih dapat mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Secara lebih luas, Bitcoin telah menunjukkan pemulihan yang cukup kuat. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC meningkat US$5.063,49 atau 6,45%.

Dalam periode 60 hari, kenaikannya mencapai 32,70%, sedangkan dalam 90 hari Bitcoin telah menguat 35,69%.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik 0,13%, Bitcoin Menguat di Tengah Konsolidasi

Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan

Salah satu katalis utama di balik membaiknya sentimen terhadap Bitcoin adalah perkembangan terbaru data inflasi Amerika Serikat.

Data Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Agustus menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,3%, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Inflasi inti PCE secara tahunan juga berada di 3%, di bawah ekspektasi sebelumnya sebesar 3,3%. Reuters+1

Data tersebut penting bagi Bitcoin karena arah kebijakan moneter Federal Reserve sangat sensitif terhadap perkembangan inflasi.

Ketika inflasi menunjukkan tanda-tanda lebih moderat, tekanan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dapat berkurang.

Pasar kemudian merespons dengan menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve berikutnya.

Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun juga bergerak turun setelah data inflasi tersebut dirilis. Pada saat yang sama, Bitcoin sempat kembali menembus US$85.000 dalam perdagangan global.

Bagi aset seperti Bitcoin yang tidak menghasilkan bunga atau dividen, perubahan ekspektasi suku bunga memiliki pengaruh besar.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat aset berbasis dolar dan instrumen pendapatan tetap menjadi lebih menarik secara relatif.

Sebaliknya, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dapat berkurang.

Arus Dana ETF Bitcoin Masih Menjadi Penopang

Faktor lain yang memperkuat struktur permintaan Bitcoin adalah arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Pada pekan 21-25 September, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$2,4 miliar. Nilai tersebut merupakan arus masuk mingguan terbesar ke produk ETF Bitcoin sejak Oktober 2025 dan membuat arus dana bersih ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali berada di wilayah positif.

Arus dana ETF penting karena produk tersebut memberikan jalur bagi investor institusional dan investor tradisional untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

Ketika terjadi arus masuk besar, penerbit ETF pada dasarnya membutuhkan tambahan eksposur terhadap Bitcoin, sehingga menciptakan sumber permintaan yang dapat membantu menopang harga.

Meski demikian, arus dana ETF belum dapat dianggap sebagai faktor yang secara otomatis mendorong harga setiap hari.

Data beberapa hari sebelumnya menunjukkan bahwa Bitcoin masih dapat mengalami koreksi meskipun ETF mencatat arus masuk besar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga BTC juga dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi, posisi dolar AS, likuiditas global, serta aktivitas perdagangan derivatif.

Pembelian Strategy Menambah Sinyal Permintaan Institusional

Sentimen juga mendapat dukungan dari aktivitas pembelian Bitcoin oleh Strategy. Perusahaan tersebut dilaporkan membeli tambahan 1.665 BTC dengan nilai sekitar US$142,7 juta pada akhir September, sehingga total kepemilikannya mencapai 847.666 BTC.

Aktivitas Strategy menjadi perhatian pasar karena perusahaan tersebut merupakan salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar.

Pembelian dalam jumlah besar memberikan sinyal bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin belum sepenuhnya menghilang setelah volatilitas harga yang terjadi sebelumnya.

Selain itu, pembelian korporasi tersebut terjadi bersamaan dengan membaiknya arus dana ETF.

Kombinasi keduanya menciptakan latar permintaan yang lebih konstruktif dibandingkan periode ketika ETF mengalami arus keluar dan investor institusional mengurangi eksposur.

Oktober Membawa Sentimen Musiman bagi Bitcoin

Memasuki Oktober, faktor musiman juga mulai kembali diperhatikan pelaku pasar.

Data historis yang dikutip MarketWatch menunjukkan Oktober secara historis merupakan salah satu bulan dengan kinerja Bitcoin yang kuat, meskipun statistik masa lalu tentu tidak menjamin pola yang sama terulang pada tahun berjalan. MarketWatch

Karena itu, sentimen awal bulan dapat ikut memperkuat minat beli ketika kondisi makroekonomi mulai memberikan ruang bagi aset berisiko. Namun, faktor musiman sebaiknya dipandang sebagai sentimen tambahan, bukan penyebab langsung kenaikan harga BTC hari ini.

Katalis yang lebih konkret tetap berasal dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve, data inflasi AS, arus dana ETF, serta kondisi likuiditas pasar.

Bitcoin Masih Menghadapi Resistance di Atas US$85.000

Meskipun Bitcoin menguat, pergerakannya menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya berada dalam fase kenaikan tanpa hambatan.

Data Tokocrypto menunjukkan BTC sempat mencapai US$85.599,80 dalam 24 jam terakhir sebelum kembali berada di sekitar US$83.589.

Artinya, area US$85.000 masih menjadi kawasan penting yang sedang diuji pasar. Kegagalan mempertahankan kenaikan di atas area tersebut menunjukkan masih terdapat aksi ambil untung ketika harga bergerak lebih tinggi.

Di sisi lain, level terendah harian US$82.927,87 menjadi area yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah tekanan jual kembali meningkat.

Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area rendah tersebut, kenaikan jangka pendek masih menunjukkan adanya permintaan yang cukup untuk menyerap tekanan jual.

Dari perspektif yang lebih panjang, Bitcoin masih berada sekitar 33,76% di bawah rekor tertingginya sebesar US$126.198,07.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun BTC telah mengalami pemulihan signifikan dalam 60 hingga 90 hari terakhir, harga saat ini belum kembali mendekati puncak historisnya.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tembus US$1,67 Triliun

Dengan harga sekitar US$83.589 dan suplai beredar 20,09 juta BTC, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$1,68 triliun. Volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar US$36,7 miliar.

Bitcoin juga masih mendominasi pasar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Dari sisi suplai, sekitar 95,67% dari maksimum 21 juta Bitcoin telah beredar. Dengan demikian, hanya sekitar 0,91 juta BTC yang secara teoritis masih tersisa untuk ditambang hingga batas maksimum suplai tercapai.

Kombinasi kelangkaan suplai, permintaan dari ETF, pembelian korporasi dan perubahan ekspektasi suku bunga menjadi latar penting di balik pemulihan Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, kenaikan hari ini lebih tepat dilihat sebagai respons pasar terhadap membaiknya kondisi makroekonomi daripada sebagai tanda bahwa seluruh risiko telah hilang.

Harga Bitcoin masih sensitif terhadap arah imbal hasil Treasury, kebijakan Federal Reserve, pergerakan dolar AS, arus ETF dan kondisi geopolitik.

Dengan demikian, penguatan 0,21% hari ini menjadi bagian dari pemulihan yang lebih besar. Bitcoin telah naik 6,45% dalam 30 hari, 32,70% dalam 60 hari dan 35,69% dalam 90 hari.

Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah katalis makro seperti meredanya tekanan inflasi dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga dapat terus memberikan dukungan terhadap permintaan Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version