Academy

Bagaimana Proses Ekonomi Berlangsung?

Published

on

Ekonomi adalah motor penggerak dunia. Pengaruhnya meluas ke dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga penting bagi kita untuk memahaminya dengan baik, bahkan hingga ke tingkat pemahaman yang mendalam.

Pengertian “ekonomi” memiliki berbagai definisi, tetapi secara umum, kita dapat menganggap ekonomi sebagai wilayah di mana barang dan jasa diproduksi, dikonsumsi, dan diperdagangkan. Biasanya, kita mendengar pembicaraan tentang ekonomi pada tingkat nasional, seperti ekonomi Amerika Serikat, ekonomi China, dan lain sebagainya. Namun, penting juga untuk memahami aktivitas ekonomi melalui perspektif global dan bagaimana setiap negara berperan dalam ekosistem ekonomi dunia.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep-konsep yang membentuk ekonomi, terinspirasi dari pemikiran Ray Dalio yang telah diuraikan dalam karyanya, “Cara Kerja Mesin Ekonomi.”

Siapa yang Mengendalikan Ekonomi?

Mari kita mulai dengan melihat hal ini dari sudut pandang yang lebih kecil. Setiap harinya, kita, sebagai individu, berkontribusi pada ekonomi dengan cara membeli barang (seperti makanan) dan menjual jasa (melalui pekerjaan yang menghasilkan pendapatan). Di seluruh dunia, individu, kelompok, pemerintah, dan bisnis juga melakukan aktivitas serupa dalam tiga sektor pasar yang berbeda.

Sektor primer adalah tempat fokus utama dalam ekstraksi sumber daya alam. Di sini, kita menemui kegiatan seperti penambangan, pertanian, dan banyak lagi. Bahan mentah yang dihasilkan kemudian digunakan dalam sektor sekunder, yang bertanggung jawab untuk proses produksi.

Advertisement

Terakhir, sektor tersier mencakup berbagai layanan, mulai dari periklanan hingga distribusi. Beberapa kelompok bahkan memperluas konsep ini dengan memasukkan sektor kuaterner dan sektor kelima untuk mencerminkan perbedaan dalam jenis layanan yang tercakup dalam sektor tersier.

Mengukur Kesehatan Ekonomi

Untuk menilai kesehatan ekonomi, kita perlu memiliki cara untuk mengukurnya. Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB), yang menghitung total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara dalam periode tertentu.

Secara sederhana, peningkatan PDB menunjukkan peningkatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran ekonomi. Sebaliknya, penurunan PDB mengindikasikan penurunan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Perlu diingat bahwa ada variasi PDB, yaitu PDB riil yang memperhitungkan inflasi, dan PDB nominal yang tidak memperhitungkan inflasi.

Meskipun PDB menjadi salah satu indikator paling terpercaya untuk mengukur ekonomi suatu negara, tetapi dalam analisis ekonomi, disarankan untuk menggunakan berbagai data lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Kredit, Utang, dan Suku Bunga

Pemberi pinjaman dan peminjam

Seperti yang telah kita bahas, ekonomi pada dasarnya berpusat pada aktivitas jual beli. Namun, perlu diingat bahwa transaksi pinjam-meminjam juga memainkan peran penting dalam ekonomi. Misalnya, jika Anda memiliki sejumlah uang tunai yang tidak digunakan saat ini, Anda mungkin ingin meminjamkannya kepada seseorang yang memerlukan dana untuk investasi, seperti membeli mesin untuk bisnis mereka. Meskipun mereka tidak memiliki uang sekarang, mereka dapat mengembalikannya dari hasil penjualan produk yang dihasilkan oleh mesin tersebut. Dalam hal ini, Anda bertindak sebagai pemberi pinjaman, sedangkan pihak lain bertindak sebagai peminjam.

Advertisement

Agar transaksi ini menguntungkan bagi Anda, Anda dapat menetapkan biaya peminjaman, yang biasanya disebut bunga. Sebagai contoh, Anda mungkin mengatakan, “Anda dapat meminjam uang ini dengan syarat membayar bunga sebesar 1% dari jumlah yang belum dilunasi setiap bulan.” Dengan bunga sederhana seperti ini, pihak lain akan membayar $1.000 setiap bulan sampai mereka melunasi utangnya. Jika utang dilunasi setelah tiga bulan, Anda akan menerima $103.000, termasuk bunga yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan memberikan pinjaman, Anda menciptakan konsep kredit, yaitu perjanjian bahwa peminjam akan melunasi pada waktu yang ditentukan di masa mendatang. Konsep ini sangat dikenal dalam penggunaan kartu kredit. Ketika Anda menggunakan kartu kredit untuk pembelian, uang tidak secara langsung ditarik dari rekening bank Anda, dan itu tidak masalah selama Anda melunasi tagihan tepat waktu di masa mendatang.

Dari konsep kredit ini muncullah utang, yang merupakan kewajiban yang akan hilang setelah utang tersebut dilunasi bersama dengan bunganya.

Peran Bank dalam Mengendalikan Suku Bunga

Bank merupakan salah satu jenis pemberi pinjaman yang paling dikenal dan berpengaruh di dunia saat ini. Dalam konteks ini, bank berfungsi sebagai perantara antara pemberi pinjaman dan peminjam, mengambil peran ganda dalam proses ini.

Ketika Anda menyetor uang ke dalam bank, Anda melakukannya dengan harapan bahwa mereka akan mengembalikannya kepada Anda. Namun, Anda tidak sendirian; banyak orang lain juga melakukan hal serupa. Karena bank memiliki simpanan yang besar, mereka kemudian meminjamkan uang tersebut kepada peminjam.

Advertisement

Namun, penting untuk dicatat bahwa bank tidak menyimpan semua uang yang diterima sekaligus. Mereka beroperasi dengan menggunakan sistem yang disebut fractional reserve banking (FRB). Ini dapat menjadi masalah jika semua nasabah bank meminta penarikan uang secara bersamaan, meskipun hal tersebut jarang terjadi. Namun, jika terjadi (seperti yang terjadi dalam bank run selama Depresi Besar Amerika Serikat pada tahun 1929 dan 1933), dapat menyebabkan kegagalan bank.

Biasanya, bank menawarkan insentif kepada pemberi pinjaman dalam bentuk suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya lebih menarik bagi pemberi pinjaman (karena mereka mendapatkan lebih banyak uang). Sebaliknya, bagi peminjam, suku bunga yang lebih rendah berarti mereka tidak perlu membayar lebih banyak.

Peran Kredit dalam Perekonomian

Kredit dapat dianggap sebagai pelumas bagi perekonomian. Ini memungkinkan individu, bisnis, dan pemerintah untuk melakukan pembelanjaan dengan uang yang mereka belum miliki. Bagi sebagian ekonom, ini bisa menjadi sumber masalah, namun banyak yang melihatnya sebagai tanda pertumbuhan ekonomi.

Lebih banyak pendapatan → lebih banyak kredit → lebih banyak pengeluaran → lebih banyak pendapatan.

Pengeluaran yang lebih tinggi berarti lebih banyak pendapatan untuk individu, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengeluaran lainnya. Bank cenderung memberikan pinjaman kepada mereka yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi, yang berarti individu tersebut memiliki akses lebih besar ke uang tunai dan kredit. Dengan uang tunai dan kredit yang lebih banyak, mereka dapat membelanjakan lebih banyak, yang berarti lebih banyak orang menerima pendapatan, dan siklus ini terus berlanjut.

Produktivitas berwarna merah, yang tumbuh seiring waktu. Jumlah kredit yang tersedia berwarna hijau.

Namun, perlu diingat bahwa siklus ini tidak bisa berlangsung tanpa henti. Saat Anda meminjam uang, Anda pada dasarnya mengorbankan pendapatan di masa depan untuk pengeluaran saat ini. Akhirnya, Anda harus mengurangi pengeluaran untuk melunasi utang tersebut.

Bank Sentral, Inflasi, dan Deflasi

Inflasi adalah salah satu dampak dari pertumbuhan ekonomi yang kuat. Ketika orang memiliki akses besar terhadap kredit dan mereka menghabiskannya secara besar-besaran, permintaan akan barang dan jasa meningkat sementara produksi tidak selalu mengikuti peningkatan permintaan. Akibatnya, harga barang dan jasa dapat naik, dan ini dikenal sebagai inflasi. Indeks Harga Konsumen (CPI) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur inflasi.

Bank sentral, seperti Federal Reserve di Amerika Serikat, Bank of England, Bank of Japan, dan People’s Bank of China, memiliki peran penting dalam mengelola kebijakan moneter. Salah satu alat yang dapat mereka gunakan untuk mengendalikan inflasi adalah suku bunga. Ketika inflasi tidak terkendali, bank sentral dapat meningkatkan suku bunga, sehingga biaya meminjam menjadi lebih tinggi dan mendorong orang untuk mengurangi pengeluaran. Namun, peningkatan suku bunga juga dapat memicu deflasi dalam beberapa kasus.

Advertisement

Deflasi adalah penurunan harga secara umum dalam periode waktu tertentu, biasanya disebabkan oleh penurunan pengeluaran. Penurunan pengeluaran dapat mengarah pada resesi ekonomi. Untuk mengatasi deflasi, bank sentral dapat menurunkan suku bunga untuk mendorong lebih banyak pinjaman, yang diharapkan akan meningkatkan pengeluaran.

Mengatasi Krisis Ekonomi dan Siklus Utang

Siklus utang adalah bagian penting dari dinamika ekonomi jangka pendek dan panjang. Model Ray Dalio menggambarkan pola-pola yang berulang terkait dengan ketersediaan kredit. Peningkatan kredit menyebabkan ekspansi ekonomi, sementara penurunan kredit mengarah pada kontraksi ekonomi. Namun, pada akhirnya, utang terakumulasi dan dapat menyebabkan deleveraging, di mana individu dan bisnis mencoba mengurangi utang mereka.

Siklus utang jangka panjang.

Deleveraging dapat memicu resesi, dan solusi yang diusulkan seringkali melibatkan bank sentral yang mencetak uang baru atau melakukan quantitative easing. Namun, langkah ini juga dapat memicu inflasi, yang jika tidak terkendali, dapat berujung pada hiperinflasi yang merusak ekonomi.

Siklus utang jangka panjang berlangsung dalam jangka waktu yang jauh lebih lama, sekitar 50 hingga 75 tahun, dan melibatkan perubahan besar dalam ketersediaan kredit dan utang yang dapat memengaruhi perekonomian secara signifikan.

Kesimpulan

Mesin ekonomi adalah entitas yang sangat kompleks, tetapi dengan memahami peran bank, kredit, suku bunga, dan dinamika siklus utang, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana perekonomian berfungsi.

Suku bunga dan ketersediaan kredit memainkan peran penting dalam mengatur aktivitas ekonomi, dan tindakan bank sentral dalam mengatasi inflasi dan deflasi dapat memengaruhi kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Itu semua saling terkait dalam membentuk gambaran keseluruhan tentang bagaimana ekonomi beroperasi.

Advertisement

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia

Popular

Exit mobile version