Market

Dulu Ragu, Kini Gas Pol: Wall Street Serbu Bitcoin dan Stablecoin

Published

on

Perdebatan Wall Street soal kripto resmi berakhir. Bank-bank terbesar dunia kini tidak lagi mempertanyakan legitimasi aset digital, melainkan berlomba membangun infrastruktur kripto mereka sendiri, mulai dari Bitcoin, stablecoin, hingga uang tunai berbasis blockchain (tokenized cash).

Selama bertahun-tahun, industri perbankan memandang kripto sebagai risiko yang harus dikendalikan. Namun sikap itu berubah drastis. Alih-alih menjauh, bank-bank global kini aktif mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam layanan keuangan arus utama, baik melalui produk investasi teregulasi maupun sistem pembayaran digital.

Perubahan ini tercermin dari serangkaian langkah strategis yang diambil JPMorgan, Morgan Stanley, Barclays, dan Bank of America dalam sepekan terakhir.

JPMorgan dorong token dolar ke jaringan blockchain baru

JP Morgan

JPMorgan mengumumkan rencana memperluas token simpanan dolar AS miliknya, JPM Coin (JPMD), ke Canton Network, sebuah blockchain layer-1 yang berfokus pada privasi dan interoperabilitas.

Melalui kerja sama dengan Digital Asset dan unit blockchain internalnya, Kinexys, JPM Coin akan memungkinkan perpindahan uang digital yang teregulasi antarjaringan blockchain. JPM Coin sendiri merupakan token simpanan dolar AS yang mewakili klaim langsung atas deposito JPMorgan dan dirancang untuk transaksi institusional yang lebih cepat dan aman.

CEO Digital Asset, Yuval Rooz, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata menuju sistem uang digital teregulasi yang dapat bergerak secepat pasar global.

Morgan Stanley masuk pasar ETF kripto

Morgan Stanley resmi memasuki persaingan exchange-traded fund (ETF) kripto dengan mengajukan dua produk baru ke otoritas pasar modal AS. Produk tersebut adalah Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust, yang memberikan eksposur pasif terhadap harga Bitcoin dan Solana.

Jika disetujui, ETF ini berpotensi menjangkau lebih dari 19 juta klien divisi wealth management Morgan Stanley. Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang kini secara kolektif mengelola lebih dari 1,3 juta BTC dengan nilai mendekati US$120 miliar.

Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Barclays bertaruh pada infrastruktur stablecoin

Dari Eropa, Barclays mencatatkan langkah penting dengan melakukan investasi pertamanya di sektor stablecoin. Bank asal Inggris tersebut menanamkan modal pada Ubyx, perusahaan clearing stablecoin berbasis di AS yang menghubungkan penerbit stablecoin teregulasi dengan lembaga keuangan.

Barclays menyebut investasi ini sebagai bagian dari eksplorasi peluang uang digital baru, termasuk stablecoin. Langkah ini menandai perubahan sikap Barclays, yang sebelumnya dikenal vokal menyoroti risiko aset digital.

Bank of America izinkan rekomendasi ETF Bitcoin

Sementara itu, Bank of America semakin membuka pintu bagi kripto di layanan wealth management-nya. Bank tersebut telah mengizinkan penasihat keuangan di Private Bank dan Merrill Edge untuk merekomendasikan ETF Bitcoin spot kepada klien.

Empat ETF yang disetujui berasal dari Bitwise, Fidelity, BlackRock, dan Grayscale, dengan total aset kelolaan lebih dari US$100 miliar. Sebelumnya, Bank of America juga menyarankan alokasi 1% hingga 4% portofolio ke aset digital bagi investor yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

Era baru perbankan dan kripto

Serangkaian langkah ini menegaskan bahwa sektor perbankan global tidak lagi sekadar mengamati perkembangan kripto dari pinggir lapangan. Integrasi Bitcoin, stablecoin, dan uang digital teregulasi kini menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang Wall Street.

Dengan bank-bank besar mulai membangun langsung di atas blockchain, batas antara keuangan tradisional dan aset digital semakin kabur, menandai fase baru dalam evolusi sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version