Bitcoin News
Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures
Perdagangan Bitcoin futures dilaporkan memasuki “zona bahaya” seiring meningkatnya frekuensi transaksi ritel.
Tim Research Tokocrypto nilai market lagi ‘over-leveraged’ oleh ritel.
Secara historis, kondisi ini adalah bahan bakar sempurna buat ‘Short/Long Squeeze’ yang brutal.
Perdagangan Bitcoin futures dilaporkan memasuki “zona bahaya” seiring meningkatnya frekuensi transaksi ritel dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan potensi squeeze di dua arah, baik short squeeze maupun long squeeze, di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.
Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di kisaran 66.794,95 dolar AS per BTC atau sekitar 67.010,46 dolar AS, menguat lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar 1.335 miliar dolar AS dengan volume perdagangan harian mencapai 45,70 miliar dolar AS.
Menurut Tim Research Tokocrypto, market lagi ‘over-leveraged’ oleh ritel. Secara historis, kondisi ini adalah bahan bakar sempurna buat ‘Short/Long Squeeze’ yang brutal.
“Volatilitas bakal meledak dalam waktu dekat. G-Protocol Filter: Waspada sapuan harga dua arah (wipeout), jangan trading pake leverage tinggi saat ritel lagi fomo di futures,” ungkapnya.
Bitcoin Bergerak Naik
Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang 63.388,87 dolar AS hingga 68.162,82 dolar AS. Secara mingguan, harga tercatat turun 1,7%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin masih terkoreksi 19,19%. Dalam periode 60 dan 90 hari, pelemahan masing-masing mencapai 24,34% dan 22,38%.
Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan aktivitas ritel di pasar futures menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meningkatnya frekuensi trading biasanya mencerminkan tingginya spekulasi jangka pendek, terutama saat harga bergerak agresif. Kondisi ini kerap memicu likuidasi massal ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi mayoritas trader.
Analis menilai risiko squeeze saat ini terbuka di dua sisi. Jika mayoritas pelaku pasar membuka posisi short dan harga terus menguat, potensi short squeeze dapat mendorong harga naik lebih tinggi dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika dominasi terjadi pada posisi long dan harga tiba-tiba berbalik turun, long squeeze bisa mempercepat tekanan jual.
Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?
Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat pertama berdasarkan kapitalisasi pasar. Saat ini, suplai yang beredar telah mencapai 20 juta BTC atau sekitar 95,22% dari total maksimum 21 juta BTC. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh tercatat sebesar 1.404 miliar dolar AS.
Perhatikan Fundamental
Meskipun harga mencatat kenaikan harian yang signifikan, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun lebih dari 15.800 dolar AS, mencerminkan fase konsolidasi yang belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.
Pelaku pasar kini mencermati apakah penguatan 24 jam terakhir menjadi awal pembalikan tren atau sekadar rebound teknikal di tengah sentimen derivatif yang memanas. Dengan frekuensi trading futures yang tinggi, volatilitas diperkirakan tetap dominan dalam waktu dekat.
Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama di tengah potensi pergerakan tajam akibat likuidasi beruntun di pasar futures.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
