Policy & Regulations

Binance Perketat Aturan Market Maker: Transparansi Jadi Syarat Wajib Listing Kripto

Binance merilis aturan baru yang mewajibkan transparansi market maker dan melarang profit-sharing. Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai upaya Binance yang sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto.

Published

on

Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

Larangan Skema “Abu-Abu”

Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

  • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
  • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

“Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

Dampak ke Pasar Kripto

Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

Menuju Pasar yang Lebih Sehat

Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version