Altcoin News

Pavel Durov Siapkan Wallet Gram di Telegram, Harga GRAM Naik

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski naik setelah pengumuman Durov, GRAM masih mencatat penurunan lebih dari 54% dalam satu tahun terakhir.

Published

on

Harga GRAM mencatat kenaikan setelah pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan rencana peluncuran wallet Gram native non-custodial di setiap aplikasi Telegram pada musim panas ini.

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski naik setelah pengumuman Durov, GRAM masih mencatat penurunan lebih dari 54% dalam satu tahun terakhir.

“Hal ini menunjukkan bahwa reli terbaru belum sepenuhnya mengubah tren jangka panjang token tersebut,” ungkapnya.

Dalam pengumumannya di channel Telegram resmi, Durov menyebut peluncuran tersebut akan menjadi salah satu distribusi wallet crypto non-custodial terbesar, dengan target menjangkau lebih dari 1 miliar pengguna Telegram.

Setelah kabar tersebut muncul, harga GRAM naik lebih dari 8% dan sempat diperdagangkan di sekitar US$1,53. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran US$4,17 miliar, menempatkan GRAM di peringkat 25 aset kripto terbesar menurut data BeInCrypto Rankings.

Telegram Siapkan Wallet Non-Custodial

Durov menyebut wallet baru ini akan memungkinkan transaksi kripto instan tanpa biaya bagi pengguna Telegram. Fitur tersebut akan langsung tersedia secara native di aplikasi Telegram, sehingga pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi terpisah.

Langkah ini menjadi upaya besar Telegram untuk mendorong adopsi Gram sebagai aset digital yang lebih terintegrasi dalam ekosistem aplikasinya.

Dikutip BeInCrypto, wallet non-custodial berarti pengguna memegang kendali atas aset mereka sendiri, berbeda dari layanan custodial yang menyimpan aset atas nama pengguna. Jika berjalan sesuai rencana, integrasi ini dapat memperluas akses crypto ke basis pengguna Telegram yang sangat besar.

Namun, dampak sebenarnya masih bergantung pada tingkat aktivasi pengguna. Meski wallet tersedia di aplikasi, keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa banyak pengguna yang benar-benar menggunakannya untuk transaksi.

Baca Juga: Telegram Ambil Alih TON, Harga Toncoin Meledak 100%

Berbeda dari Wallet in Telegram

Wallet Gram native yang diumumkan Durov akan berbeda dari Wallet in Telegram, produk multi-chain custodial yang dikembangkan oleh The Open Platform atau TOP.

Pendiri TOP, Andrew Rogozov, menjelaskan bahwa kedua produk tersebut akan berjalan berdampingan dan menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda.

Menurut Rogozov, Telegram Wallet akan menjadi pintu masuk sederhana ke dunia kripto. Sementara itu, Wallet in Telegram ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan fitur lebih lanjut seperti trading, investasi, dan pengelolaan aset digital.

Dengan pemisahan ini, Telegram tampaknya ingin menawarkan dua lapisan layanan: wallet non-custodial untuk penggunaan dasar dan akses mudah, serta wallet custodial dengan fitur yang lebih kompleks.

GRAM Masih Turun dalam Setahun

Peluncuran wallet ini juga melanjutkan momentum setelah rebrand dari Toncoin menjadi Gram yang berlaku pada 15 Juni dengan dukungan 81,22% suara komunitas.

Pergerakan harga Gram (GRAM/USDT) pada Rabu, 22 Juli 2026. Sumber: Tokocrypto.

Telegram sebelumnya juga mengambil alih pengembangan jaringan pada Mei dan memangkas biaya transaksi sekitar enam kali lipat. Selain itu, Telegram turut meluncurkan aplikasi Apple Watch dalam periode rebrand tersebut.

Meski begitu, GRAM masih menghadapi skeptisisme dari sebagian pelaku industri. CEO Blockstream, Adam Back, sebelumnya mempertanyakan mekanisme inflasi GRAM setelah Durov membandingkan token tersebut secara positif dengan Bitcoin.

Untuk saat ini, pengumuman wallet native menjadi katalis utama bagi GRAM. Jika Telegram berhasil mendorong adopsi wallet dalam skala besar, GRAM berpotensi mendapat dorongan utilitas baru. Namun, pasar masih perlu melihat apakah lebih dari 1 miliar pengguna Telegram benar-benar akan mengaktifkan dan menggunakan wallet tersebut secara aktif.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version