Altcoin News
Arthur Hayes Borong HYPE! Lepas 2 Kripto Ini, Ada Apa?
Arthur Haye menyatakan hanya fokus membeli satu aset kripto saat ini, yaitu Hyperliquid (HYPE).
Tim Research Tokocrypto melihat aksi jual terhadap aset lain seperti ETHFI dan AUKI juga bisa diartikan sebagai upaya rebalancing portofolio.
Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, kembali menjadi sorotan setelah secara terang-terangan menyatakan hanya fokus membeli satu aset kripto saat ini, yaitu Hyperliquid (HYPE). Di saat yang sama, ia justru melepas dua aset lain, memicu spekulasi terkait perubahan strategi di tengah pemulihan pasar kripto.
Arthur Hayes Fokus Akumulasi HYPE
Dilaporkan Coingape, dalam pernyataannya pada 8 April, Arthur Hayes menyebut bahwa HYPE menjadi satu-satunya aset yang saat ini dibeli oleh timnya. Pernyataan ini mempertegas keyakinannya terhadap potensi Hyperliquid sebagai salah satu pemain utama di sektor decentralized exchange (DEX), khususnya untuk perdagangan derivatif.
Hayes menilai Hyperliquid memiliki keunggulan karena menghasilkan pendapatan tinggi dan menggunakan sekitar 97% dari pendapatannya untuk melakukan buyback token HYPE di pasar. Selain itu, platform ini juga mulai berekspansi ke aset dunia nyata seperti minyak yang ditokenisasi, dengan volume perdagangan derivatif yang terus meningkat.
Ia bahkan memasang target harga ambisius sebesar $150 untuk HYPE pada Agustus 2026, atau sekitar empat kali lipat dari kisaran harga saat ini di $35–$40.
Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu
Jual ETHFI dan AUKI di Tengah Rebound
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan bahwa Hayes justru menjual dua aset kripto, yaitu ETHFI dan AUKI. Berdasarkan laporan, ia membeli ETHFI di harga yang relatif tinggi, namun menjualnya kembali di harga lebih rendah, sehingga mencatat kerugian sekitar 13%.
Selain itu, Hayes juga terlihat memindahkan sekitar 3,55 juta token AUKI ke FlowDesk untuk dijual, di tengah kenaikan harga aset tersebut sekitar 5% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan AUKI juga meningkat signifikan, mencerminkan tingginya aktivitas pasar.
Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun pasar kripto sedang mengalami pemulihan, tidak semua aset dianggap memiliki prospek yang sama oleh investor institusional.
Hyperliquid Menarik Perhatian
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa strategi Arthur Hayes mencerminkan pergeseran fokus ke proyek dengan fundamental dan model bisnis yang lebih jelas. “Hyperliquid menarik perhatian karena memiliki revenue model yang kuat dan mekanisme buyback yang agresif, sehingga menciptakan tekanan supply yang lebih terkendali,” jelas tim tersebut
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pendekatan seperti ini tetap memiliki risiko tinggi. “Target harga yang agresif sering kali mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang besar, tetapi investor perlu memperhatikan likuiditas, adopsi, serta keberlanjutan volume transaksi di platform tersebut,” tambahnya.
Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi jual terhadap aset lain seperti ETHFI dan AUKI juga bisa diartikan sebagai upaya rebalancing portofolio di tengah momentum pasar. “Ini bukan hanya soal keluar dari aset tertentu, tetapi juga menunjukkan preferensi terhadap proyek yang dianggap memiliki potensi dominan dalam siklus berikutnya,” tutupnya.
Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
