Market

Galaxy Group Luncurkan Hedge Fund Kripto US$100 Juta Meluncur 2026

Published

on

Galaxy Group mengumumkan rencana peluncuran hedge fund kripto senilai US$100 juta pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menandai ekspansi strategis perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar aset digital dan transformasi industri keuangan global.

Hedge fund tersebut akan dipimpin oleh Joe Armao dan dirancang untuk berfokus pada peluang di tengah fluktuasi pasar. Sekitar 30% dana akan dialokasikan ke token kripto, sementara sisanya diinvestasikan pada saham sektor jasa keuangan yang terdampak oleh perkembangan teknologi aset digital.

Dilaporkan Coincu, pendiri dan CEO Galaxy Group, Mike Novogratz, menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons perubahan lanskap keuangan global. Menurutnya, penguatan neraca keuangan menjadi kunci untuk mendorong ekspansi bisnis Galaxy, termasuk di sektor aset digital dan pusat data.

“Memperkuat neraca keuangan sangat penting untuk meningkatkan skala bisnis pusat data kami secara efisien, sekaligus menjaga fleksibilitas finansial untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Novogratz.

Volatilitas Pasar Kripto

Grafik harian Bitcoin (BTC), tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 05:07 UTC tanggal 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Galaxy Group menilai volatilitas pasar kripto sebagai peluang untuk mengidentifikasi “pemenang dan pecundang” dalam proses evolusi industri keuangan. Strategi ini mencerminkan pergeseran perusahaan ke arah inovasi digital yang lebih agresif, sekaligus menargetkan partisipasi family office dan investor institusional.

Sebagai firma multi-strategi, Galaxy Digital sebelumnya belum pernah meluncurkan hedge fund dengan fokus ganda pada token kripto dan saham jasa keuangan, menjadikan produk ini sebagai pendekatan baru dalam adaptasi terhadap dinamika pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, keputusan untuk memadukan eksposur token langsung dengan ekuitas perusahaan finansial mencerminkan strategi mitigasi risiko institusional yang cerdas, di mana volatilitas kripto diredam oleh stabilitas saham infrastruktur guna menarik modal konservatif masuk ke ekosistem aset digital.

Sementara itu, kondisi pasar kripto masih menunjukkan volatilitas tinggi. Berdasarkan data CoinMarketCap per 21 Januari 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat di level US$89.360,14 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,79 triliun. BTC mengalami penurunan 2,52% dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 17,83% dalam 90 hari.

Riset Coincu menyebut meningkatnya pengaruh aset digital dan teknologi kecerdasan buatan berpotensi mendorong perubahan regulasi serta inovasi keuangan. Perkembangan ini dinilai dapat mengubah praktik manajemen aset dan strategi investasi tradisional secara fundamental.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version