Altcoin News
HBAR Masih Downtrend, Break US$0,112 Berisiko Likuidasi US$2,7 Juta
Tekanan jual terhadap Hedera (HBAR) tercatat berada pada level tertinggi sepanjang 2026. Data pasar menunjukkan momentum bearish masih mendominasi pergerakan harga, meningkatkan risiko likuidasi bagi trader dengan posisi long jika level support utama gagal dipertahankan.
HBAR hingga kini masih terjebak dalam tren turun yang telah berlangsung hampir dua bulan. Upaya pemulihan harga terus tertahan oleh aksi jual berkelanjutan, sementara struktur pasar tetap lemah. Pada saat penulisan, HBAR diperdagangkan di kisaran US$0,117, hanya sedikit di atas area support krusial US$0,114.
Indeks Harga Hedera
Indikator Money Flow Index (MFI) memperkuat sinyal bearish tersebut. MFI tercatat berada di bawah level netral 50, menandakan arus modal keluar lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mencerminkan rendahnya minat beli dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap potensi pemulihan jangka pendek.
Tekanan makro juga menambah risiko penurunan lanjutan. Data peta likuidasi menunjukkan posisi long berada dalam kondisi rentan. Jika harga HBAR menembus support US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long berpotensi terlikuidasi. Tekanan jual diperkirakan akan meningkat seiring dengan terjadinya likuidasi paksa tersebut.
Baca juga: HBAR Terancam Turun ke US$0,080? Support US$0,102 di Ujung Tanduk
Risiko Harga HBAR
Risiko akan semakin besar jika harga turun di bawah US$0,112. Pada level tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan dapat mencapai lebih dari US$2,71 juta, yang berpotensi mempercepat pelemahan harga dan memperburuk sentimen pasar.
Selama tren turun masih bertahan, HBAR berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area US$0,109. Namun demikian, skenario pemulihan masih terbuka jika tekanan jual mulai mereda. Kenaikan berkelanjutan di atas US$0,120 dapat memperbaiki sentimen pasar, sementara penembusan level US$0,125 akan membatalkan pandangan bearish dan mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek.
Menurut Tim Research Tokocrypto, penumpukan posisi likuidasi di bawah harga saat ini menciptakan risiko “efek domino” yang mematikan, di mana penurunan harga sedikit saja dapat memicu penjualan otomatis massal yang akan memperdalam kejatuhan pasar secara instan.
“Bagi investor, kondisi indikator teknikal yang sangat lemah ini merupakan peringatan keras untuk menghindari pembelian spekulatif saat harga sedang jatuh (catching a falling knife) sebelum adanya tanda pembalikan arah yang valid,” ungkapnya.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu sinyal kuat apakah HBAR mampu mempertahankan support penting atau justru memasuki fase penurunan yang lebih dalam.
Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
