Market
Inflasi AS Bertahan di 3,4%, Bitcoin Menunggu Arah The Fed September
Tim Research Tokocrypto menyebutkan laporan tersebut menghapus risiko kejutan inflasi yang lebih panas, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan The Fed akan menahan suku bunga.
Inflasi Amerika Serikat pada Juli 2026 tercatat sesuai ekspektasi pasar. Data terbaru menunjukkan Consumer Price Index (CPI) tahunan berada di 3,4%, turun dari 3,5% pada Juni, sementara core CPI melambat ke 2,5% secara tahunan.
Data yang dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026 ini membuat pasar tetap terbelah dalam membaca arah kebijakan The Fed pada pertemuan September.
Tim Research Tokocrypto menyebutkan laporan tersebut menghapus risiko kejutan inflasi yang lebih panas, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan The Fed akan menahan suku bunga.
“Bitcoin merespons dengan pergerakan terbatas. BTC diperdagangkan di sekitar US$64.000 setelah rilis data, ketika trader masih menimbang apakah inflasi yang sesuai ekspektasi cukup untuk menurunkan peluang kenaikan suku bunga September,” katanya.
Daftar Isi
Inflasi Sesuai Ekspektasi
Berdasarkan laporan terbaru, headline CPI naik 0,1% secara bulanan pada Juli. Angka ini membalik penurunan 0,4% pada Juni yang sebelumnya menjadi penurunan bulanan terdalam sejak April 2020, terutama akibat turunnya harga energi.
Secara tahunan, inflasi turun dari 3,5% menjadi 3,4%. Sementara itu, core CPI, yang mengecualikan komponen makanan dan energi, naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan. Core inflation juga turun dari 2,6% pada Juni.
Dilaporkan BeInCrypto, angka ini menunjukkan proses disinflasi masih berjalan, tetapi tidak cukup kuat untuk memberi sinyal pelonggaran kebijakan secara agresif. Inflasi utama masih berada di atas target The Fed, sementara pasar tenaga kerja mulai menunjukkan pelemahan.
Kondisi tersebut membuat data CPI Juli tidak sepenuhnya menguntungkan pihak dovish maupun hawkish. Bagi kubu dovish, inflasi yang tidak lebih tinggi dari ekspektasi dapat menjadi alasan untuk menahan suku bunga. Namun, bagi kubu hawkish, inflasi yang masih di atas target tetap menjadi alasan untuk berhati-hati.
Baca juga: Chainlink Uji Breakout, Standard Chartered Pasang Target LINK US$200 pada 2030
Peluang Kenaikan Suku Bunga Turun, tapi Belum Hilang
Setelah data CPI dirilis, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menurun. Menurut data CME Group yang dikutip MarketWatch, peluang kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 16 September turun ke 41,9%, dari 46,1% sebelum data keluar dan 48,4% pada hari sebelumnya.
Perubahan ini menunjukkan pasar membaca CPI Juli sebagai laporan yang cukup stabil, tetapi belum menjadi sinyal dovish yang kuat. Peluang The Fed menahan suku bunga masih lebih besar, tetapi risiko kenaikan tetap terbuka.
Salah satu alasan pasar masih berhati-hati adalah data tenaga kerja Juli yang sebelumnya mengecewakan. Payroll AS turun 23.000, jauh dari ekspektasi kenaikan 80.000. Pelemahan tenaga kerja memberi argumen bagi The Fed untuk bersabar.
Namun, inflasi yang masih berada di atas target membuat keputusan September tetap sulit. Jika data ekonomi berikutnya menunjukkan tekanan harga kembali naik, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menguat.
Bitcoin Bergerak Terbatas
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$64.039 setelah rilis CPI, melemah tipis dalam 24 jam. Pergerakan yang relatif datar mencerminkan respons pasar terhadap data yang sesuai ekspektasi.
Laporan CPI Juli mengurangi risiko kejutan negatif dari inflasi yang lebih panas, tetapi tidak memberikan dorongan baru yang cukup besar untuk memicu reli kuat. Karena itu, trader Bitcoin masih menunggu data lanjutan sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Pasar opsi juga menunjukkan kehati-hatian. Menurut komentar Andrei Grachev dari DWF Labs, perlindungan downside masih dihargai lebih mahal dibanding upside pada expiry akhir Agustus. Strike dekat US$60.000 disebut memiliki premi lebih tinggi dibanding strike upside dekat US$70.000.
Kondisi ini menunjukkan trader tetap waspada terhadap risiko kebijakan The Fed, meskipun data CPI terbaru tidak memberi kejutan besar. Pada saat yang sama, eksposur upside di sekitar US$70.000 mulai dibangun kembali, menandakan pasar masih memiliki skenario bullish jika data berikutnya mendukung.
Data PPI, Jobs, dan PCE Jadi Penentu Berikutnya
Setelah CPI, fokus pasar akan bergeser ke data Producer Price Index (PPI), laporan tenaga kerja Agustus, dan core PCE inflation sebelum keputusan The Fed pada 16 September.
Jika data-data tersebut menunjukkan inflasi tetap terkendali dan pasar tenaga kerja terus melemah, peluang The Fed menahan suku bunga akan semakin besar. Skenario ini dapat mendukung aset berisiko seperti saham dan kripto.
Namun, jika PPI atau core PCE kembali menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat hidup lagi. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berisiko kembali menghadapi tekanan karena pasar akan memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Sejumlah analis menilai laporan CPI Juli memberi gambaran pendinginan bertahap tanpa sinyal resesi yang kuat. Jika harga energi terus mereda, latar makro untuk aset digital dapat tetap konstruktif meski tanpa perubahan kebijakan besar dari The Fed.
Namun, sebagian pelaku pasar juga melihat bahwa selama The Fed tidak menaikkan suku bunga di tengah inflasi yang masih di atas target, kondisi tersebut bisa dianggap sebagai bentuk easing efektif bagi aset berisiko.
Bitcoin Masih Menunggu Konfirmasi
Untuk saat ini, Bitcoin belum mendapatkan sinyal yang cukup kuat dari CPI Juli. Data tersebut cukup baik untuk menurunkan peluang kenaikan suku bunga, tetapi belum cukup dovish untuk mendorong reli besar.
Jika peluang kenaikan suku bunga terus turun dalam beberapa pekan ke depan, Bitcoin berpotensi kembali menguji resistance di area US$65.000 hingga US$70.000. Arus dana ETF dan sentimen pasar global juga akan menjadi faktor penting.
Sebaliknya, jika data inflasi lanjutan kembali menguat, BTC dapat kembali tertekan dan menguji support di area US$60.000. Premi opsi downside menunjukkan sebagian trader masih melindungi diri dari skenario tersebut.
Secara keseluruhan, inflasi AS yang bertahan di 3,4% memberi ruang bagi Bitcoin untuk tetap stabil, tetapi belum cukup untuk memastikan aset kripto bebas dari risiko kenaikan suku bunga September. Pasar kini menunggu data makro berikutnya untuk menentukan apakah BTC dapat bergerak menuju US$70.000 atau kembali tertekan ke area support yang lebih rendah.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
