Altcoin News
Pasar AI Diproyeksi US$2 Triliun, AMDB Naik Saat Bitcoin Tertekan
Saham AMD naik sekitar 3% pada perdagangan 9 September, melanjutkan rally setelah CFO AMD Jean Hu berbicara dalam Citi Global Technology, Media and Telecommunications Conference.
Advanced Micro Devices Tokenized bStocks (AMDB) menguat 3,58% ke US$517,45 dalam 24 jam meski Bitcoin turun 1,52%. Optimisme terhadap pertumbuhan bisnis AI AMD dan meningkatnya adopsi tokenized stocks menjadi penopang utama.
Advanced Micro Devices Tokenized bStocks (AMDB) mencatat kenaikan 3,58% dalam 24 jam ke level US$517,45, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.
Pergerakan tersebut berlawanan dengan kondisi pasar kripto secara umum. Bitcoin melemah sekitar 1,52%, sementara kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,61%.
Divergensi ini menunjukkan AMDB tidak sekadar mengikuti beta pasar kripto. Penguatan justru terjadi ketika underlying Advanced Micro Devices (NASDAQ: AMD) mendapat sentimen positif dari prospek bisnis Artificial Intelligence (AI).
AMD Ungkap Peluang Pasar AI US$2 Triliun
Saham AMD naik sekitar 3% pada perdagangan 9 September, melanjutkan rally setelah CFO AMD Jean Hu berbicara dalam Citi Global Technology, Media and Telecommunications Conference.
Hu memperkirakan total addressable market untuk komputasi AI dapat mencapai sekitar US$2 triliun pada 2030, didorong tingginya kebutuhan CPU dan GPU untuk pembangunan infrastruktur AI.
Baca juga: MRVLB Tembus US$230, Bisnis AI Data Center Marvell Jadi Mesin Pertumbuhan
AMD juga memperkirakan bisnis data center perusahaan dapat tumbuh sekitar dua kali lipat pada 2027, dengan AI GPU menjadi salah satu kontributor terbesar.
Fundamental perusahaan memang sedang mendapat dorongan besar dari segmen ini. Pada kuartal II 2026, pendapatan Data Center AMD melonjak 107% secara tahunan menjadi US$6,72 miliar, ditopang permintaan EPYC dan ekspansi penggunaan Instinct GPU.
Karena AMDB memberikan eksposur ekonomi terhadap saham AMD, optimisme terhadap pertumbuhan bisnis AI tersebut menjadi katalis yang lebih langsung bagi pergerakan token.
Wall Street Makin Optimistis terhadap AMD
Ekspektasi terhadap AMD juga meningkat di kalangan analis.
CLSA menaikkan target harga saham AMD menjadi US$710 dari sebelumnya US$575, sekaligus mempertahankan rating Outperform. Revisi tersebut didorong ekspektasi pengiriman MI-455 GPU yang lebih tinggi dan prospek monetisasi bisnis AI yang semakin besar.
Raymond James juga kembali mempertahankan rating Strong Buy setelah mendapatkan indikasi positif dari supply chain Asia terhadap prospek MI450 AI accelerator dan generasi terbaru server CPU AMD.
Sentimen tersebut memperkuat narasi bahwa AMD menjadi salah satu perusahaan yang berpeluang mengambil porsi lebih besar dari lonjakan belanja infrastruktur AI global.
Bagi AMDB, kondisi tersebut membuat fundamental underlying untuk sementara menjadi penggerak yang lebih dominan dibandingkan pergerakan Bitcoin.
Tokenized Stocks Terus Perluas Pasar
Pada saat bersamaan, sektor tokenized equities juga terus berkembang.
Data RWA.xyz per 10 September 2026 menunjukkan nilai distributed tokenized stocks telah mencapai sekitar US$2,93 miliar, naik lebih dari 10% dalam 30 hari. Jumlah holder melonjak hampir 170% menjadi sekitar 3,05 juta.
Dilaporkan CoinMarketCap, bStocks, platform tempat AMDB berada, mencatat sekitar US$647,2 juta dalam distributed asset value dan menjadi salah satu platform tokenized equities terbesar berdasarkan nilai aset.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan tokenized stocks semakin mendapat tempat sebagai jalur alternatif memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan global melalui blockchain.
Kemampuan diperdagangkan di luar jam bursa tradisional juga membuat AMDB dapat terus merespons perkembangan AMD maupun sentimen pasar ketika Nasdaq sedang tutup.
US$500 Jadi Support Utama AMDB
Dari sisi teknikal jangka pendek, level US$500 menjadi support psikologis terpenting setelah penguatan terbaru.
Selama AMDB mampu mempertahankan posisi di atas US$500 dan saham AMD tetap menunjukkan momentum positif, harga berpeluang kembali menguji area US$530.
Breakout di atas level tersebut dengan volume yang kuat dapat membuka ruang untuk melanjutkan rally.
Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan US$500, momentum bullish dapat melemah dan membuka peluang konsolidasi ke area yang lebih rendah.
Perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) AS untuk Agustus pada 11 September 2026. Data inflasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve dan risk appetite terhadap saham teknologi maupun aset digital.
Secara jangka pendek, outlook AMDB masih cautiously bullish. Kemampuannya menguat ketika Bitcoin melemah menunjukkan rally saat ini lebih banyak mendapat dukungan dari underlying AMD dan narasi AI dibandingkan sentimen pasar kripto secara umum.
Selama US$500 mampu dipertahankan, area US$530 menjadi level berikutnya yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
