Bitcoin News
Bitcoin Nyaris Tembus US$64.000, Short Seller Rugi Ratusan Juta Dolar
Harga Bitcoin melonjak mendekati US$64.000 pada awal 6 Juli 2026.
Tim Research Tokocrypto melihat kenaikan cepat Bitcoin turut memicu short squeeze di pasar derivatif. Ketika Bitcoin menembus level US$62.000.
Harga Bitcoin melonjak mendekati US$64.000 pada awal 6 Juli 2026, melanjutkan reli akhir pekan yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Berdasarkan data CoinGecko, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$63.900.
Dilaporkan BeInCrypto, kenaikan ini menjadi pembalikan tajam setelah Bitcoin sempat turun ke level US$58.293 pada 1 Juli. Sentimen pasar membaik setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat.
Data Tenaga Kerja AS Dorong Risk Appetite
Baca Juga: Bank Jerman Buka Trading Kripto untuk 50 Juta Nasabah
Reli Bitcoin dipicu oleh laporan Nonfarm Payrolls AS yang dirilis pada Kamis. Data tersebut menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar.
Data yang lebih lemah ini membuat pelaku pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin kecil. Kondisi tersebut ikut mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar juga membantu pemulihan Bitcoin. Saat yield dan dolar melemah, biaya peluang untuk memegang aset seperti Bitcoin menjadi lebih rendah, sehingga minat investor dapat meningkat.
Momentum positif juga didukung oleh arus dana ETF Bitcoin spot. Setelah sebelumnya mencatat outflow selama 10 hari berturut-turut, ETF Bitcoin mulai menunjukkan pembalikan arus masuk. Meski begitu, pasar masih mencermati dampak outflow besar pada Juni yang mencapai sekitar US$4,5 miliar.
Short Seller Terjebak Short Squeeze
Tim Research Tokocrypto melihat kenaikan cepat Bitcoin turut memicu short squeeze di pasar derivatif. Ketika Bitcoin menembus level US$62.000, posisi short mulai terlikuidasi dalam jumlah besar.
“Short seller dilaporkan mengalami kerugian lebih dari US$450 juta. Likuidasi ini mempercepat kenaikan harga karena posisi short yang dipaksa ditutup mendorong aksi beli tambahan di pasar,” jelasnya.
Efek short squeeze biasanya dapat menciptakan lonjakan harga yang cepat. Namun, reli seperti ini belum tentu langsung menandakan adanya permintaan jangka panjang yang kuat, karena sebagian pergerakan didorong oleh penutupan posisi paksa.
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto besar juga ikut menguat. Ether naik sekitar 4% dalam sehari dan sekitar 10% dalam sepekan. Solana mencatat kenaikan lebih besar, yakni hampir 19% dalam periode mingguan, menjadi salah satu aset utama dengan performa terbaik.
Meski momentum pasar mulai membaik, investor tetap menunggu konfirmasi lebih lanjut dari arus dana institusional. ETF Bitcoin masih dalam proses pemulihan setelah mencatat bulan terburuknya dari sisi outflow.
Untuk saat ini, reli Bitcoin masih perlu diuji apakah dapat berubah menjadi tren yang lebih berkelanjutan. Jika permintaan spot dan arus masuk ETF terus meningkat, Bitcoin berpeluang mempertahankan momentum positif. Namun, jika kenaikan hanya didorong oleh short squeeze, harga berisiko kembali volatil saat tekanan beli mulai mereda.
Baca Juga: TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
