Altcoin News
Saham Palantir Turun, PLTRB Malah Naik: Bisa Tembus US$200?
Palantir Tokenized bStocks (PLTRB) mencatat kenaikan 1,26 persen dalam 24 jam menjadi 192,18 dollar AS, sedikit mengungguli penguatan pasar kripto.
Palantir Tokenized bStocks (PLTRB) menguat 1,26 persen dalam 24 jam ke level 192,18 dollar AS saat pasar kripto bergerak positif terbatas. Menariknya, saham Palantir justru ditutup melemah pada perdagangan terakhir, memperlihatkan dinamika price discovery tokenized stocks selama akhir pekan.
Dikutip CoinMarketCap, Palantir Tokenized bStocks (PLTRB) mencatat kenaikan 1,26 persen dalam 24 jam menjadi 192,18 dollar AS, sedikit mengungguli penguatan pasar kripto secara keseluruhan.
Bitcoin pada periode yang sama naik sekitar 0,93 persen, sementara kapitalisasi pasar crypto bertambah sekitar 0,89 persen.
Namun, kenaikan PLTRB tidak sepenuhnya sejalan dengan saham Palantir Technologies (NASDAQ: PLTR) sebagai underlying.
Pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, saham Palantir justru turun 1,52 persen menjadi 189,67 dollar AS. Meski demikian, secara lima hari saham PLTR masih mencatat kenaikan sekitar 6,77 persen, setelah sempat melonjak 3,68 persen pada 23 September.
Daftar Isi
PLTRB Bergerak Saat Wall Street Tutup
Perbedaan arah antara PLTRB dan saham Palantir menunjukkan salah satu karakter utama tokenized stocks.
Saham PLTR berhenti diperdagangkan ketika bursa AS tutup, sedangkan pasar bStocks masih dapat melakukan price discovery berdasarkan supply-demand dan sentimen investor crypto.
Karena itu, PLTRB dapat sementara bergerak di atas atau di bawah harga saham underlying sebelum keduanya kembali mengalami penyesuaian ketika Wall Street dibuka.
Pada harga 192,18 dollar AS, PLTRB saat ini berada sekitar 1 persen di atas harga penutupan terakhir saham Palantir.
Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan saham PLTR akan langsung dibuka pada level yang sama. Namun, pergerakan akhir pekan dapat menjadi gambaran mengenai positioning investor sebelum perdagangan saham kembali aktif.
Momentum Saham Palantir Masih Kuat
Meski turun pada Jumat, momentum Palantir sepanjang pekan masih relatif kuat.
Saham PLTR naik dari 183,09 dollar AS pada 21 September menjadi 192,59 dollar AS pada 24 September, sebelum terkoreksi ke 189,67 dollar AS pada sesi terakhir.
Kenaikan tajam pada 23 September terjadi setelah Rosenblatt Securities mempertahankan rating Buy dan target harga 225 dollar AS untuk saham Palantir.
Analis menyoroti momentum bisnis perusahaan di sektor enterprise dan government AI. Namun, perlu dicatat bahwa sebagian perhatian pasar saat itu berkaitan dengan implementasi teknologi FAA, sementara kontrak utama sistem SMART FAA bukan dimenangkan Palantir. Karena itu, perkembangan tersebut lebih tepat dipandang sebagai sentimen terhadap kapabilitas dan eksposur Palantir di sektor pemerintah, bukan kontrak baru langsung.
Secara lebih luas, Palantir juga masih mendapatkan dukungan dari ekspansi bisnis AI perusahaan.
Palantir Perluas Bisnis AI Bersama Nvidia
Pada 10 September, Palantir dan Nvidia mengumumkan kerja sama untuk membangun sovereign AI stack bagi operasi supply chain.
Teknologi tersebut menggabungkan Palantir Foundry dan Artificial Intelligence Platform (AIP) dengan model Nvidia Nemotron, dengan penerapan pertama dilakukan pada supply chain Nvidia sendiri.
Kolaborasi itu dirancang untuk membantu perusahaan menganalisis hambatan supply chain, melakukan scenario planning, dan mengintegrasikan AI dengan data operasional perusahaan.
Palantir juga memperdalam kemitraannya dengan Fujitsu pada bulan yang sama.
Fujitsu memperluas penggunaan Palantir AIP dan Foundry serta menjadi Global Forward Deployed Engineering Partner untuk membantu implementasi enterprise AI di Jepang dan pasar global. Salah satu implementasi yang disebutkan Fujitsu telah mengintegrasikan data lebih dari 3.000 supplier dan 18 pabrik serta menghasilkan penghematan lebih dari 10 juta dollar AS dalam setahun.
Perkembangan tersebut memberikan fundamental pendukung bagi saham PLTR, meski tidak menjadi katalis langsung untuk kenaikan PLTRB dalam 24 jam terakhir.
Tokenized Stocks Juga Dapat Dorongan Regulasi
PLTRB juga berada di tengah meningkatnya perhatian terhadap tokenized equities.
SEC pada 17 September 2026 menerbitkan Innovation Exemption yang memberikan pengecualian sementara dan bersyarat kepada Tokenized Securities Venues tertentu untuk memperdagangkan tokenized NMS stocks melalui infrastruktur on-chain.
Namun, kebijakan tersebut bukan persetujuan otomatis bagi seluruh tokenized stocks yang saat ini beredar.
SEC mensyaratkan instrumen yang masuk kerangka tersebut memberikan hak dan manfaat yang sama dengan saham tradisional, termasuk hak menerima dividen dan voting rights.
Pada 24 September, Bullish, Equiniti, Alpaca, Apex Fintech Solutions, dan DriveWealth juga membentuk Issuer Sponsored Token Coalition untuk mengembangkan standar tokenized securities yang tetap terhubung dengan shareholder records resmi.
Serangkaian perkembangan tersebut memperkuat narasi bahwa tokenisasi saham semakin bergerak menuju infrastruktur pasar modal yang lebih formal.
Utility PLTRB Sudah Makin Luas
PLTRB sendiri telah memiliki utility sebagai collateral dalam ekosistem Binance.
Binance memasukkan Palantir Tokenized bStocks sebagai eligible collateral sejak 3 Juli 2026, bersama sejumlah bStocks seperti Nvidia, Tesla, Circle, Intel, Meta, Micron, dan Strategy.
Pada 21 September, penggunaan bStocks sebagai margin collateral kemudian diperluas dari pengguna VIP tingkat tinggi menjadi seluruh akun Cross Margin dan Portfolio Margin yang memenuhi syarat dan mekanisme kontrol risiko Binance.
Perkembangan tersebut memberikan utility tambahan bagi PLTRB di luar sekadar mendapatkan eksposur ekonomi terhadap saham Palantir.
Namun, belum terdapat bukti bahwa perluasan collateral tersebut menjadi pemicu khusus kenaikan PLTRB dalam 24 jam terakhir.
PLTRB Bisa Tembus US$200?
Secara jangka pendek, area 190 dollar AS menjadi level yang penting bagi PLTRB.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, momentum masih membuka peluang untuk menguji level 195 dollar AS, kemudian resistance psikologis 200 dollar AS.
Penembusan 200 dollar AS akan terlihat lebih kuat apabila saham PLTR juga kembali menguat ketika Wall Street dibuka dan pergerakan tersebut diikuti peningkatan volume PLTRB.
Sebaliknya, penurunan di bawah 185 dollar AS dapat menjadi indikasi bahwa momentum akhir pekan mulai memudar dan membuka peluang koreksi menuju sekitar 180 dollar AS.
Untuk saat ini, kenaikan PLTRB lebih tepat dilihat sebagai kombinasi price discovery selama pasar saham AS tutup, momentum mingguan saham Palantir, serta meningkatnya minat terhadap tokenized equities.
Fundamental Palantir dari ekspansi enterprise AI bersama Nvidia dan Fujitsu memberikan latar belakang positif jangka menengah. Namun, karena saham PLTR terakhir justru melemah, pergerakan saham Palantir ketika Wall Street kembali dibuka akan menjadi indikator utama apakah kenaikan PLTRB menuju US$200 dapat dipertahankan.
Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
