Bitcoin News

Perdebatan Bottom Bitcoin: Standard Chartered dan Galaxy Berbeda Pandangan

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian setelah sempat turun ke sekitar US$59.000 lalu pulih ke atas US$63.000.
Tim Research Tokocrypto melihat, faktor timing juga menjadi alasan Galaxy lebih berhati-hati.

Published

on

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian setelah sempat turun ke sekitar US$59.000 lalu pulih ke atas US$63.000. Pergerakan ini memicu perdebatan besar: apakah bottom siklus kali ini sudah terbentuk, atau BTC masih berisiko turun lebih dalam?

Standard Chartered menilai bottom Bitcoin sudah terjadi di US$59.000. Sebaliknya, Galaxy Research melihat dasar harga sebenarnya masih belum terbentuk dan bisa muncul beberapa bulan ke depan.

Meski berbeda arah, kedua institusi sepakat pada satu hal: siklus Bitcoin kali ini kemungkinan tidak akan mengulang crash ekstrem 77% hingga 85% seperti siklus-siklus sebelumnya.

Standard Chartered: Bottom Sudah Terbentuk di US$59.000

Geoffrey Kendrick, global head of digital asset research Standard Chartered, menyebut penurunan Bitcoin ke US$59.000 sebagai level terendah untuk siklus ini.

Level tersebut berada sekitar 53% di bawah all-time high Oktober di US$126.000.

Menurut Kendrick, winter crypto sudah berakhir dan pasar mulai memasuki fase “crypto spring”. Pandangan ini menunjukkan bahwa Standard Chartered melihat penurunan terbaru sebagai capitulation terakhir sebelum pemulihan yang lebih luas.

Dua Katalis yang Mendukung Pandangan Bullish

Standard Chartered melihat dua katalis utama yang mendukung skenario bottom.

Pertama, Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyebut kemungkinan kesepakatan dapat ditandatangani dalam beberapa hari. Jika ketegangan geopolitik mereda, reli harga minyak bisa berhenti, yield Treasury dapat turun, dan aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapat dukungan.

Kedua, IPO SpaceX senilai US$75 miliar telah memicu rotasi likuiditas jangka pendek. Kendrick menilai sebagian holder ETF Bitcoin mungkin menjual fund shares untuk menyiapkan dana bagi debut SpaceX di Nasdaq.

Baca Juga: Mengapa Strategy Menjual 32 BTC? Michael Saylor Beri Penjelasan di BTC Prague

ETF Outflow Jadi Tekanan Sementara

Spot Bitcoin ETF AS mencatat outflow sekitar US$4,3 miliar dalam rekor 13 sesi berturut-turut.

Bagi Standard Chartered, arus keluar ini dapat bersifat sementara jika sebagian dana memang dialihkan untuk kebutuhan IPO SpaceX. Jika setelah IPO selesai ETF kembali mencatat inflow, maka tesis bottom US$59.000 akan semakin kuat.

Karena itu, data ETF dalam beberapa hari setelah IPO menjadi indikator penting untuk menguji pandangan Standard Chartered.

Galaxy: Bottom Masih Bisa Turun ke US$40.000–US$46.000

Galaxy Research memiliki pandangan berbeda. Alex Thorn, head of firmwide research Galaxy, menilai bottom Bitcoin belum terbentuk dan kemungkinan baru muncul pada akhir 2026.

Galaxy memperkirakan cycle low berada di kisaran US$40.000 hingga US$46.000.

Menurut mereka, siklus empat tahunan Bitcoin memang mulai berubah dan lebih cepat terkompresi, tetapi belum selesai. Dari 13 sinyal yang biasanya muncul di setiap bottom sebelumnya, baru empat yang aktif saat ini.

Penurunan Saat Ini Masih Terlalu Dangkal

Galaxy menilai penurunan Bitcoin saat ini sekitar 51% dari puncak masih lebih ringan dibanding bear market sebelumnya.

Pada siklus-siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya turun 77% hingga 85% sebelum benar-benar membentuk bottom.

Meski Galaxy tidak memperkirakan crash sedalam itu akan terulang, mereka menilai penurunan saat ini belum cukup untuk memastikan bahwa dasar harga sudah terbentuk.

Timing Siklus Belum Lengkap

Tim Research Tokocrypto melihat, faktor timing juga menjadi alasan Galaxy lebih berhati-hati. Dalam siklus sebelumnya, bottom biasanya muncul 12 hingga 13 bulan setelah market top.

“Saat ini, Bitcoin baru sekitar delapan bulan dari puncak Oktober,” terangnya.

Dengan dasar tersebut, Galaxy melihat masih ada ruang waktu bagi pasar untuk mengalami fase tekanan lanjutan sebelum menemukan bottom yang lebih kuat.

Titik Temu: Crash 80% Tidak Lagi Jadi Skenario Utama

Meski berbeda pandangan soal level bottom, Standard Chartered dan Galaxy sepakat bahwa Bitcoin kemungkinan tidak akan mengalami crash klasik 77% hingga 85% seperti siklus sebelumnya.

Galaxy mencatat bahwa setiap bear market Bitcoin semakin dangkal dari waktu ke waktu. Penurunan terdalam berkurang dari sekitar 85%, lalu 84%, lalu 77%.

Perubahan ini menunjukkan struktur pasar Bitcoin semakin matang dan tidak lagi sepenuhnya digerakkan oleh retail seperti siklus lama.

ETF dan Treasury Perusahaan Mengubah Struktur Pasar

Salah satu alasan crash ekstrem dianggap lebih kecil kemungkinannya adalah perubahan struktur pasar.

ETF spot Bitcoin dan corporate treasuries menciptakan basis holder yang lebih besar dan lebih institusional. Galaxy mencatat aggregate cost basis holder saat ini berada di sekitar 43,7% dari puncak sebelumnya, lebih tinggi dibanding sekitar sepertiga pada siklus terdahulu.

Artinya, capitulation klasik pun bisa terjadi pada level harga yang lebih tinggi dibanding masa lalu.

Level yang Perlu Dipantau

Untuk menguji skenario Standard Chartered, pasar perlu melihat apakah ETF kembali mencatat inflow setelah IPO SpaceX, apakah harga minyak turun, dan apakah penjualan 32 BTC oleh Strategy benar-benar hanya transaksi satu kali.

Jika ketiga sinyal ini membaik, pandangan bahwa US$59.000 adalah bottom akan semakin kuat.

Sebaliknya, jika ETF outflow berlanjut, geopolitik kembali memanas, dan Bitcoin gagal mempertahankan area US$60.000, skenario Galaxy menuju US$40.000–US$46.000 bisa kembali mendapat perhatian.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version