Market

DeFi Diserang Lagi! Venus Protocol Kehilangan Jutaan Dolar Sekejap

Platform DeFi, Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan yang menyebabkan kerugian lebih dari US$3,7 juta.
Tim Research Tokocrypto menilai kasus ini penting secara onchain karena menunjukkan bahwa risiko DeFi tidak hanya datang dari smart contract bug klasik.

Published

on

Platform decentralized finance (DeFi) Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan yang menyebabkan kerugian lebih dari US$3,7 juta. Insiden ini terjadi akibat dugaan eksploitasi “supply cap” yang memanfaatkan celah dalam sistem likuiditas platform.

Dilaporkan Cointelegraph, pihak Venus Protocol mengonfirmasi adanya aktivitas perdagangan mencurigakan yang berfokus pada pool token Thena (THE), sehingga memicu langkah darurat untuk membatasi potensi kerugian lebih lanjut.

Serangan Berawal dari Manipulasi Token THE

Dalam pernyataan resminya, Venus Protocol menyebut aktivitas abnormal terjadi pada pool likuiditas token THE dan CAKE.

Tim segera mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas peminjaman (borrowing) dan penarikan (withdrawal) untuk token THE.

Langkah ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut selama proses investigasi berlangsung.

Baca juga: PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

Modus “Supply Cap Attack” Rugikan Platform

Menurut analisis dari Allez Labs, serangan ini dilakukan melalui dua tahap utama.

Pertama, pelaku mengakumulasi sekitar 84% dari total kapitalisasi pasar token THE. Selanjutnya, token tersebut digunakan sebagai jaminan untuk melakukan aksi peminjaman dalam jumlah besar.

Melalui metode ini, pelaku berhasil meminjam berbagai aset digital, termasuk 6,67 juta CAKE, 1,58 juta USDC, 2.801 BNB, serta 20 Bitcoin.

Total kerugian dari insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari US$3,7 juta.

Platform Perketat Akses untuk Cegah Risiko Lanjutan

Sebagai langkah tambahan, Venus Protocol juga menghentikan sementara aktivitas pada beberapa aset lain dengan likuiditas rendah.

Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi eksploitasi lanjutan di area yang rentan.

Sementara itu, harga token THE tercatat turun lebih dari 17% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan dampak langsung dari insiden tersebut terhadap pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini penting secara onchain karena menunjukkan bahwa risiko DeFi tidak hanya datang dari smart contract bug klasik, tetapi juga dari manipulasi likuiditas dan konsentrasi supply pada aset berkapitalisasi kecil.

“Fakta bahwa Venus sampai harus menghentikan borrow dan withdrawal untuk pasar THE serta beberapa market lain seperti BCH, LTC, UNI, AAVE, FIL, dan TWT menegaskan bahwa ancaman berbasis desain pasar dan collateral composition masih sangat nyata di protokol lending besar,” analisanya.

Ancaman Keamanan DeFi Semakin Kompleks

Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan yang masih menjadi tantangan besar dalam ekosistem DeFi.

Seiring pertumbuhan industri, metode serangan juga semakin kompleks, mulai dari eksploitasi smart contract hingga manipulasi likuiditas.

Meski nilai kerugian akibat peretasan kripto sempat menurun dalam beberapa bulan terakhir, laporan terbaru menunjukkan peningkatan pada metode penipuan lain seperti phishing dan social engineering.

Perkembangan ini menjadi pengingat bagi pelaku industri dan pengguna untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan dalam menghadapi risiko di dunia kripto.

Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version