Altcoin News
Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 yang Masih Cetak Profit
Tim Research Tokocrypto menyebutkan data ini memberi gambaran bahwa pasar token baru masih sangat menantang.
Sebagian besar altcoin besar yang diluncurkan sejak 2024 masih mencatat kerugian bagi pembeli awal. Berdasarkan data CryptoRank pada 21 Juli 2026, hanya 8 dari 113 token besar yang masih diperdagangkan di atas harga token generation event atau TGE.
Tim Research Tokocrypto menyebutkan data ini memberi gambaran bahwa pasar token baru masih sangat menantang.
“Hype awal sering kali mendorong harga saat listing, tetapi tekanan jual dari token unlock dapat terus membebani harga setelahnya,”ungkapnya.
Data tersebut hanya mencakup token yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar di atas US$100 juta. Meski sudah difilter ke proyek besar, median return sejak peluncuran tetap berada di angka negatif, yaitu sekitar -95,7%.
Temuan ini menunjukkan bahwa banyak token baru gagal mempertahankan valuasi awalnya setelah listing. Kondisi tersebut juga memperkuat kekhawatiran bahwa hype peluncuran sering tidak diikuti oleh permintaan pasar yang berkelanjutan.
Banyak Token Baru Jatuh di Bawah Harga TGE
Dilaporkan BeInCrypto, CryptoRank mencatat bahwa mayoritas token yang diluncurkan sejak 2024 kini diperdagangkan di bawah harga awalnya. Kondisi ini sejalan dengan laporan Memento Research pada Desember lalu, yang menemukan 84,7% token yang diluncurkan pada 2025 sudah berada di bawah harga listing.
Dalam laporan tersebut, 100 dari 118 token yang dianalisis mencatat penurunan dari harga listing. Median valuasi proyek juga turun sekitar 71% sejak peluncuran.
Situasi pasar pada kuartal kedua 2026 tidak banyak membantu. Dalam rekap CryptoRank, 82,1% dari 100 aset kripto terbesar turun pada Juni. Hampir seluruh kategori token utama yang dipantau juga mencatat median kerugian.
Angka tersebut bahkan belum menggambarkan kondisi pasar secara penuh. Data CryptoRank hanya memasukkan token yang masih memiliki market cap di atas US$100 juta. Artinya, ribuan token kecil yang gagal dan tidak lagi masuk kategori tersebut tidak ikut dihitung.
Dua faktor utama disebut menjadi penyebab banyak token baru terus melemah. Pertama, banyak proyek diluncurkan dengan valuasi awal yang terlalu tinggi. Kedua, jadwal token unlock terus menambah suplai ke pasar saat permintaan tidak cukup kuat untuk menyerapnya.
Baca juga: Altcoin Season 2026 Makin Dekat? Ini 4 Skenario yang Bisa Jadi Pemicu
Worldcoin (WLD) menjadi salah satu contoh. Meski sempat menjadi salah satu peluncuran paling ramai pada 2024 dan kini memiliki pengajuan ETF dari Grayscale, harga WLD masih turun sekitar 97% dari puncaknya.
HYPE dan ONDO Masih Bertahan
Di antara sedikit token yang masih profit, Hyperliquid (HYPE) menjadi pemimpin. HYPE mencatat kenaikan sekitar 1.519% sejak airdrop pada November 2024.
Token ini diperdagangkan di sekitar US$61,52 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$13,7 miliar, menjadikannya salah satu aset kripto terbesar di pasar. Kekuatan utama HYPE berasal dari platform perpetuals exchange Hyperliquid yang menghasilkan fee nyata, dengan sebagian pendapatan digunakan untuk buyback token.
Selain itu, ETF spot HYPE juga mulai diperdagangkan pada Mei, menambah sentimen positif terhadap aset tersebut. Meski begitu, HYPE masih berada sekitar 20% di bawah rekor tertingginya pada Juni di US$76,70.
Ondo (ONDO) berada di posisi kedua dengan kenaikan 101,4% dari harga peluncuran. ONDO mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap tokenized US Treasuries dan tren real-world assets atau RWA.
Namun, meskipun masih berada di atas harga launch, ONDO tetap turun sekitar 81% dari puncaknya pada Desember 2024 di US$2,14. Ini menunjukkan bahwa token yang masih profit sejak TGE pun tetap bisa mengalami koreksi besar dari level tertingginya.
Selain HYPE dan ONDO, EverValue Coin (EVA) mencatat kenaikan 20,3%, sementara Midnight Network (NIGHT), jaringan privasi yang terkait dengan Cardano, naik 16,5%. CryptoRank tidak menyebutkan empat token lain yang masih berada di atas harga TGE.
Token Unlock Masih Jadi Risiko Utama
Ketika token baru dibuka untuk investor awal, tim, atau kontributor, suplai tambahan masuk ke pasar. Jika permintaan tidak seimbang, harga mudah tertekan.
Karena itu, investor semakin memperhatikan struktur tokenomics, jadwal unlock, sumber permintaan nyata, dan kemampuan proyek menghasilkan pendapatan. Token yang mampu bertahan biasanya memiliki utilitas jelas, pendapatan nyata, atau aset pendukung yang kuat.
Untuk saat ini, hanya sebagian kecil altcoin baru yang berhasil membuktikan diri setelah peluncuran. HYPE dan ONDO menjadi contoh token yang masih mampu bertahan di atas harga awal, tetapi mayoritas proyek lain justru menunjukkan bahwa hype peluncuran tidak cukup untuk menjaga harga dalam jangka panjang.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
