Altcoin News

Apple Digugat Usai Pengguna Kehilangan Kripto Rp29 Miliar, Ini Cara Mengenali Wallet Kripto Palsu

Published

on

Apple menghadapi gugatan hukum setelah tiga pengguna dilaporkan kehilangan total sekitar US$1,84 juta atau sekitar Rp29 miliar akibat mengunduh aplikasi wallet kripto palsu dari App Store.

Gugatan tersebut menuding Apple lalai karena aplikasi yang menyamar sebagai Sparrow Wallet berhasil lolos ke App Store, padahal Sparrow Wallet tidak memiliki aplikasi resmi untuk iPhone (iOS). 

Menurut dokumen gugatan, para korban mengira aplikasi tersebut merupakan wallet resmi. Setelah membuka aplikasi, mereka diminta memasukkan seed phrase dompet kripto.

Tak lama kemudian, seluruh Bitcoin yang tersimpan di wallet mereka dipindahkan ke alamat milik pelaku. Total kerugian ketiga korban mencapai sekitar US$1,84 juta.

Penggugat juga menilai App Store sebagai tempat yang aman untuk mengunduh aplikasi karena telah melalui proses peninjauan dan verifikasi, sehingga mereka mempercayai aplikasi yang tersedia di App Store.

Apple sendiri mengatakan telah menghapus aplikasi yang menyamar sebagai Sparrow Wallet beserta akun pengembang terkait yang menerbitkan aplikasi scam tersebut.

Fenomena Wallet Kripto Palsu Kian Marak, Bukan Kasus Pertama

Percakapan antara developer Sparrow Wallet dengan pengguna yang melaporkan Sparrow Walelt palsu di X.

Kasus kehilangan aset kripto gara-gara mengunduh aplikasi wallet palsu bukanlah hal yang pertama. Craigraw sebagai developer dari Sparrow Wallet juga beberapa kali telah menerima laporan perihal wallet palsu, dan sempat memberikan laporan kepada Apple namun tidak membuahkan hasil.

Laporan dari developer Sparrow Wallet bahkan sudah diutarakan dari 2024, dan yang paling ironis adalah menurutnya pengguna harus mengunduh aplikasi palsu tersebut untuk membuat laporan.

Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas kripto di berbagai forum seperti X, Reddit maupun laporan perusahaan keamanan siber juga kerap melaporkan kemunculan aplikasi wallet kripto palsu yang menyamar sebagai dompet populer seperti MetaMask, Trust Wallet, Ledger, Coinbase, hingga imToken.

Modusnya meniru nama, logo, dan tampilan aplikasi resmi untuk mengelabui pengguna agar memasukkan seed phrase atau private key mereka. Setelah data tersebut diperoleh, pelaku dapat menguras seluruh aset korban.

Laporan Kaspersky bahkan menemukan sedikitnya 26 aplikasi wallet palsu yang sempat lolos ke Apple App Store.

Aplikasi-aplikasi tersebut digadang-gadang merupakan bagian dari malware SparkKitty yang telah aktif sejak 2025 dan dirancang khusus untuk mencuri seed phrase pengguna.

Baca juga: Viral! Rp260jt $SOL Turis Bali Raib Gegara Pinjamkan HP, Begini Modusnya

Kenapa Wallet Kripto Palsu Berbahaya?

Aplikasi wallet kripto palsu biasanya akan menyerupai wallet resmi untuk membuat pengguna memasukkan seed phrase.

Begitu seed phrase tersebut diketahui pelaku, mereka dapat mengakses dan memindahkan seluruh aset di wallet korban.

Berbeda dengan akun perbankan yang masih memungkinkan pemblokiran transaksi, transaksi aset kripto umumnya tidak dapat dibatalkan setelah dikirim ke blockchain.

Sehingga, aset yang telah dicuri tidak mungkin untuk dikembalikan.

Baca juga: ZachXBT: Detektif Kripto yang Banyak Ungkap Aliran Dana Scam

Cara Mengenali Wallet Kripto Palsu

Agar tidak mengalami kejadian serupa, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengunduh wallet kripto:

  • Pastikan wallet memang memiliki aplikasi resmi: Beberapa wallet hanya tersedia untuk desktop atau browser extension, jika wallet yang kamu gunakan tidak memiliki aplikasi resmi jangan download meskipun aplikasi tersebut tersedia di App Store atau Play Store.
  • Periksa nama developer: Pastikan nama developer yang menerbitkan aplikasi sesuai dengan developer resmi proyek untuk menghindari aplikasi wallet yang dirancang untuk menyerupai aplikasi wallet resmi.
  • Unduh dari situs resmi proyek: Situs resmi biasanya menyediakan tautan langsung ke App Store atau Google Play, kamu bisa langsung klik tautan tersebut dan hindari mencari secara manual di internet untuk menghindari phising.
  • Lihat gambar dan logo: Pastikan logo dan gambar sesuai dengan nama wallet yang kamu gunakan.

Selain berhati-hati saat memilih wallet, pastikan juga membeli dan menyimpan aset kripto melalui platform resmi yang diawasi OJK, seperti Tokocrypto.

Kamu dapat membeli ratusan aset kripto mulai dari Rp10.000 dengan dukungan fitur keamanan berlapis seperti Passkey, Google Authenticator, SMS/WhatsApp Verification, dan Kode Anti-phishing untuk membantu melindungi akun dari akses yang tidak diinginkan.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan aplikasi di toko aplikasi resmi sekalipun belum tentu menjamin keasliannya, sehingga pengguna tetap perlu memverifikasi nama pengembang dan mengunduh aplikasi hanya melalui tautan dari situs resmi proyek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version