XRP News

Turun 2,04%, Harga XRP Hari Ini Tertekan di Bawah US$1,1

Harga XRP sempat mencoba naik ke area atas perdagangan harian, namun tekanan jual kembali muncul dan membuat XRP turun mendekati level terendahnya.

Published

on

Tekanan terhadap XRP kembali meningkat setelah aset ini turun sekitar 2,03% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$1,10.

Penurunan ini sekaligus memperpanjang fase pelemahan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Meski koreksi harian terlihat relatif terbatas, kondisi pasar menunjukkan bahwa pembeli masih kesulitan membangun momentum untuk mendorong harga kembali ke area yang lebih tinggi.

Baca Juga: Harga XRP Kembali Menguat, Naik 3% Dekati Level $1,20

Pergerakan Harian Masih Didominasi Penjual

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat harga XRP bergerak di rentang US$1,09 hingga US$1,12.

Harga XRP sempat mencoba naik ke area atas perdagangan harian, namun tekanan jual kembali muncul dan membuat XRP turun mendekati level terendahnya. Pola ini menunjukkan bahwa aksi ambil untung masih cukup dominan di pasar.

Selama pembeli belum mampu merebut kembali kendali, XRP berpotensi tetap bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Pelemahan Sepekan Menjadi Sorotan

Salah satu data yang paling diperhatikan investor saat ini adalah kinerja mingguan XRP. Dalam 7 hari terakhir, harga XRP tercatat turun sekitar 9,13%.

Angka ini menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi bukan hanya pergerakan sesaat, tetapi mencerminkan sentimen pasar yang masih cukup negatif terhadap aset ini.

Kondisi tersebut membuat banyak pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum kembali melakukan akumulasi besar-besaran.

Tren Jangka Menengah Masih Berat

Jika melihat periode yang lebih panjang, tekanan terhadap XRP masih cukup besar.

  • 30 hari: -17,85%
  • 60 hari: -23,04%
  • 90 hari: -21,12%

Data tersebut menunjukkan bahwa XRP masih berada dalam fase pemulihan yang panjang setelah mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Volume Perdagangan Tetap Tinggi

Di tengah pelemahan harga, aktivitas perdagangan XRP masih cukup kuat.

Volume transaksi dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$1,41 miliar, menandakan bahwa XRP masih menjadi salah satu aset kripto dengan likuiditas tinggi.

Volume yang besar ini penting karena menunjukkan bahwa minat pasar terhadap XRP belum hilang sepenuhnya, meskipun sentimen jangka pendek masih negatif.

Area US$1,09 Menjadi Support Kritis

Dalam jangka pendek, level US$1,09 menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan.

Jika harga XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk kembali menguji area US$1,12 hingga US$1,15 masih terbuka.

Namun jika support ini ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga ke level yang lebih rendah.

Karena itu, beberapa hari ke depan akan menjadi fase penting untuk menentukan apakah XRP mampu stabil atau justru melanjutkan pelemahannya.

Baca Juga: Harga XRP Turun 0,56%, Tertahan di Zona Tekanan

Untuk saat ini, XRP masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan bearish. Penurunan harian sekitar 2% memang belum terlalu besar, tetapi pelemahan mingguan yang mencapai lebih dari 9% menunjukkan bahwa sentimen pasar masih belum pulih sepenuhnya.

Selama area US$1,09 tetap bertahan, peluang stabilisasi masih terbuka.

Namun investor tetap perlu mencermati perkembangan volume perdagangan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan untuk mengantisipasi pergerakan berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version