Altcoin News

Bitcoin Ikut Menguat, tetapi INTCB Tampil Lebih Tinggi

Momentum INTCB sejalan dengan perkembangan sektor tokenized real-world assets (RWA), khususnya aset saham berbasis blockchain.

Published

on

Harga Intel Tokenized bStocks (INTCB) naik 4,89% dalam 24 jam ke level US$122,14. Kenaikan ini membuat INTCB mencatat penguatan lebih tinggi dibandingkan pasar kripto secara umum yang cenderung bergerak datar.

Dilaporkan CoinMarketCap, pergerakan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap sektor tokenized stocks yang mencatat pertumbuhan dan adopsi signifikan sepanjang September 2026.

Tokenized Stocks Jadi Pendorong Utama

Momentum INTCB sejalan dengan perkembangan sektor tokenized real-world assets (RWA), khususnya aset saham berbasis blockchain.

Kapitalisasi pasar tokenized stocks dilaporkan telah menembus US$3 miliar pada akhir September. Sektor ini juga disebut menjadi salah satu kategori RWA dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2026.

Aktivitas tokenized stocks turut meningkat di pasar terdesentralisasi. Sepanjang September, aset saham berbasis token disebut menyumbang sekitar 11% dari total volume perdagangan DEX.

Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya aliran modal on-chain menuju aset yang memberikan eksposur terhadap saham tradisional melalui teknologi blockchain.

Bagi INTCB, perkembangan ini menjadi faktor penting karena kenaikan harga lebih terlihat sebagai bagian dari tren sektor dibandingkan respons terhadap katalis spesifik dari Intel.

Harga INTCB Naik 4,89% ke US$122, Tokenized Stocks Makin Panas

Selain momentum sektor, pergerakan Bitcoin juga memberikan dukungan terhadap sentimen pasar.

Bitcoin tercatat naik sekitar 0,34% dalam periode yang sama. Namun, penguatan INTCB sebesar 4,89% menunjukkan bahwa aset tersebut bergerak jauh lebih agresif dibandingkan aset kripto utama.

Perbedaan performa ini memperlihatkan bahwa narasi tokenized stocks menjadi faktor yang lebih dominan dalam pergerakan INTCB dibandingkan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Investor juga masih perlu mencermati perkembangan regulasi. Salah satunya adalah rencana Korea Selatan untuk memperluas kerangka kerja sekuritas berbasis token yang ditargetkan berjalan pada Februari 2027.

US$120 Jadi Level Penting INTCB

Dari sisi teknikal, area US$120 menjadi level penting untuk mempertahankan momentum kenaikan INTCB.

Jika harga mampu bertahan di atas US$120 dan minat terhadap sektor tokenized stocks tetap tinggi, INTCB berpotensi menguji resistance berikutnya di sekitar US$130.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$115 dapat menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan membuka ruang bagi aksi ambil untung.

Volume perdagangan juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan. Penurunan volume ketika harga masih berada di area tinggi dapat menunjukkan bahwa momentum mulai kehilangan tenaga.

Momentum Tokenized Stocks Masuk Oktober

Kenaikan INTCB menunjukkan bagaimana aset tokenized stocks dapat memperoleh dorongan ketika modal on-chain semakin banyak mengarah ke sektor tokenisasi aset tradisional.

Namun, keberlanjutan tren tetap bergantung pada kemampuan sektor tersebut mempertahankan aktivitas perdagangan dan minat investor memasuki Oktober.

Dengan level US$120 sebagai support terdekat dan US$130 sebagai area resistance, pergerakan INTCB selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah momentum tokenized RWA mampu berlanjut atau mulai mengalami aksi profit taking.

Baca juga: Apa Itu $SNDK, Saham dari SanDisk?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version