Bitcoin News
Bitcoin Tembus Pola 31 Bulan, BTC Siap Lanjut Rally?
Tim Research Tokocrypto mengatakan di saat yang sama, inflow ETF spot Bitcoin AS kembali meningkat dan pasar mencatat short squeeze senilai US$27,36 juta.
Harga Bitcoin kembali menunjukkan sinyal pemulihan setelah bergerak sideways sejak Juni. BTC kini diperdagangkan di atas US$64.000, sementara data on-chain terbaru dari CryptoQuant menunjukkan adanya perubahan penting pada perilaku long-term holder.
Tim Research Tokocrypto mengatakan di saat yang sama, inflow ETF spot Bitcoin AS kembali meningkat dan pasar mencatat short squeeze senilai US$27,36 juta.
“Kombinasi ini membuat sejumlah analis menilai Bitcoin mulai menunjukkan tanda awal reli baru,” ungkapnya.
Namun, pasar masih perlu mencermati aktivitas whale, terutama karena rasio inflow whale ke Binance naik ke level tertinggi dalam empat bulan. Kondisi ini membuat outlook Bitcoin tetap positif, tetapi belum bebas dari risiko tekanan jual.
Siklus Bitcoin Mulai Berbeda dari Pola Historis
Menurut CryptoQuant, long-term holder Bitcoin kembali menunjukkan pola yang sebelumnya pernah muncul menjelang reli besar. Pada siklus bull market sebelumnya, kelompok investor ini biasanya mengakumulasi BTC saat harga rendah, lalu secara bertahap menjual sebagian kepemilikan ketika harga naik.
Siklus terakhir dimulai pada Januari 2023 dan berlanjut hingga Desember 2025. Dalam periode tersebut, long-term holder secara bertahap mengurangi sebagian pasokan Bitcoin mereka saat harga meningkat.
Namun, setelah koreksi pasar, kelompok ini kembali membeli BTC dalam jumlah lebih besar dibanding yang sebelumnya mereka jual. Akibatnya, long-term holder kini menguasai hampir 16 juta BTC, jumlah tertinggi sepanjang sejarah.
CryptoQuant mencatat bahwa akumulasi tersebut kini mulai melambat, dan suplai yang dipegang long-term holder mulai kembali menurun. Pola ini dapat menjadi sinyal awal bahwa sebagian investor jangka panjang mulai mengambil posisi untuk fase pasar berikutnya.
Yang membuat siklus kali ini berbeda adalah durasinya. Pada siklus 2013, reli kedua Bitcoin dimulai setelah jeda sekitar delapan bulan. Pada 2017, jedanya sekitar 17 bulan, sementara pada 2021 sekitar 16 bulan.
Kali ini, jeda tersebut telah berlangsung hingga 31 bulan. Analis menilai keterlambatan ini kemungkinan dipengaruhi oleh hadirnya ETF spot Bitcoin AS, pembelian institusional, dan masuknya whale baru yang mengubah struktur pasar.
Baca juga: Avalanche Naik 3%, AVAX Bidik US$7 saat Kenya Gunakan Blockchain
Inflow ETF Masih Dukung BTC
Permintaan institusional terhadap Bitcoin juga masih terlihat kuat. Berdasarkan data Farside, ETF spot Bitcoin AS mencatat net inflow sebesar US$211,49 juta pada 4 Agustus.
BlackRock iShares Bitcoin Trust atau IBIT menjadi salah satu kontributor utama. Dana tersebut kini memegang Bitcoin senilai sekitar US$51,579 miliar, menunjukkan minat investor besar terhadap BTC masih berlanjut.
Inflow ETF menjadi faktor penting karena dapat membantu menyerap suplai pasar, terutama saat sebagian long-term holder mulai mengurangi kepemilikan. Jika arus dana institusional tetap positif, tekanan jual dari holder besar dapat lebih mudah diimbangi.
Selain itu, short squeeze senilai US$27,36 juta ikut memberi dorongan pada harga. Ketika trader yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisi, tekanan beli tambahan dapat muncul dan mempercepat kenaikan BTC.
Namun, dukungan ETF tetap perlu dipantau secara berkelanjutan. Jika inflow kembali melemah atau berubah menjadi outflow, momentum Bitcoin dapat ikut kehilangan tenaga.
Whale Binance Jadi Sinyal Waspada
Meski ETF kembali menunjukkan permintaan positif, data whale memberi sinyal yang perlu diperhatikan. Analis CryptoQuant, Darkfost, mencatat rasio inflow whale ke Binance naik ke 0,52, level tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Metrik ini mengukur seberapa besar porsi inflow Bitcoin ke Binance yang berasal dari holder besar. Ketika rasio naik, artinya lebih banyak BTC dari whale masuk ke exchange.
Secara umum, perpindahan BTC ke exchange dapat meningkatkan potensi tekanan jual. Jika whale mengirim koin ke exchange untuk dijual, harga dapat menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
Namun, lonjakan rasio ini tidak selalu berarti pasar akan segera mencapai puncak. Dalam sejarahnya, pembacaan serupa pernah muncul baik saat koreksi besar maupun saat pasar membentuk bottom penting.
Karena itu, metrik ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal kewaspadaan, bukan konfirmasi bearish. Trader tetap perlu melihat apakah inflow whale benar-benar diikuti oleh peningkatan tekanan jual di pasar spot.
Level US$64.000 Jadi Penentu
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam kisaran US$62.000 hingga US$65.000 yang telah membatasi harga selama beberapa pekan terakhir.
Level US$64.000 kini menjadi area penting yang sedang diuji. Jika BTC mampu bertahan di atas level tersebut, pembeli memiliki peluang untuk mendorong harga kembali menuju resistance US$65.000.
Penembusan yang kuat di atas US$65.000 dapat membuka jalan bagi Bitcoin untuk keluar dari fase sideways dan melanjutkan pemulihan. Namun, jika BTC gagal mempertahankan US$64.000, tekanan jual dapat kembali meningkat.
Dalam skenario bearish, kehilangan area ini dapat membawa harga kembali menguji support US$62.000. Jika level tersebut ikut ditembus, struktur jangka pendek Bitcoin akan kembali melemah.
Untuk saat ini, outlook Bitcoin mulai membaik karena didukung oleh inflow ETF, short squeeze, dan perubahan perilaku long-term holder. Namun, kenaikan rasio inflow whale ke Binance menunjukkan pasar masih harus berhati-hati.
Kunci berikutnya adalah apakah BTC mampu bertahan di atas US$64.000 dan menembus US$65.000 dengan volume yang kuat. Jika berhasil, peluang reli lanjutan akan semakin terbuka. Namun, jika whale mulai menekan pasar melalui exchange, Bitcoin berisiko kembali masuk ke fase konsolidasi.
Baca juga: Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
