Market

Bitcoin Bisa Anjlok ke $10.000 Akibat Perang AS-Iran?

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menekan pasar kripto.
Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap faktor global.

Published

on

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menekan pasar kripto. Sejumlah analis memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level $10.000 jika konflik geopolitik terus memburuk dalam waktu dekat.

Bitcoin Terancam Turun hingga 80%

Dalam laporan terbaru XWIN Research Jepang melalui CryptoQuant, disebutkan bahwa Bitcoin berpotensi anjlok hingga 80% dalam skenario ekstrem. Kondisi seperti penutupan Selat Hormuz atau perang skala penuh dapat memicu krisis likuiditas global.

“Dalam skenario ekstrem, dengan pasar saham turun lebih dari 30% dan harga minyak mencapai $150–200, Bitcoin bisa turun ke sekitar $10.000,” tulis analis.

Pernyataan Trump Picu Tekanan Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Coingape, tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran akan meningkat dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Pasca pernyataan tersebut, harga Bitcoin turun dari $69.000 ke $67.000. Saat ini BTC berada di kisaran $67.098, dengan tren pelemahan dalam sepekan dan sebulan terakhir.

Baca juga: Bhutan Obral Bitcoin: Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

Pasar Global Ikut Terguncang

Gejolak tidak hanya terjadi di pasar kripto. Indeks S&P 500 turun 0,23%, Dow Jones melemah 0,39%, dan KOSPI Korea Selatan anjlok hingga 4,2%.

Di sisi lain, harga minyak melonjak 11,4% menjadi $111 per barel, sementara dolar AS menguat. Kondisi ini memperketat likuiditas global dan menekan aset berisiko seperti kripto.

Level $10.000 Disebut Titik Kritis

Strategist Bloomberg Mike McGlone juga memperkuat pandangan bearish terhadap Bitcoin. Ia menyebut level $10.000 sebagai area historis penting sejak adanya kontrak futures pada 2017, yang berpotensi menjadi titik stabilisasi pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap faktor global. “Ketegangan geopolitik seperti konflik AS-Iran berpotensi menekan likuiditas global dan meningkatkan volatilitas. Investor cenderung berpindah ke aset yang lebih stabil, sehingga tekanan terhadap Bitcoin semakin besar,” jelas tim.

Mereka juga menambahkan bahwa struktur pasar saat ini masih rentan.
“Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi turun ke area $50.000. Jika tekanan berlanjut dan didukung lemahnya permintaan serta arus keluar ETF, maka penurunan ke kisaran $30.000 masih terbuka,” tambahnya.

Ketidakpastian Global Masih Berlanjut

Situasi semakin kompleks setelah Dewan Keamanan PBB menolak rencana pembukaan Selat Hormuz menggunakan kekuatan militer. Penolakan dari Rusia, China, dan Prancis meningkatkan ketidakpastian pasar.

Dengan meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan makroekonomi, pelaku pasar diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi volatilitas Bitcoin dalam waktu dekat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version