Altcoin News
Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?
Harga Solana (SOL) bergerak mendatar di kisaran US$144–US$145 pada perdagangan Rabu, setelah mencatat pemulihan tajam dari level terendah Desember di sekitar US$120. Kenaikan cepat tersebut kini kehilangan momentum, dengan pergerakan harga beralih dari fase rebound impulsif ke konsolidasi.
Meski reli mulai melambat, struktur harga menunjukkan tanda stabilisasi, bukan tekanan jual agresif. Pasar saat ini memasuki fase penentuan arah, di mana konfirmasi teknikal dinilai lebih penting dibanding kecepatan pergerakan.
Pemulihan Bertahan, Namun Tren Masih Korektif
Pada grafik harian, Solana berhasil kembali ke atas exponential moving average (EMA) 20 hari, sebuah sinyal awal yang konstruktif setelah periode pelemahan panjang. Namun, tren yang lebih luas masih dibatasi oleh rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjang yang cenderung menurun.
Dilaporkan Traders Union, zona kompresi harga saat ini berada di antara EMA 50 hari di sekitar US$137 dan EMA 100 hari di kisaran US$149. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area US$150–US$160, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan dalam tren turun yang lebih besar, bukan pembalikan tren penuh.
Secara struktur, reli dari US$120 memang mematahkan pola lower low yang terbentuk sejak November. Namun, Solana belum mencetak higher high pada kerangka waktu harian. Selama harga bertahan di atas US$135, struktur pemulihan dinilai masih aman. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka kembali risiko pelemahan ke area US$125–US$130.
Indikator momentum mendukung stabilisasi, tetapi juga memberi peringatan. Relative Strength Index (RSI) harian naik ke area awal 60-an, mencerminkan membaiknya tekanan beli. Namun, level ini kerap muncul pada reli korektif jika tidak disertai penembusan resistance yang kuat. RSI yang mulai mendatar mengindikasikan potensi jeda kenaikan jika tidak ada permintaan baru.
Tekanan Jangka Pendek Meningkat
Pada kerangka waktu lebih rendah, kontrol jangka pendek pembeli mulai melemah. Di grafik 30 menit, indikator Supertrend terlihat mendatar, sementara Parabolic SAR bergerak mendekati harga, menandakan berkurangnya momentum arah.
Area US$147–US$148 kini menjadi zona penolakan intraday yang jelas. Upaya kenaikan berulang kali tertahan di level tersebut, menunjukkan kehadiran penjual yang konsisten. Selama harga berada di bawah US$148, bias jangka pendek cenderung bergerak sideways hingga sedikit melemah.
Support terdekat berada di kisaran US$142–US$143. Jika area ini ditembus, harga berisiko turun menuju US$138 dan kemudian US$135. Sebaliknya, penutupan intraday yang bersih di atas US$148 akan memperbaiki struktur jangka pendek dan membuka peluang pengujian ulang level psikologis US$150.
Baca juga: Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145
Arus Dana dan Leverage Batasi Keyakinan Pasar
Data arus spot menunjukkan gambaran yang beragam. Sesi terakhir mencatat arus masuk bersih sekitar US$6 juta, namun dalam beberapa pekan terakhir terlihat pola distribusi saat harga menguat. Hal ini mengindikasikan investor besar masih berhati-hati dan cenderung memanfaatkan reli untuk mengurangi eksposur.
Di pasar derivatif, open interest meningkat hingga di atas US$8,8 miliar seiring kenaikan volume, menandakan partisipasi trader yang kembali tumbuh. Rasio long-short sedikit condong ke posisi long, namun masih relatif seimbang sehingga belum memicu risiko squeeze besar. Data likuidasi menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi long dalam 12 hingga 24 jam terakhir, mengisyaratkan koreksi saat ini lebih banyak menghapus pembeli terlambat daripada memicu kepanikan.
Kombinasi meningkatnya partisipasi tetapi lemahnya keyakinan ini konsisten dengan pergerakan harga yang cenderung range-bound.
Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya
Secara teknikal, Solana membutuhkan penutupan harian di atas US$150 untuk mengonfirmasi fase pemulihan yang lebih luas. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, target berikutnya berada di sekitar US$160 hingga EMA 200 hari yang menurun.
Sebaliknya, kegagalan menembus US$150 akan mempertahankan SOL dalam fase korektif, dengan risiko penurunan kembali ke area US$135 jika momentum memudar. Hingga ada konfirmasi dari penembusan resistance utama yang didukung arus spot kuat, pergerakan Solana dinilai lebih cocok untuk strategi trading dalam rentang harga dibanding posisi arah jangka panjang.
Pergerakan harga saat ini sejalan dengan analisis sebelumnya yang menilai reli Solana pasca-penurunan November akan menghadapi hambatan kuat di sekitar rata-rata pergerakan harian yang menurun. Solana memang mulai stabil, tetapi masih tertahan di bawah level kunci yang diperlukan untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang berkelanjutan.
Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
