Bitcoin News
Bitcoin Keluar dari Top 10 Aset Global, Magnificent Seven Melesat
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah kapitalisasi pasarnya turun ke sekitar US$1,09 triliun.
Tim Research Tokocrypto emngatakan keluarnya Bitcoin dari top 10 aset global tidak otomatis berarti tesis jangka panjang BTC melemah.
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah kapitalisasi pasarnya turun ke sekitar US$1,09 triliun. Penurunan ini membuat BTC keluar dari daftar 10 aset terbesar dunia berdasarkan market capitalization.
Menurut CoinDesk, posisi Bitcoin kini berada di bawah emas, perak, dan seluruh saham anggota Magnificent Seven. Padahal, sebelumnya Bitcoin sempat masuk jajaran aset terbesar dunia dan bahkan pernah mencapai posisi kelima ketika kapitalisasi pasarnya melampaui US$2 triliun.
Daftar Isi
Magnificent Seven Mendorong Bitcoin Keluar
Menurut Crypto.News, penurunan peringkat Bitcoin tidak hanya terjadi karena pelemahan BTC, tetapi juga karena kenaikan besar pada saham teknologi raksasa AS. Magnificent Seven yang terdiri dari Nvidia, Microsoft, Apple, Alphabet, Amazon, Meta, dan Broadcom terus mencatatkan lonjakan nilai pasar.
Gabungan kapitalisasi pasar saham-saham tersebut disebut mendekati atau melampaui US$16 triliun. Di sisi lain, emas juga terus menguat dengan kapitalisasi pasar mendekati US$30 triliun seiring harga yang berada di atas US$4.300 per ons.
Kondisi ini membuat Bitcoin tersingkir dari top 10 meskipun kapitalisasinya masih berada di atas US$1 triliun.
Bitcoin Pernah Jadi Aset Terbesar Kelima
Perubahan posisi Bitcoin dalam daftar aset global bukan hal baru. Pada April 2025, Bitcoin sempat disebut menjadi aset terbesar kelima di dunia dengan market cap sekitar US$1,86 triliun setelah harganya menembus US$94.000.
Dalam fase berikutnya, BTC bahkan sempat melewati kapitalisasi US$2 triliun dan berada di atas Google, meskipun masih tertinggal dari Nvidia.
Lebih awal lagi, pada awal 2024, Bitcoin masuk klub top 10 aset global setelah melampaui Berkshire Hathaway dan JPMorgan, dengan market cap sekitar US$1,19 triliun.
Ranking Turun, Tapi US$1 Triliun Masih Bertahan
Sebagian trader menilai keluarnya Bitcoin dari top 10 lebih bersifat kosmetik daripada struktural. Alasannya, BTC masih bertahan di sekitar level kapitalisasi US$1 triliun.
Dalam pandangan ini, yang lebih penting bukan apakah Bitcoin berada di peringkat 9 atau 11, tetapi apakah zona market cap US$1 triliun dapat bertahan sebagai floor jangka panjang.
Bitcoin sudah beberapa kali keluar-masuk daftar top 10 dalam dua tahun terakhir. Karena itu, peringkat global bisa berubah cepat mengikuti pergerakan saham teknologi, komoditas, dan harga BTC sendiri.
Baca juga: Kota UFO Roswell Ternyata Punya Bitcoin Wallet, Isinya 0,173 BTC
Kenaikan Aset Lain Lebih Dominan
Konteks penting dari peristiwa ini adalah bahwa aset lain naik sangat kuat. Magnificent Seven mendapat dorongan dari tren AI, cloud, semikonduktor, dan dominasi teknologi dalam indeks saham utama.
Sementara itu, emas mengalami reli besar karena permintaan safe haven, inflasi, dan ketidakpastian geopolitik.
Dengan kata lain, Bitcoin tidak sepenuhnya “runtuh” dari sisi valuasi. Namun, aset lain tumbuh lebih cepat, sehingga BTC tergeser dari papan atas.
Bitcoin Masih Jadi Aset Triliunan Dolar
Meski keluar dari top 10, Bitcoin tetap berada dalam kategori aset global bernilai triliunan dolar. Ini masih menjadi pencapaian besar untuk aset yang dulu hanya dianggap eksperimen digital.
Bagi investor jangka panjang, fakta bahwa BTC tetap bertahan di atas US$1 triliun dapat dilihat sebagai tanda ketahanan struktural. Namun, bagi trader jangka pendek, turunnya peringkat ini bisa menjadi sinyal bahwa momentum Bitcoin sedang kalah dibanding saham teknologi dan emas.
Dominasi Tech dan Gold Jadi Tantangan
Tantangan Bitcoin saat ini adalah membuktikan bahwa ia masih bisa menarik modal besar di tengah dominasi saham teknologi dan emas.
Jika investor global lebih memilih AI stocks atau emas sebagai aset utama, Bitcoin bisa tetap tertahan. Namun, jika BTC mampu mempertahankan zona US$1 triliun dan kembali mencatat inflow institusional, peluang untuk masuk kembali ke top 10 tetap terbuka.
Pertanyaan Utama: Apakah US$1 Triliun Jadi Floor?
Tim Research Tokocrypto emngatakan keluarnya Bitcoin dari top 10 aset global tidak otomatis berarti tesis jangka panjang BTC melemah. Namun, ini menunjukkan bahwa pasar sedang memberi valuasi lebih tinggi pada saham teknologi besar dan komoditas seperti emas.
“Pertanyaan utamanya kini bukan sekadar peringkat Bitcoin, melainkan apakah market cap US$1 triliun dapat terus menjadi floor. Jika zona ini bertahan, BTC masih punya fondasi kuat untuk kembali naik dalam ranking global. Namun, jika macro shock berikutnya menekan Bitcoin lebih dalam, posisinya bisa turun lebih jauh dari papan atas aset dunia,” jelasnya.
Baca juga: Efek Trump, Hut8 Beli Token WLFI di Atas Harga Pasar
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
