Altcoin News
Saham Intel Melonjak 7,7%, INTCB Tembus US$109 Usai Terobosan SEC
Intel Tokenized bStocks (INTCB) mencatat kenaikan 4,69% dalam 24 jam ke level US$109,74, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Intel Tokenized bStocks (INTCB) menguat 4,69% ke US$109,74 dalam 24 jam, jauh mengungguli pasar kripto. Kenaikan berlangsung seiring rally hampir 8% saham Intel, sementara Innovation Exemption SEC memberi tambahan sentimen positif bagi industri saham tokenisasi.
Intel Tokenized bStocks (INTCB) mencatat kenaikan 4,69% dalam 24 jam ke level US$109,74, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Dikutip CoinMarketCap, pergerakan tersebut lebih tinggi dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 2,1%.
Namun, katalis terkuat kali ini justru datang dari saham Intel Corporation (NASDAQ: INTC).
Pada 17 September, saham Intel ditutup melonjak 7,67% ke US$108,80, setelah sehari sebelumnya naik 4,03%. Volume perdagangan mencapai sekitar 147 juta saham, jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa sesi sebelumnya.
Pada perdagangan sebelum pembukaan 18 September, INTC kemudian bergerak di sekitar US$109,79, hampir identik dengan harga INTCB di US$109,74.
Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan saham tokenisasi Intel saat ini sangat dekat dengan pergerakan saham acuannya.
Daftar Isi
Intel Melonjak di Tengah Kabar Kerja Sama SK Hynix
Optimisme terhadap Intel kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa perusahaan sedang melakukan pembicaraan awal dengan SK Hynix mengenai produksi cip memori di Amerika Serikat.
Salah satu skenario yang dibahas adalah SK Hynix menyewa sebagian fasilitas Intel di Ohio. Pilihan lain mencakup pembentukan usaha patungan yang juga dapat melibatkan perusahaan komputasi awan yang membutuhkan pasokan memori untuk pusat data AI.
Belum ada kesepakatan final, sehingga potensi kerja sama tersebut masih bersifat awal.
Namun, investor melihat peluang besar bagi Intel.
Jika fasilitas Ohio dapat digunakan untuk memproduksi cip memori, perusahaan berpotensi memperoleh sumber pemanfaatan kapasitas baru sekaligus memperkuat bisnis manufaktur cipnya.
Cerita tersebut semakin menarik ketika kebutuhan cip memori meningkat akibat pertumbuhan pusat data dan kecerdasan buatan.
Intel sendiri telah keluar dari bisnis memori beberapa tahun lalu, sehingga kerja sama dengan salah satu produsen memori terbesar dunia dapat menjadi cara baru untuk kembali memperoleh eksposur terhadap segmen tersebut tanpa harus membangun bisnis dari awal.
Baca juga: Saham Marvell Rebound, MRVLB Naik 6,76% Usai SEC Buka Jalan Tokenisasi
Sektor Chip Ikut Rebound Kuat
Kenaikan Intel juga berlangsung ketika saham semikonduktor mengalami pemulihan besar.
Pada perdagangan 17 September, indeks Philadelphia Semiconductor naik sekitar 3,1%. AMD melonjak 6,4%, Intel naik 7,7%, sementara berbagai saham cip AI lainnya juga membukukan kenaikan.
Pemulihan terjadi setelah aksi jual tajam pada awal pekan yang dipicu kekhawatiran mengenai kemungkinan perlambatan investasi AI.
Namun, sentimen kemudian berbalik setelah investor kembali menilai pembangunan pusat data dan kebutuhan komputasi AI masih kuat. Penurunan harga minyak dan imbal hasil Treasury AS juga membantu meredakan tekanan terhadap saham teknologi.
Momentum tersebut bahkan masih berlanjut pada 18 September. Saham Intel kembali naik dalam perdagangan sebelum pembukaan bersama sejumlah perusahaan yang terkait dengan AI dan semikonduktor.
Artinya, pergerakan INTCB kali ini tidak terjadi secara terisolasi.
SEC Buka Jalur Baru Saham Tokenisasi
Di sisi lain, industri saham tokenisasi mendapat katalis regulasi besar dari Amerika Serikat.
Pada 17 September, Securities and Exchange Commission AS resmi menerbitkan Innovation Exemption.
Aturan tersebut memberikan pengecualian sementara dan bersyarat kepada Tokenized Securities Venues (TSV) dari definisi bursa berdasarkan Securities Exchange Act agar dapat memperdagangkan saham NMS yang ditokenisasi menggunakan kumpulan likuiditas otomatis yang bersifat terbatas bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Pengecualian tersebut berlaku selama lima tahun.
SEC juga menetapkan sejumlah persyaratan. Saham tokenisasi yang diperdagangkan harus memberikan hak dan manfaat yang sama dengan kelas saham tradisional yang menjadi acuannya. Jika tokenisasi dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, platform juga harus memberi pemberitahuan dan kesempatan kepada perusahaan penerbit saham untuk menyampaikan keberatan.
Kontrak pintar yang digunakan harus dapat diaudit dan tersedia secara publik, sementara perdagangan token juga harus dihentikan jika perdagangan saham acuannya dihentikan di bursa utama.
Langkah tersebut memberi jalur yang lebih jelas bagi eksperimen perdagangan saham berbasis blockchain di Amerika Serikat.
Innovation Exemption Tidak Otomatis Berlaku untuk INTCB
Meski menjadi perkembangan penting, aturan SEC perlu dibedakan dari produk INTCB yang sudah beredar.
Innovation Exemption bukan persetujuan otomatis terhadap seluruh saham tokenisasi atau bStocks yang tersedia secara global.
Pengecualian hanya berlaku kepada TSV dan penyedia likuiditas yang memenuhi seluruh persyaratan SEC.
Karena itu, INTCB tidak otomatis memperoleh izin baru untuk diperdagangkan di Amerika Serikat hanya karena Innovation Exemption telah diterbitkan.
Dampaknya saat ini lebih tepat dilihat sebagai validasi terhadap konsep perdagangan saham secara on-chain serta pengurangan sebagian ketidakpastian regulasi bagi industri secara keseluruhan.
Untuk INTCB sendiri, saham Intel tetap menjadi acuan fundamental yang jauh lebih langsung.
Penggunaan Saham Tokenisasi Terus Bertambah
Ekosistem saham tokenisasi juga memang terus berkembang.
Binance Research mencatat kapitalisasi pasar aktif saham tokenisasi mencapai sekitar US$4 miliar per 9 September, meningkat 314% sejak awal tahun.
Volume perdagangan bulanan melonjak dari US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus.
Penggunaannya juga mulai bergerak lebih jauh dari sekadar perdagangan.
Nilai saham tokenisasi yang aktif digunakan dalam aplikasi keuangan berbasis blockchain meningkat dari US$21,6 juta menjadi US$289,1 juta sepanjang 2026 hingga 9 September, atau naik lebih dari 1.200%.
Sekitar 65,4% dana tersebut berada dalam kumpulan likuiditas, sementara 28,1% digunakan dalam aktivitas pinjam-meminjam.
Perkembangan lain datang dari platform baru seperti Genius.fun di BNB Chain. Platform tersebut menyatakan pengguna dapat memasangkan token baru dengan aset seperti bStocks, xStocks, Ondo, BNB, USDT, dan USDC, sehingga saham tokenisasi mulai digunakan sebagai pasangan pasar bagi aset lain.
Namun, perkembangan itu merupakan katalis sektor dan tidak menciptakan permintaan langsung terhadap INTCB secara otomatis.
Volume INTCB Naik 57%, tapi Bukan Berarti Seluruhnya Modal Baru
Berdasarkan data yang digunakan, volume perdagangan INTCB meningkat sekitar 57,4% dalam 24 jam.
Lonjakan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan dan perhatian pasar terhadap INTCB meningkat.
Namun, peningkatan volume tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh transaksi merupakan modal baru yang masuk.
Volume mencakup transaksi beli dan jual. Karena itu, istilah yang lebih tepat adalah peningkatan aktivitas perdagangan, bukan bukti pasti arus modal bersih.
Dalam kasus INTCB, hubungan dengan saham Intel bahkan terlihat sangat kuat.
Harga INTCB di US$109,74 hampir sama dengan harga saham Intel terbaru di sekitar US$109–US$110. Ini memperkuat indikasi bahwa kenaikan token lebih banyak mencerminkan rally saham acuannya dibandingkan pergerakan spekulatif yang terpisah.
US$105 Berubah Jadi Area Penopang
Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, US$105 menjadi area penopang penting bagi INTCB.
Harga telah berhasil bergerak melewati level psikologis US$100 dan kini berada mendekati US$110.
Saham Intel sendiri mencapai harga tertinggi intraday US$111,37 pada 17 September, sebelum ditutup di US$108,80.
Selama INTCB mampu mempertahankan area US$105–US$110 dan saham Intel melanjutkan penguatan, harga berpeluang menguji US$115.
Jika momentum sektor semikonduktor terus menguat, area tersebut menjadi hambatan berikutnya yang perlu diperhatikan.
Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$105 dapat menunjukkan momentum mulai melemah.
Area US$100 kemudian menjadi penopang psikologis berikutnya. Penurunan di bawahnya dapat membuka ruang koreksi lebih besar.
Kabar SK Hynix Jadi Faktor yang Perlu Dipantau
Risiko terbesar dari rally Intel saat ini adalah sebagian katalis utamanya masih didasarkan pada pembicaraan yang belum menghasilkan kesepakatan final.
Intel maupun SK Hynix belum mengumumkan kontrak resmi terkait produksi cip memori di Ohio. Pembicaraan juga dapat menghadapi tantangan regulasi dari Korea Selatan karena teknologi memori canggih termasuk aset strategis bagi negara tersebut.
Karena saham Intel telah naik dari US$97,14 pada 15 September menjadi US$108,80 pada 17 September, sebagian ekspektasi positif sudah tercermin dalam harga.
Jika kerja sama berkembang menuju kesepakatan konkret, sentimen dapat kembali menguat.
Sebaliknya, jika pembicaraan berhenti atau struktur kesepakatan ternyata lebih terbatas dari harapan pasar, saham Intel dan INTCB dapat mengalami aksi ambil untung.
Secara jangka pendek, prospek INTCB masih cenderung positif tetapi volatil.
Kenaikan 4,69% kali ini memiliki fondasi yang lebih jelas daripada sekadar euforia RWA. Saham Intel melonjak 7,67%, sektor semikonduktor mengalami rebound, dan pembicaraan dengan SK Hynix membuka peluang baru bagi fasilitas manufaktur Intel di AS.
Innovation Exemption SEC menjadi katalis tambahan yang penting bagi perkembangan saham tokenisasi secara keseluruhan.
Namun, dengan harga INTCB dan saham Intel sekarang hampir sama, arah saham INTC tetap menjadi faktor utama untuk menentukan apakah INTCB dapat melanjutkan kenaikan menuju US$115.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
