Solana News

Analisa Harga Solana Hari Ini: Anjlok 5,33%, Tertekan Sentimen The Fed dan Kegagalan CLARITY Act

Penurunan harga Solana hari ini pada dasarnya terjadi ketika beberapa tekanan dari Clarity ACT dan sentimen negatif The Fed.

Published

on

Harga Solana (SOL) mengalami tekanan cukup kuat pada perdagangan hari ini.

Aset kripto tersebut turun lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir dan kembali bergerak di bawah level US$100, seiring meningkatnya tekanan jual di pasar kripto dan memburuknya sentimen investor terhadap aset berisiko.

Berdasarkan data pasar, harga SOL berada di kisaran US$97,12, turun 5,33% dalam 24 jam. Dalam periode yang sama, Solana sempat diperdagangkan pada level terendah US$96,39 dan mencapai level tertinggi US$102,52.

Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar Solana berada di sekitar US$57,02 miliar, sedangkan volume perdagangan dalam 24 jam mencapai US$3,73 miliar. Jumlah SOL yang beredar tercatat sekitar 587,07 juta token.

Meski mengalami koreksi tajam dalam sehari, kinerja SOL dalam rentang waktu yang lebih panjang masih berada di zona positif.

Dalam 30 hari terakhir, harga SOL masih mencatat kenaikan sekitar 30,36%. Dalam 60 hari, kenaikannya mencapai 29,38%, sementara dalam 90 hari terakhir harga masih lebih tinggi sekitar 34,36%.

Baca Juga: Analisa Harga Solana Hari Ini: Turun Tipis 0,66% ke $100,90, Solana Mulai Kehilangan Momentum

Tekanan Pasar Kripto Menyeret Harga SOL

Penurunan Solana kali ini tidak terjadi secara terisolasi.

Pasar kripto secara keseluruhan sedang menghadapi tekanan setelah Bitcoin dan sejumlah aset digital utama ikut melemah.

Bitcoin sebelumnya turun sekitar 5% setelah Senat Amerika Serikat gagal memajukan CLARITY Act, undang-undang yang dirancang untuk memberikan kerangka regulasi lebih jelas bagi industri aset digital. Pergerakan tersebut kemudian ikut menekan aset kripto lainnya, termasuk Solana.

Sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi besar, SOL cenderung ikut terpengaruh ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset digital berisiko.

Penurunan Bitcoin juga sering kali memberikan tekanan tambahan kepada altcoin karena perubahan sentimen pasar biasanya menyebar dari aset kripto terbesar ke pasar yang lebih luas.

CLARITY Act Gagal Maju, Sentimen Investor Memburuk

Salah satu pemicu utama tekanan pasar kali ini berasal dari Washington.

Senat AS pada 15 September gagal meloloskan langkah prosedural untuk memajukan CLARITY Act. Pemungutan suara menghasilkan 50 suara mendukung dan 49 menolak, sementara diperlukan sedikitnya 60 suara agar rancangan tersebut dapat maju. Reuters

Rancangan tersebut dipandang penting oleh industri kripto karena bertujuan membentuk kerangka regulasi federal yang lebih jelas untuk aset digital.

Kegagalan tersebut membuat harapan terhadap kemajuan regulasi melalui jalur legislatif kembali menghadapi ketidakpastian.

Dampaknya langsung terasa di pasar. Tokocrypto melaporkan, Bitcoin turun sekitar 5% setelah hasil pemungutan suara tersebut, sementara saham perusahaan yang berkaitan dengan industri kripto seperti Coinbase dan Circle juga mengalami penurunan.

Bagi SOL, perkembangan ini menjadi sentimen negatif karena investor sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan adanya kemajuan regulasi kripto di Amerika Serikat.

Ketika ekspektasi tersebut tidak terealisasi, sebagian pelaku pasar memilih mengurangi risiko.

Fokus Investor Beralih ke Keputusan The Fed

Selain persoalan regulasi, pasar juga sedang menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Pertemuan The Fed berlangsung pada 15-16 September, dengan pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga.

Sejumlah ekonom memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan tersebut dan masih membuka kemungkinan kenaikan berikutnya.

Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat memberikan tekanan terhadap aset berisiko.

Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun menembus level 5% ketika pasar mempersiapkan keputusan The Fed.

Situasi seperti ini membuat investor memiliki alasan untuk lebih berhati-hati terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk cryptocurrency.

Ketika imbal hasil aset berbasis dolar meningkat dan suku bunga diperkirakan lebih tinggi, daya tarik aset spekulatif dapat ikut terpengaruh.

SOL Sedang Mengalami Koreksi Setelah Reli

Faktor teknikal dan aksi ambil untung juga tidak dapat diabaikan. Sebelum mengalami penurunan hari ini, SOL telah mencatat kenaikan lebih dari 30% dalam satu bulan.

Kenaikan yang relatif cepat tersebut membuka ruang bagi sebagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan ketika momentum harga mulai melemah.

Data harga menunjukkan SOL memang telah kehilangan sekitar 6,42% dalam tujuh hari terakhir.

Dengan demikian, penurunan 5,33% hari ini memperpanjang tekanan yang sudah terlihat dalam perdagangan sepekan terakhir.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan SOL saat ini merupakan kombinasi antara koreksi setelah reli dan memburuknya sentimen eksternal.

Penurunan tidak hanya dipicu oleh faktor yang berasal dari jaringan Solana, tetapi juga oleh kondisi pasar kripto dan makroekonomi global.

Level US$100 Menjadi Perhatian Pasar

Pergerakan SOL di bawah US$100 menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk diperhatikan dalam jangka pendek.

Sebelumnya, level psikologis US$100 menjadi area penting bagi perdagangan SOL.

Dengan harga yang kini berada di sekitar US$97, tekanan jual masih terlihat cukup dominan. Data 24 jam menunjukkan harga bahkan sempat turun hingga US$96,39.

Apabila tekanan pasar berlanjut, perhatian trader kemungkinan akan tertuju pada kemampuan SOL mempertahankan area di sekitar US$96-US$97.

Sebaliknya, apabila sentimen pasar membaik dan SOL kembali menembus US$100, pelaku pasar akan melihat apakah pemulihan tersebut mampu mengembalikan momentum kenaikan sebelumnya.

Namun, arah jangka pendek SOL masih sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta perkembangan dari kebijakan moneter AS.

Prospek SOL Masih Dipengaruhi Faktor Eksternal

Penurunan harga Solana hari ini pada dasarnya terjadi ketika beberapa tekanan muncul secara bersamaan.

Koreksi setelah reli lebih dari 30% dalam sebulan bertemu dengan pelemahan Bitcoin, kegagalan CLARITY Act untuk maju di Senat AS, serta meningkatnya perhatian terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Karena itu, pelemahan SOL sebesar 5,33% belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren jangka menengah aset tersebut telah berubah.

Data yang sama justru menunjukkan SOL masih membukukan kenaikan lebih dari 30% dalam 30 hari terakhir.

Untuk perdagangan selanjutnya, pasar akan mencermati respons investor setelah keputusan The Fed serta perkembangan lanjutan mengenai regulasi aset digital di Amerika Serikat.

Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap Bitcoin sekaligus altcoin, termasuk Solana.

Dengan harga yang kembali berada di bawah US$100, SOL kini memasuki fase perdagangan yang sensitif.

Pergerakan Bitcoin, arus modal ke pasar kripto, kebijakan The Fed, dan perkembangan regulasi AS menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan apakah koreksi saat ini hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan yang lebih panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version