Altcoin News

RedStone Melonjak 18%, Volume Trading RED Naik 921%

Tim Research Tokocrypto melihat kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan likuiditas dan breakout teknikal.

Published

on

Harga RedStone (RED) mencatat kenaikan tajam dalam 24 jam terakhir. Token ini naik 18,64% ke level US$0,0985, jauh mengungguli pasar kripto yang secara umum bergerak datar dengan kenaikan total market cap sekitar 0,43%.

Tim Research Tokocrypto melihat kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan likuiditas dan breakout teknikal.

“Volume perdagangan 24 jam RED melonjak 921% menjadi sekitar US$43,2 juta, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pasar yang sangat besar,” ujarnya.

Dalam data yang tersedia, belum terlihat katalis spesifik seperti pengumuman kemitraan, listing baru, atau perkembangan ekosistem besar. Karena itu, reli RED lebih terlihat sebagai pergerakan teknikal yang diperkuat oleh lonjakan volume.

Volume Trading Jadi Katalis Utama

Lonjakan volume menjadi faktor paling menonjol dalam pergerakan RED. Kenaikan volume lebih dari sembilan kali lipat menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat di pasar spot.

Turnover ratio RED berada di sekitar 0,91, menandakan aktivitas perdagangan cukup tinggi dibanding ukuran pasarnya. Kondisi ini membantu harga menembus area resistance sebelumnya dan membentuk breakout yang lebih meyakinkan.

Data CoinMarketCap melihat breakout yang didukung volume besar biasanya dianggap lebih valid dibanding kenaikan harga dengan volume tipis. Hal ini karena pergerakan tersebut menunjukkan partisipasi pasar yang lebih luas dan likuiditas yang cukup untuk mendorong harga.

Namun, volume yang sangat tinggi juga perlu dipantau. Jika volume turun tajam setelah reli, momentum dapat melemah dan harga berisiko mengalami koreksi akibat aksi profit-taking.

RED Bergerak Lepas dari Pasar Utama

Kenaikan RED terjadi ketika pasar kripto secara keseluruhan hanya bergerak tipis. Total market cap naik sekitar 0,43%, sementara Bitcoin dominance juga relatif stabil.

Perbedaan ini menunjukkan RED sedang bergerak dengan momentum sendiri, bukan hanya mengikuti arah pasar. Tanpa katalis berita yang jelas, pergerakan ini kemungkinan besar didorong oleh kombinasi teknikal, likuiditas, dan minat trader momentum.

Kondisi seperti ini dapat menarik trader jangka pendek karena breakout dengan volume besar sering menjadi sinyal awal perubahan struktur harga. Namun, reli tanpa narasi fundamental yang kuat juga lebih rentan melemah jika minat pasar berpindah.

Karena itu, pasar perlu melihat apakah RED mampu mempertahankan kenaikan dalam beberapa sesi berikutnya. Jika harga tetap stabil di atas zona breakout, peluang lanjutan reli akan lebih kuat.

Baca juga: Inflow ETF Solana Melonjak 70 Kali, tapi Harga SOL Masih Tertahan

US$0,095 Jadi Support Penting

Dalam jangka pendek, area US$0,095 menjadi level penting bagi RED. Area ini berperan sebagai zona breakout yang perlu dipertahankan agar struktur bullish tetap valid.

Jika RED mampu bertahan di atas US$0,095, peluang untuk menguji resistance psikologis US$0,10 akan terbuka. Level ini menjadi batas penting karena angka bulat sering menjadi area perhatian trader.

Penutupan harga di atas US$0,10 dengan volume yang tetap kuat dapat membuka peluang kenaikan lanjutan menuju US$0,11. Skenario ini akan memperkuat sinyal bahwa breakout RED bukan hanya lonjakan sesaat.

Sebaliknya, jika RED gagal mempertahankan US$0,095, risiko koreksi akan meningkat. Dalam skenario tersebut, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar US$0,085.

Reli Masih Butuh Konfirmasi

Meski momentum RED saat ini positif, reli masih membutuhkan konfirmasi tambahan. Kunci utama ada pada kemampuan harga bertahan di atas zona breakout dan menembus US$0,10 secara meyakinkan.

Jika volume tetap tinggi dan harga bergerak stabil di atas US$0,095, trader dapat membaca pergerakan ini sebagai perubahan struktur pasar yang lebih kuat. Namun, jika volume cepat menurun, reli berisiko kehilangan tenaga.

Tidak adanya katalis publik juga membuat pasar harus lebih berhati-hati. Tanpa dukungan berita fundamental, kenaikan RED dapat sangat bergantung pada minat trader momentum dan kondisi likuiditas jangka pendek.

Karena itu, area US$0,095 dan US$0,10 akan menjadi level paling penting untuk dipantau dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

Outlook RED Masih Bullish secara Momentum

Secara keseluruhan, outlook RedStone masih bullish secara momentum. Kenaikan 18,64% dalam 24 jam didukung oleh lonjakan volume 921%, sehingga pergerakan ini terlihat lebih solid dibanding reli yang terjadi dalam likuiditas tipis.

Target terdekat RED berada di US$0,10. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, peluang menuju US$0,11 akan terbuka.

Namun, jika harga gagal bertahan di atas US$0,095, tekanan profit-taking dapat muncul dan membawa RED kembali ke area US$0,085. Risiko ini perlu diperhatikan karena reli terbaru belum memiliki katalis fundamental yang jelas dalam data yang tersedia.

Kunci berikutnya adalah apakah RED mampu menaklukkan level US$0,10 dan mempertahankan volume tinggi setelah breakout. Jika berhasil, momentum bullish dapat berlanjut. Jika tidak, RED kemungkinan perlu berkonsolidasi lebih dulu sebelum mencoba kenaikan berikutnya.

Baca juga: SEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version