Market

Inflasi AS Melunak, Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga acuan setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang semakin mereda. Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat untuk Desember mencatat inflasi tahunan sebesar 2,7%, sesuai ekspektasi pasar.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut angka inflasi tersebut sebagai “sangat bagus” dan meminta Ketua The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga secara signifikan. Trump menilai The Fed terlalu lambat merespons kondisi ekonomi dan memperingatkan bahwa penundaan pemangkasan suku bunga dapat menghambat pertumbuhan serta membuat biaya pinjaman tetap tinggi.

Faktor Laporan CPI Desember

Baca juga: The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Laporan CPI Desember menunjukkan inflasi tetap stabil dan tidak mengalami percepatan. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan harga pangan dan energi tercatat sebesar 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS mulai mereda secara bertahap.

Trump menilai data tersebut sebagai bukti bahwa The Fed “tertinggal” dalam kebijakan moneternya. Ia menegaskan bahwa penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan kredit. Trump juga mengklaim kebijakan tarifnya telah memperkuat produksi domestik tanpa memicu lonjakan inflasi.

Pasar merespons positif rilis data inflasi tersebut. Harga Bitcoin melonjak dan sempat menembus level USD 92.000, mencerminkan meningkatnya selera risiko investor di tengah harapan pemangkasan suku bunga di masa depan. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aset berisiko seperti saham dan kripto.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Meski demikian, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih kecil. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, terdapat sekitar 95% probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari 2026. Peluang penurunan sebesar 25 basis poin masih tergolong rendah.

Risalah rapat The Fed terbaru menunjukkan para pembuat kebijakan masih bersikap hati-hati dan menginginkan bukti tambahan bahwa inflasi benar-benar menurun secara berkelanjutan. Sejumlah bank besar, termasuk JPMorgan, bahkan tidak lagi memproyeksikan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat meskipun data inflasi melemah.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan fiskal dan tarif juga menjadi perhatian para pejabat The Fed, yang ingin menilai dampaknya terhadap inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Meski pernyataan Trump kerap memengaruhi sentimen pasar, The Fed sejauh ini tetap menunjukkan independensinya dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga diperkirakan dapat menguat pada paruh kedua tahun ini apabila inflasi tetap stabil atau terus menurun. Data CPI terbaru kini menjadi amunisi utama bagi pihak-pihak yang mendukung pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending

Exit mobile version