Altcoin News
SPCXB Dapat Katalis Baru, tapi Unlock Saham SpaceX Jadi Ujian Besar
SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) kembali mendapat perhatian seiring berkembangnya penggunaan tokenized stocks di ekosistem crypto.
SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mendapatkan katalis baru setelah Binance mengumumkan program reward SPCXB untuk holder MARSCOIN. Namun, di balik meningkatnya utility on-chain, tambahan saham SpaceX yang keluar dari periode lockup hingga akhir 2026 menjadi faktor supply yang perlu diperhatikan.
SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) kembali mendapat perhatian seiring berkembangnya penggunaan tokenized stocks di ekosistem crypto.
Dikutip CoinMarketCap, harga SPCXB terbaru bergerak di kisaran 148,5 dollar AS, relatif dekat dengan saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) yang terakhir ditutup di 148,68 dollar AS pada 25 September 2026.
Pergerakan yang berdekatan tersebut menunjukkan saham SpaceX masih menjadi anchor utama harga SPCXB.
Namun, berbeda dari membeli saham SPCX secara langsung, SPCXB memiliki lapisan tambahan berupa perdagangan 24/7, penggunaan dalam DeFi, reward on-chain, serta risiko regulasi dan likuiditas tersendiri.
Daftar Isi
Binance Siapkan Reward SPCXB dari MARSCOIN
Katalis terbaru datang pada 28 September 2026.
Binance mengumumkan dukungan terhadap program airdrop SPCXB bagi holder MarsCoin (MARSCOIN).
Reward akan memiliki dua komponen. Pertama, Binance akan mendistribusikan SPCXB yang dialokasikan secara on-chain oleh proyek kepada holder MARSCOIN yang memenuhi syarat.
Kedua, Binance akan mengalokasikan 30 persen dari biaya spot trading MARSCOIN sebagai reward tambahan dalam bentuk SPCXB hingga pemberitahuan selanjutnya. Perhitungan kepemilikan dimulai dari September, sedangkan distribusi pertama dijadwalkan pada awal Oktober.
MARSCOIN sendiri menggunakan mekanisme trading tax yang sebagian diarahkan untuk memberikan SPCXB kepada pemegang yang memenuhi syarat.
Perkembangan tersebut membuka jalur distribusi baru bagi SPCXB dan memperkuat keterhubungan token dengan ekosistem crypto.
Namun, program ini belum dapat langsung disebut sebagai tekanan beli di pasar SPCXB. Binance hanya menyatakan reward akan didistribusikan dalam SPCXB, tanpa menjelaskan bahwa seluruh token reward harus dibeli langsung di secondary market.
Unlock Saham SpaceX Jadi Ujian Berikutnya
Di sisi lain, SpaceX masih menghadapi potensi bertambahnya supply saham akibat berakhirnya lockup pasca-IPO.
Dokumen resmi IPO SpaceX menunjukkan kelompok saham yang berada di bawah 180-day lock-up memiliki skema pelepasan bertahap.
Setelah laporan kuartal II, hingga 20 persen saham dalam kelompok tersebut dapat dilepas. Kemudian terdapat lima tahap tambahan masing-masing hingga 7 persen pada hari ke-70, 90, 105, 120 dan 135 setelah prospektus.
Dengan IPO berlangsung pada Juni, beberapa tahap tersebut sudah terjadi, termasuk sekitar 20 Agustus, 9 September, dan 24 September.
Tahap berikutnya jatuh sekitar 9 Oktober dan 24 Oktober 2026.
Setelah laporan keuangan kuartal III, hingga 28 persen tambahan dari kelompok saham yang sama dapat menjadi eligible untuk ditransaksikan. Seluruh sisa saham dalam kelompok lockup standar kemudian dilepas dari pembatasan setelah hari ke-180, sekitar 8 Desember 2026.
Namun, ada perbedaan penting antara unlock dan penjualan.
Saham yang keluar dari lockup hanya berarti pemiliknya memiliki kesempatan untuk menjual, bukan berarti seluruh saham tersebut otomatis akan masuk ke pasar.
Pengalaman sebelumnya bahkan menunjukkan tekanan supply tidak selalu menghasilkan penurunan. Ketika sekitar 911 juta saham SpaceX menjadi eligible untuk diperdagangkan setelah earnings Agustus, saham perusahaan justru sempat menguat tajam setelahnya.
Karena itu, lockup lebih tepat dilihat sebagai potensi supply overhang daripada kepastian akan terjadi aksi jual.
Karyawan Juga Punya Jalur Menjual Saham
SpaceX pada Agustus juga mendaftarkan sekitar 136,95 juta saham Class A melalui Form S-8.
Saham tersebut dapat ditawarkan kembali dari waktu ke waktu oleh sejumlah karyawan, mantan karyawan, dan penyedia jasa perusahaan. SpaceX tidak menerima hasil dari penjualan saham oleh para selling stockholders tersebut.
Lagi-lagi, pendaftaran ini tidak berarti seluruh 136,95 juta saham akan langsung dijual.
Namun, kombinasi registrasi saham employee dan pelepasan lockup menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan jumlah saham SPCX yang berpotensi masuk ke pasar.
Jika supply tambahan lebih besar dibanding permintaan investor, tekanan terhadap saham SpaceX dapat diteruskan kepada SPCXB.
DeFi Tambah Utility SPCXB
Sementara supply saham tradisional bertambah, demand dari dunia crypto juga terus berkembang.
Venus Protocol sejak Juni memasukkan SPCXB sebagai collateral pada Core Pool BNB Chain, dengan collateral factor 50 persen dan liquidation threshold 65 persen.
Ada satu detail yang sering disalahartikan.
Borrowing SPCXB memang dibuat paused saat market diluncurkan, dengan borrow cap nol. Namun, hal itu tidak berarti SPCXB tidak dapat digunakan sebagai collateral.
Pengguna tetap dapat menyuplai SPCXB dan memanfaatkannya sebagai jaminan untuk membuka posisi pinjaman pada aset lain yang tersedia di Venus.
Utility tersebut memungkinkan holder mendapatkan likuiditas tanpa harus terlebih dahulu menjual eksposurnya terhadap SpaceX.
Namun, DeFi juga menambahkan risiko baru seperti oracle, smart contract dan likuidasi jika harga SPCXB turun tajam.
Genius Buka Akses On-Chain 24/7
Distribusi SPCXB juga semakin luas.
Sejak 5 September, Genius mengintegrasikan bStocks sehingga pengguna yang memenuhi syarat di wilayah non-AS dapat memperdagangkan SPCXB dan tokenized stocks lainnya secara langsung on-chain selama 24/7.
Integrasi tersebut menjadi tambahan kanal likuiditas di luar centralized exchange.
SPCXB juga telah menjadi eligible collateral di Binance sejak Juli bersama sejumlah tokenized stocks seperti Nvidia, Tesla, Circle, Intel, Strategy dan Palantir.
Artinya, permintaan SPCXB tidak lagi hanya datang dari investor yang ingin mendapatkan eksposur harga SpaceX.
Token tersebut perlahan mulai digunakan sebagai collateral, aset perdagangan 24/7, dan reward dalam produk crypto lainnya.
Regulasi AS Justru Mulai Lebih Jelas
Sisi regulasi juga perlu dilihat secara lebih seimbang.
SEC pada 17 September 2026 meluncurkan Innovation Exemption yang memberikan pengecualian sementara dan bersyarat selama lima tahun bagi Tokenized Securities Venues tertentu untuk memperdagangkan tokenized NMS stocks secara on-chain.
Namun, ada persyaratan penting.
Token yang diperdagangkan melalui framework tersebut harus memberikan holder hak dan manfaat yang sama dengan saham tradisional dari kelas yang setara, termasuk hak menerima dividen dan voting. Emiten underlying juga diberikan kesempatan untuk menolak sahamnya diperdagangkan melalui venue tersebut.
Struktur bStocks saat ini berbeda.
Binance menjelaskan bStocks memberikan economic exposure, tetapi holder tidak secara langsung menjadi shareholder dan tidak memperoleh direct voting rights atau direct dividend rights.
Dengan demikian, Innovation Exemption menjadi perkembangan positif bagi industri tokenized stocks secara umum, tetapi tidak otomatis membuat SPCXB dalam struktur sekarang memenuhi jalur SEC tersebut.
Risiko regulasi SPCXB karena itu lebih tepat dilihat dari kemungkinan perubahan struktur produk, eligibility pengguna, dan batasan yurisdiksi—bukan sekadar risiko bahwa regulator akan tiba-tiba menghentikan seluruh tokenized stocks.
Fundamental SpaceX Tetap Jadi Anchor
Di balik seluruh perkembangan on-chain tersebut, performa SpaceX tetap menjadi faktor fundamental terbesar.
Pada kuartal II-2026, perusahaan membukukan pendapatan 7,8 miliar dollar AS atau naik 92 persen secara tahunan, sementara adjusted EBITDA melonjak 191 persen menjadi 3,5 miliar dollar AS.
Jumlah pelanggan Starlink mencapai 12 juta, dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
SpaceX juga telah menyelesaikan dua flight test Starship V3 sepanjang periode tersebut dan terus mengembangkan roket generasi berikutnya sebagai bagian penting dari strategi perusahaan.
Bahkan, SpaceX mulai mengurangi penawaran rideshare baru menggunakan Falcon 9 untuk memusatkan perhatian pada Starship. Langkah tersebut menunjukkan betapa besar taruhan perusahaan terhadap keberhasilan sistem baru itu.
Karena itu, perkembangan Starship dan Starlink tetap berpotensi memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap valuasi SpaceX dibanding perubahan utility SPCXB di satu protokol DeFi.
Supply vs Demand Jadi Pertarungan Utama SPCXB
Untuk beberapa bulan mendatang, SPCXB berada di tengah dua kekuatan yang berlawanan.
Di satu sisi, supply saham SpaceX berpotensi bertambah seiring pelepasan lockup pada Oktober, setelah laporan kuartal III, dan berakhirnya lockup standar pada Desember.
Di sisi lain, demand on-chain terus mendapatkan jalur baru melalui Venus, Genius, Binance collateral, serta program MARSCOIN yang mulai mendistribusikan SPCXB pada Oktober.
Poin terpenting adalah tidak menganggap salah satu faktor otomatis menang.
Unlock tidak berarti seluruh insider akan menjual. Sebaliknya, integrasi DeFi dan reward juga tidak otomatis menghasilkan permintaan baru dalam jumlah besar.
Pada akhirnya, fundamental SpaceX tetap menjadi anchor harga utama. Namun, hingga akhir 2026, keseimbangan antara tambahan supply saham SPCX dan meningkatnya utility SPCXB akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah token mampu mempertahankan konvergensinya dengan saham underlying atau mengalami price dislocation yang lebih besar.
Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
