Altcoin News
HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan
Ekosistem DeFi kembali mencatat tonggak penting. Hyperliquid secara resmi meluncurkan HIP-3 (Hyperliquid Improvement Proposal 3).
Menurut laporan Republik Rupiah, HIP-3 digambarkan sebagai sebuah pembaruan besar yang memungkinkan developer untuk membuat pasar perpetual secara permissionless hanya dengan melakukan staking 500.000 HYPE.
Melalui HIP-3, pasar derivatif di Hyperliquid tidak lagi terbatas pada kripto, tetapi dapat mencakup aset apa pun, mulai dari saham, indeks, hingga komoditas seperti perak dan emas.
Peluncuran ini langsung memicu lonjakan aktivitas di jaringan. Data terbaru menunjukkan Open Interest (OI) Hyperliquid menembus All-Time High, dengan salah satu kontributor utamanya berasal dari meningkatnya volume trading komoditas, khususnya Perak (Silver).
Hal ini menandakan bahwa minat trader tidak hanya datang dari pasar kripto, tetapi juga mulai merambah instrumen yang selama ini identik dengan keuangan tradisional.
Baca Juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?
Daftar Isi
Seberapa Penting HIP-3?
HIP-3 adalah proposal yang mengubah cara listing pasar di Hyperliquid.
Jika sebelumnya penambahan pasar sangat bergantung pada keputusan terpusat, kini siapa pun dapat menciptakan pasar perpetual untuk aset apa pun, selama memenuhi syarat staking HYPE.
Skema staking 500.000 HYPE berfungsi sebagai mekanisme insentif sekaligus filter kualitas. Di satu sisi, ini mencegah spam market berkualitas rendah.
Di sisi lain, ini memastikan bahwa pihak yang membuat pasar memiliki “skin in the game” dan kepentingan langsung terhadap stabilitas ekosistem.
Dengan HIP-3, Hyperliquid pada dasarnya memperkenalkan konsep “permissionless market creation” di sektor derivatif on-chain, sebuah terobosan yang membuka peluang lahirnya ribuan pasar baru tanpa perlu restu otoritas terpusat.
Open Interest All-Time High, Komoditas Jadi Pendorong Baru
Tak butuh waktu lama bagi pasar merespons. Setelah HIP-3 diluncurkan, Open Interest Hyperliquid melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya jumlah posisi terbuka, yang umumnya diasosiasikan dengan masuknya likuiditas baru dan bertambahnya partisipan pasar.
Yang menarik, salah satu pendorong utama bukan berasal dari kripto, melainkan dari pasar komoditas seperti Perak (Silver).
Fenomena ini menunjukkan bahwa Hyperliquid mulai berfungsi sebagai jembatan antara dunia on-chain dan off-chain, di mana trader dapat mengekspresikan pandangan terhadap aset global langsung dari infrastruktur DeFi.
Masuknya komoditas sebagai kelas aset aktif memperluas basis pengguna Hyperliquid, dari semula didominasi trader kripto menjadi mencakup trader makro dan spekulan komoditas.
Dari DEX ke “Everything Exchange”
Tim Research Tokocrypto menilai HIP-3 sebagai titik balik strategis bagi Hyperliquid.
“Hyperliquid bertransformasi dari sekadar DEX menjadi ‘Everything Exchange’. Kemampuan listing tanpa izin (permissionless) ini adalah game changer yang bisa menyedot likuiditas dari pasar TradFi ke on-chain secara masif.”
Istilah “Everything Exchange” mencerminkan visi Hyperliquid untuk tidak lagi hanya menjadi tempat trading kripto, tetapi sebuah hub global derivatif on-chain.
“Pertumbuhan eksplosif ini memvalidasi tesis HYPE sebagai blue chip DeFi masa depan,” tambah Tim Research Tokocrypto.
Jika visi ini terwujud, Hyperliquid berpotensi menjadi platform di mana saham, komoditas, indeks, hingga produk sintetis lain dapat diperdagangkan secara terdesentralisasi, 24/7, dan tanpa perantara.
Implikasi Besar bagi DeFi dan TradFi
HIP-3 menghadirkan implikasi yang lebih luas dari sekadar fitur baru. Dengan kemampuan membuat pasar apa pun, Hyperliquid membuka pintu bagi:
- Eksperimen finansial skala besar – developer dapat meluncurkan pasar niche, aset sintetis, atau produk derivatif inovatif tanpa hambatan birokrasi.
- Migrasi likuiditas TradFi ke DeFi – trader komoditas dan makro kini memiliki alternatif on-chain untuk mengeksekusi strategi mereka.
- Pertumbuhan ekosistem berbasis komunitas – pasar tidak lagi ditentukan dari atas ke bawah, tetapi lahir dari kebutuhan pengguna.
Namun, pendekatan permissionless juga membawa tantangan: risiko manipulasi harga, likuiditas tipis di pasar baru, dan kebutuhan akan sistem kurasi berbasis reputasi.
Keberhasilan jangka panjang HIP-3 akan sangat bergantung pada bagaimana Hyperliquid dan komunitasnya mengelola risiko-risiko tersebut.
Dampak terhadap HYPE sebagai Aset
Dari sisi tokenomics, kewajiban staking 500.000 HYPE untuk membuat pasar berpotensi menciptakan tekanan permintaan struktural.
Semakin banyak developer yang ingin meluncurkan pasar, semakin besar pula jumlah HYPE yang terkunci di jaringan.
Dalam jangka panjang, ini dapat memperkuat posisi HYPE sebagai aset utilitas inti sekaligus value capture mechanism dalam ekosistem Hyperliquid.
Baca Juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?
Peluncuran HIP-3 menandai evolusi besar Hyperliquid dari DEX derivatif kripto menjadi kandidat kuat bursa on-chain multiaset.
Open Interest yang mencetak rekor baru dan meningkatnya minat pada komoditas seperti Perak menjadi sinyal awal bahwa pasar menyambut transformasi ini.
Jika adopsi berlanjut, HIP-3 bukan hanya fitur, tetapi fondasi bagi lahirnya “Everything Exchange” di dunia DeFi.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
