Bitcoin News
Katalis yang Tekan Bitcoin pada 10 Oktober Kembali Muncul, Apa Itu?
Tim Research Tokocrypto mengatakan isu tersebut menjadi sensitif karena Strategy, yang dipimpin Michael Saylor, selama ini membangun strategi bisnisnya di sekitar akumulasi Bitcoin.
Bitcoin kembali menghadapi sentimen negatif dari isu yang pernah membayangi pasar saat crash 10 Oktober 2025. MSCI kembali mengkaji aturan yang dapat membuat Strategy, perusahaan dengan treasury Bitcoin terbesar di dunia, keluar dari sejumlah indeks saham global.
Pada 10 Oktober 2025, MSCI mengumumkan perpanjangan konsultasi terkait perlakuan terhadap perusahaan yang bisnis utamanya berkaitan dengan aktivitas digital asset treasury, termasuk perusahaan yang menggunakan pendanaan untuk mengakumulasi aset digital seperti Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto mengatakan isu tersebut menjadi sensitif karena Strategy, yang dipimpin Michael Saylor, selama ini membangun strategi bisnisnya di sekitar akumulasi Bitcoin.
“Jika saham Strategy keluar dari indeks utama, dana pasif yang melacak indeks tersebut berpotensi harus menjual sahamnya,” jelasnya.
Daftar Isi
Crash 10 Oktober Jadi Referensi Pasar
Crash 10 Oktober 2025 menjadi salah satu peristiwa paling besar dalam sejarah pasar kripto. MarketWatch melaporkan lebih dari US$19 miliar posisi kripto terlikuidasi pada Jumat tersebut, menjadikannya salah satu likuidasi harian terbesar di industri aset digital.
Saat itu, Bitcoin turun tajam dari area puncak di atas US$120.000 menuju sekitar US$105.000. Tekanan pasar diperparah oleh leverage tinggi dan kekhawatiran terhadap kondisi makro, termasuk ketegangan perdagangan global.
Pada hari yang sama, MSCI juga merilis konsultasi terkait perusahaan dengan kepemilikan aset digital besar. Rencana awal tersebut menyoroti perusahaan yang memiliki 50% atau lebih aset dalam bentuk crypto, sehingga langsung menempatkan Strategy sebagai salah satu nama utama yang dipantau.
Meski crash tidak hanya disebabkan oleh MSCI, munculnya isu indeks pada saat yang sama memperkuat kekhawatiran pasar terhadap posisi Strategy dan dampaknya terhadap sentimen Bitcoin.
Baca juga: Chainlink Tembus US$9, Akumulasi Whale Dorong Peluang LINK Menuju US$10
Aturan Baru MSCI Bisa Kembali Tekan Strategy
Setelah proposal spesifik crypto sebelumnya mendapat respons dari pasar, MSCI kemudian memperluas pendekatannya melalui kajian terhadap perusahaan yang dinilai lebih menyerupai pemegang aset dibanding bisnis operasional biasa.
Dilaporkan Coinpedia, pendekatan baru ini membuat isu tidak lagi terlihat hanya menargetkan perusahaan crypto. Kategori seperti “Non-Operating Companies” dapat mencakup perusahaan yang sebagian besar nilainya berasal dari kepemilikan aset, bukan dari aktivitas bisnis operasional.
Dengan pendekatan tersebut, Strategy tetap berada dalam sorotan karena porsi besar nilainya berasal dari kepemilikan Bitcoin. Jika perusahaan gagal memenuhi kriteria MSCI, sahamnya berisiko dikeluarkan dari indeks utama.
MSCI sebelumnya juga telah mempublikasikan daftar digital asset treasury companies yang berpotensi terdampak sebagai bagian dari konsultasi indeksnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan seperti Strategy memang menjadi bagian dari evaluasi MSCI.
Risiko Forced Selling Jadi Kekhawatiran Utama
Risiko terbesar dari potensi penghapusan Strategy dari indeks adalah forced selling. Jika saham Strategy keluar dari indeks yang diikuti dana pasif, fund manager yang melacak indeks tersebut kemungkinan harus melepas sahamnya.
Barron’s melaporkan estimasi JPMorgan bahwa Strategy dapat menghadapi sekitar US$2,8 miliar tekanan jual jika dikeluarkan dari indeks MSCI seperti MSCI USA dan MSCI World. Angka itu dapat meningkat menjadi US$8,8 miliar jika penyedia indeks lain mengikuti langkah MSCI.
Reuters juga melaporkan estimasi serupa, bahwa potensi outflow dapat mencapai US$8,8 miliar jika Strategy dikeluarkan dari indeks lain, termasuk Nasdaq 100, CRSP US Total Market Index, dan indeks Russell.
Angka tersebut tidak berarti seluruh tekanan jual pasti terjadi dalam skenario terbaru. Namun, pasar tetap mencermatinya karena penjualan besar pada saham Strategy dapat menekan kemampuan perusahaan untuk mengakses pasar modal.
Dampaknya Bisa Menyebar ke Bitcoin
Strategy selama ini dikenal sebagai pembeli Bitcoin korporasi terbesar. Model bisnisnya sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menggalang dana melalui saham, utang, atau instrumen lain untuk menambah kepemilikan BTC.
Jika saham Strategy mengalami tekanan besar akibat potensi penghapusan indeks, kemampuan perusahaan untuk menerbitkan saham atau memperoleh pendanaan baru dapat melemah. Kondisi ini dapat mengurangi ruang bagi Strategy untuk terus membeli Bitcoin.
Dampak langsung terhadap harga BTC belum tentu terjadi melalui penjualan Bitcoin oleh Strategy. Risiko yang lebih besar adalah hilangnya salah satu sumber permintaan institusional yang selama ini dianggap menopang narasi treasury Bitcoin korporasi.
Karena itu, investor tidak hanya memantau apakah Strategy akan menjual Bitcoin, tetapi juga apakah tekanan indeks dapat mengubah persepsi pasar terhadap model digital asset treasury secara keseluruhan.
Proposal Baru Lebih Sulit Disebut Anti-Bitcoin
Salah satu perbedaan penting dari pendekatan terbaru MSCI adalah cakupannya yang lebih luas. Proposal baru tidak hanya berfokus pada perusahaan pemegang crypto, tetapi juga dapat mencakup perusahaan yang sebagian besar nilainya berasal dari aset non-operasional lain.
Reuters sebelumnya mencatat bahwa selain Strategy, perusahaan seperti Metaplanet juga dapat terdampak oleh kebijakan indeks yang menyoroti perusahaan pembeli Bitcoin.
Dengan cakupan yang lebih luas, MSCI dapat berargumen bahwa aturan tersebut berkaitan dengan klasifikasi indeks, bukan serangan terhadap Bitcoin. Namun, karena Strategy merupakan nama terbesar dalam kategori treasury Bitcoin, dampak pasarnya tetap sangat terasa di sektor crypto.
Bagi pasar, isu utamanya bukan sekadar apakah aturan ini adil atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah perubahan indeks dapat memicu aliran jual pasif dalam jumlah besar dan melemahkan struktur permintaan terhadap saham Strategy.
Pasar Menunggu Keputusan MSCI
Untuk saat ini, risiko MSCI kembali menjadi salah satu katalis yang dipantau investor Bitcoin. Jika Strategy tetap dipertahankan dalam indeks utama, tekanan sentimen dapat mereda dan pasar mungkin membaca risiko forced selling sebagai berlebihan.
Namun, jika Strategy benar-benar dikeluarkan, tekanan terhadap sahamnya dapat meningkat. Dampaknya bisa menjalar ke Bitcoin melalui pelemahan sentimen, penurunan minat terhadap perusahaan treasury BTC, dan berkurangnya ekspektasi pembelian Bitcoin lanjutan oleh Strategy.
Bitcoin sendiri saat ini masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya pada Oktober 2025. Kondisi ini membuat pasar lebih sensitif terhadap katalis negatif, terutama yang berkaitan dengan likuiditas institusional dan arus dana pasif.
Secara keseluruhan, kembalinya isu MSCI membuat Strategy kembali berada di pusat perhatian pasar. Risiko forced selling belum tentu langsung memicu penjualan Bitcoin, tetapi dapat menekan saham Strategy dan mengganggu narasi treasury Bitcoin korporasi.
Kunci berikutnya adalah keputusan MSCI dan respons penyedia indeks lain. Jika hanya MSCI yang bergerak, dampaknya mungkin terbatas. Namun, jika aturan serupa diikuti oleh indeks besar lain, tekanan terhadap Strategy dan sentimen Bitcoin dapat meningkat lebih jauh.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
