Bitcoin News
Bitcoin Tertahan, Analis Lihat Peluang Reli ke US$90.000 pada Juni
Bitcoin masih bergerak dalam rentang sempit antara US$76.000 hingga US$82.000 dalam beberapa pekan terakhir.
Tim Research Tokocrypto menilai Bitcoin telah memantul cukup kuat dari level terendah Februari.
Bitcoin masih bergerak dalam rentang sempit antara US$76.000 hingga US$82.000 dalam beberapa pekan terakhir. Belum ada breakout bersih ke atas maupun breakdown kuat ke bawah.
Dilaporkan Coinpedia, kondisi ini membuat sebagian investor frustrasi karena BTC terlihat tertahan tanpa arah yang jelas. Namun, menurut analis Michaël van de Poppe, fase konsolidasi seperti ini justru dapat menciptakan peluang besar bagi altcoin.
Ia menilai semakin lama Bitcoin bergerak stabil dalam range, semakin besar peluang altcoin untuk mulai menguat.
Daftar Isi
Altcoin Mulai Menunjukkan Momentum
Saat Bitcoin tertahan, beberapa altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Menurut Van de Poppe, aset-aset yang sebelumnya kuat sebelum crash kini mulai kembali mendapatkan momentum.
Berbeda dengan fase euforia bull market yang biasanya membuat hampir semua altcoin naik bersamaan, pergerakan saat ini masih lebih selektif. Hanya beberapa aset dengan narasi dan struktur kuat yang memimpin pemulihan.
Van de Poppe menyebut momentum altcoin saat ini sebagai salah satu yang paling kuat dalam lebih dari satu tahun terakhir. Menurutnya, ini bisa menjadi tanda awal perubahan fase pasar menuju siklus bullish yang lebih luas.
Level US$75.000–US$76.000 Jadi Support Utama
Dalam kerangka teknikal Van de Poppe, area US$75.000 hingga US$76.000 menjadi support paling penting bagi Bitcoin. Selama BTC mampu bertahan di atas zona ini, struktur bullish jangka pendek masih tetap hidup.
Namun, jika Bitcoin turun dan menembus area tersebut, skenario bullish jangka pendek dapat batal. Penurunan di bawah US$75.000 berisiko membuka tekanan jual lanjutan dan menunda peluang reli ke level yang lebih tinggi.
Karena itu, area US$76.000 menjadi level yang sangat diperhatikan trader.
CME Gap di US$79.200 Dipantau
Van de Poppe juga menyoroti adanya CME gap di sekitar US$79.200. Ia memperkirakan gap tersebut berpotensi ditutup dalam waktu dekat.
Jika Bitcoin mampu naik kembali ke area US$79.200 dan mempertahankan momentum, peluang untuk menguji resistance US$82.000 akan semakin besar.
CME gap sering menjadi perhatian trader karena dalam banyak kasus harga Bitcoin cenderung kembali mengunjungi area tersebut, meskipun tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.
Resistance US$82.000 Harus Ditembus
Level US$82.000 menjadi batas atas range saat ini. Bitcoin perlu menembus level ini untuk membangun momentum bullish yang lebih kuat.
Jika BTC berhasil breakout di atas US$82.000, target berikutnya berada di area US$90.000. Van de Poppe menilai level tersebut dapat tercapai pada Juni jika Bitcoin mampu merebut kembali level tertinggi terdekat dan bergerak menuju 50-day moving average.
Namun, tanpa breakout di atas US$82.000, Bitcoin masih berisiko tetap terjebak dalam konsolidasi.
Baca juga: Plume Melonjak 33%, Narasi RWA Kembali Dorong Minat Pasar
Target US$90.000 Masih Bergantung pada Struktur Range
Skenario menuju US$90.000 bergantung pada tiga kondisi utama. Pertama, Bitcoin harus mempertahankan support US$75.000–US$76.000. Kedua, harga perlu menutup CME gap di sekitar US$79.200. Ketiga, BTC harus menembus resistance US$82.000.
Jika rangkaian ini terjadi, reli ke US$90.000 pada Juni menjadi lebih realistis. Namun, jika salah satu level penting gagal dipertahankan, terutama support US$76.000, skenario tersebut akan melemah.
Konsolidasi Panjang Bisa Menguntungkan Altcoin
Salah satu poin penting dari analisis Van de Poppe adalah durasi konsolidasi Bitcoin. Ia menilai semakin lama BTC bertahan dalam range secara stabil, semakin kuat basis yang terbentuk untuk reli altcoin.
Konsolidasi yang lambat dan terkontrol dianggap lebih sehat dibandingkan pemulihan cepat berbentuk V-shape. Ketika Bitcoin tidak bergerak terlalu liar, trader biasanya mulai mencari peluang di altcoin dengan potensi kenaikan lebih besar.
Inilah alasan mengapa momentum altcoin mulai terlihat meski Bitcoin belum breakout.
Pasar Sedang Menentukan Arah
Tim Research Tokocrypto menilai Bitcoin telah memantul cukup kuat dari level terendah Februari. Namun, fase saat ini menjadi titik penentuan apakah pemantulan tersebut akan berubah menjadi tren naik yang lebih kuat atau hanya relief rally sementara.
“Jika US$76.000 bertahan, CME gap di US$79.200 tertutup, dan BTC kembali menembus US$82.000, peluang reli ke US$90.000 pada Juni akan terbuka,” tuturnya.
Namun, jika Bitcoin gagal mempertahankan support dan tekanan jual kembali meningkat, pasar bisa kembali masuk fase koreksi.
Bitcoin Jadi Kunci untuk Musim Altcoin
Untuk saat ini, Bitcoin masih menjadi penentu utama arah pasar. Selama BTC bergerak stabil dalam range, altcoin memiliki ruang untuk menguat secara selektif.
Namun, jika Bitcoin menembus ke bawah US$76.000, momentum altcoin berisiko ikut melemah. Sebaliknya, jika BTC menembus US$82.000 dan bergerak menuju US$90.000, reli altcoin dapat semakin kuat.
Dengan kondisi saat ini, Juni menjadi bulan penting bagi Bitcoin. Pasar akan mencermati apakah BTC mampu keluar dari range dan memulai reli baru, atau tetap tertahan di antara US$76.000 hingga US$82.000.
Baca juga: Pasar Prediksi Polymarket Angkat Isu Prabowo, Netizen Ramai Bahas
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
