Altcoin News

Bos Ripple Bantah Isu Gag Order, Target XRP Jadi Perdebatan

Ripple CTO Emeritus David Schwartz membantah klaim bahwa dirinya dikendalikan oleh NDA yang membatasi pernyataannya terkait Ripple dan XRP.

Published

on

Ripple CTO Emeritus David Schwartz membantah klaim bahwa dirinya dikendalikan oleh non-disclosure agreement (NDA) atau “gag order” yang membatasi pernyataannya terkait Ripple dan XRP.

Bantahan ini muncul setelah seorang anggota komunitas XRP menduga Schwartz mungkin terikat perjanjian yang membuatnya tidak dapat berbicara secara jujur soal Ripple maupun XRP. Isu tersebut berkembang setelah sejumlah komentar Schwartz dianggap terlalu hati-hati dalam menanggapi target harga ekstrem XRP.

Schwartz menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyesatkan komunitas. Ia menyatakan tidak ada perjanjian pasca-jabatan yang memaksanya untuk memberikan informasi keliru kepada publik.

Perdebatan XRP US$10.000 Kembali Menguat

Pernyataan Schwartz muncul di tengah perdebatan mengenai prediksi harga XRP yang disebut dapat mencapai US$10.000. Schwartz sebelumnya mempertanyakan klaim tersebut karena menurutnya perilaku pasar saat ini belum mendukung skenario tersebut.

Ia menilai, jika investor besar dan rasional benar-benar percaya ada peluang meski hanya 1 persen bagi XRP mencapai US$10.000 dalam 10 tahun, harga XRP seharusnya sudah jauh lebih tinggi saat ini.

Schwartz juga mempertanyakan mengapa hal itu belum terjadi di pasar, sekaligus menolak narasi konspiratif yang menyebut ada rencana tersembunyi untuk menahan atau mendorong harga XRP.

Harga XRP Masih Jauh dari Target Ekstrem

Saat Schwartz menyampaikan komentarnya, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,38. Jarak yang sangat besar antara harga saat ini dan target US$10.000 membuat perdebatan di komunitas XRP semakin panas.

Sebagian pendukung XRP masih meyakini bahwa adopsi besar dari lembaga keuangan dapat menjadi katalis kenaikan harga jangka panjang. Namun, pihak lain menilai target tersebut terlalu ekstrem jika melihat kapitalisasi pasar, likuiditas, dan kondisi permintaan saat ini.

Baca juga: Rakuten Bikin XRP Makin Panas, Trader Mulai Bullish Lagi?

Komentar Schwartz memperlihatkan bahwa tokoh penting dalam ekosistem XRP sendiri cenderung berhati-hati terhadap klaim harga yang terlalu optimistis.

Komentar Lama Tahun 2017 Ikut Disorot

Perdebatan ini juga menyeret kembali unggahan lama Schwartz pada 2017 terkait harga dan likuiditas XRP. Sebagian pengguna menafsirkan unggahan tersebut sebagai bukti bahwa XRP sejak awal dirancang untuk mencapai harga yang sangat tinggi.

Namun, Schwartz menjelaskan bahwa unggahan lama itu membahas mekanisme pasar, bukan janji atau target harga tertentu. Menurutnya, pembahasan saat itu lebih berfokus pada kebutuhan likuiditas, ukuran transaksi, dan kedalaman pasar.

Ia juga mengaku sempat mempertimbangkan untuk menghapus unggahan lama tersebut. Namun, langkah itu akhirnya tidak dilakukan karena dikhawatirkan justru menimbulkan lebih banyak kebingungan dan menghapus konteks penting dari catatan publik.

Isu Rahasia Ripple Masih Diperdebatkan

Klaim soal gag order juga berkaitan dengan rumor lama mengenai NDA Ripple dan dugaan adanya kesepakatan tersembunyi dengan pemerintah atau lembaga perbankan. Narasi ini kerap muncul di komunitas XRP, terutama saat membahas potensi adopsi besar-besaran.

Schwartz menegaskan bahwa Ripple memang menggunakan NDA dalam konteks bisnis normal. Namun, hal tersebut bukan bukti adanya rencana rahasia untuk mendorong harga XRP atau menyembunyikan adopsi besar dari publik.

Ripple dan XRP Masih Jadi Sorotan Komunitas

Bantahan Schwartz menunjukkan bahwa perdebatan seputar XRP tidak hanya terjadi pada sisi harga, tetapi juga menyangkut kepercayaan komunitas terhadap transparansi Ripple.

Meski Schwartz telah mundur dari peran CTO harian pada akhir 2025, ia masih menjadi salah satu suara paling aktif dalam ekosistem XRP. Komentarnya terus menjadi perhatian, terutama ketika menyangkut prediksi harga ekstrem, rumor NDA, dan narasi adopsi institusional.

Untuk saat ini, XRP masih harus membuktikan kekuatan fundamentalnya melalui adopsi nyata, likuiditas yang lebih dalam, dan permintaan pasar yang berkelanjutan. Tanpa faktor tersebut, target harga ekstrem seperti US$10.000 kemungkinan akan tetap menjadi perdebatan panjang di komunitas kripto.

Baca juga: Rakuten Hadirkan Aplikasi Pembayaran Baru Untuk Dukung Crypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version