Policy & Regulations
Hong Kong Perkuat Posisi sebagai Global Connector Kripto, Bidik Dana Institusi
Hong Kong semakin agresif memantapkan posisinya sebagai pusat kripto global.
Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Johnny Ng, menegaskan visi kota tersebut sebagai “global connector”, penghubung strategis antara pasar modal Barat dan inovasi teknologi Timur, khususnya dari China Daratan.
Sebagaimana dilaporkan Coindesk pada Senin (2/2), Ng mengungkapkan bahwa arah kebijakan kripto Hong Kong pada 2026 akan bergeser dari sekadar lisensi ritel menuju penguatan infrastruktur inti yang mendukung aktivitas institusional berskala besar.
Fokus utama akan mencakup regulasi custody aset digital, perdagangan over-the-counter (OTC), serta fasilitasi transaksi dengan volume tinggi.
Langkah ini mempertegas ambisi Hong Kong untuk menjadi yurisdiksi kripto paling matang dan ramah institusi di Asia, bahkan global.
Baca Juga: ETF Solana Pertama Resmi Disetujui Hong Kong, Awal Bull Run SOL?
Fokus Regulasi 2026: Custody, OTC, dan Likuiditas Institusional
Menurut Johnny Ng, tahap awal regulasi kripto Hong Kong yang menitikberatkan pada perlindungan investor ritel kini telah memasuki fase lanjutan.
Pada 2026, regulator akan memprioritaskan fondasi pasar yang dibutuhkan oleh bank, fund manager, dan investor institusi.
Aturan custody menjadi krusial karena menyangkut keamanan aset digital bernilai miliaran dolar. Di sisi lain, regulasi OTC diperlukan untuk mengakomodasi transaksi besar tanpa mengganggu harga pasar.
Infrastruktur perdagangan volume tinggi juga dipersiapkan untuk memastikan likuiditas dan efisiensi setara dengan pasar keuangan tradisional.
Pendekatan ini menandai transisi Hong Kong dari sekadar crypto-friendly menjadi crypto-infrastructure hub yang siap menampung arus dana institusional global.
“Parit Regulasi” untuk Menarik Modal Global
Tim Research Tokocrypto menilai strategi Hong Kong sebagai langkah membangun “regulatory moat” atau parit regulasi yang sulit ditiru oleh yurisdiksi lain.
“Hong Kong membangun parit regulasi strategis dengan memanfaatkan sistem hukum Common Law dan akses modal bebas. Ini menarik arus dana institusional yang mencari kepastian hukum di tengah ketidakpastian regulasi AS,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Berbeda dengan Amerika Serikat yang masih dibayangi ketidakjelasan aturan dan potensi penegakan hukum agresif, Hong Kong menawarkan kepastian hukum, transparansi regulasi, dan jalur kepatuhan yang jelas. Hal ini menjadikannya destinasi alternatif bagi institusi global yang ingin tetap terekspos ke aset kripto tanpa risiko regulasi berlebihan.
Jembatan Barat dan Timur di Era Web3 dan AI
Keunggulan strategis Hong Kong tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi juga posisinya sebagai gerbang utama China ke pasar global.
Meski China Daratan masih membatasi perdagangan kripto secara langsung, inovasi di sektor Web3, blockchain, dan AI terus berkembang pesat.
Hong Kong berperan sebagai buffer zone yang memfasilitasi masuknya inovasi teknologi dari Timur ke pasar modal Barat dengan kerangka hukum internasional.
Dalam konteks ini, kota tersebut bukan hanya pusat perdagangan aset digital, tetapi juga hub integrasi teknologi dan modal global.
Bagi investor institusi, kombinasi ini menciptakan peluang unik: akses ke inovasi Asia dengan standar kepatuhan dan perlindungan hukum ala Barat.
Implikasi bagi Pasar Kripto Global
Reposisi Hong Kong sebagai global connector berpotensi mengubah peta kekuatan kripto dunia.
Jika regulasi custody dan OTC berhasil diimplementasikan secara efektif, Hong Kong bisa menjadi pusat likuiditas institusional Asia, menyaingi bahkan melengkapi peran Singapura dan Dubai.
Arus dana institusional yang masuk juga berpotensi meningkatkan stabilitas pasar, memperdalam likuiditas, dan mempercepat adopsi aset digital di sektor keuangan tradisional.
Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan strategi ini bergantung pada konsistensi kebijakan, koordinasi regulator, serta kemampuan Hong Kong menjaga keseimbangan antara inovasi dan manajemen risiko.
Baca Juga: Hong Kong Bersiap Ketatkan Pajak Kripto! Aturan Baru Mulai 2028
Dengan fokus regulasi 2026 pada infrastruktur dasar kripto, Hong Kong menegaskan ambisinya sebagai penghubung global antara Barat dan Timur.
Di tengah ketidakpastian regulasi AS, pendekatan pro-institusi berbasis kepastian hukum ini menjadi daya tarik kuat bagi modal global.
Jika dieksekusi dengan baik, Hong Kong berpeluang menjadi epicentrum baru ekosistem kripto institusional, sekaligus gerbang utama inovasi Web3 dan AI dari Asia ke panggung dunia.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
