Bitcoin News
UBS Tingkatkan Eksposur Bitcoin ETF 24 Kali Lipat, Tanda Institusi Masih Percaya BTC?
UBS, salah satu bank terbesar di Swiss, diketahui meningkatkan eksposurnya terhadap Bitcoin melalui IBIT pada kuartal II 2026.
iShares Bitcoin Trust (IBIT) sendiri merupakan produk Bitcoin ETF milik BlackRock yang memberikan eksposur terhadap harga Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa. Per 31 Juli 2026, dana tersebut memiliki aset bersih sekitar US$46,5 miliar, menurut data iShares.
Dalam laporan 13F terbaru, UBS tercatat menaikkan posisi opsi beli yang terkait dengan IBIT milik BlackRock hingga lebih dari 24 kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Posisi opsi beli UBS meningkat dari sekitar 80.000 saham IBIT pada akhir kuartal I menjadi sekitar 1,95 juta saham pada akhir kuartal II 2026. Di saat yang sama, kepemilikan langsung UBS atas saham IBIT juga naik sekitar 12% menjadi 407.890 saham.
Baca juga: Cloudflare Luncurkan AI Wallet, Siap Sambut Era Agentic Commerce
UBS Tambah Opsi Beli Bitcoin ETF
Berbeda dengan membeli Bitcoin atau saham ETF secara langsung, opsi beli memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli aset acuan pada harga tertentu sebelum atau pada waktu yang telah ditentukan.
Berdasarkan Form 13F, posisi opsi beli UBS terhadap IBIT meningkat dari sekitar 80.000 saham menjadi 1,95 juta saham pada akhir Juni 2026.
Lonjakan ini menunjukkan peningkatan eksposur melalui instrumen derivatif. Namun, data 13F tidak menjelaskan tujuan spesifik dari posisi tersebut, sehingga tidak dapat dipastikan apakah transaksi ini dilakukan sebagai posisi investasi, aktivitas market making, hedging, atau kebutuhan terkait bisnis klien.
Kenaikan eksposur UBS terhadap Bitcoin juga tidak hanya terjadi pada posisi opsi beli mereka, kepemilikan langsung bank tersebut atas saham IBIT juga dilaporkan meningkat sekitar 12%, dari 364.371 saham menjadi 407.890 saham, dengan nilai sekitar 13,6 juta dolar AS pada akhir kuartal II.
Selain itu, dikutip dari Cryptoslate, UBS justru mengurangi posisi opsi jual IBIT, kontrak yang memberi hak untuk menjual aset di harga tertentu sebelum kadaluarsa.
Jumlah saham yang tercakup dalam posisi tersebut turun sekitar 52,75% menjadi 143.300 saham pada akhir kuartal II.
Bagi kamu yang ingin mulai memiliki Bitcoin secara langsung, pastikan membeli Bitcoin di exchange resmi yang diawasi OJK seperti Tokocrypto. Mulai beli Bitcoin dari Rp1.700 dengan klik di sini!
Institusi Masih Pegang Bitcoin dalam Jumlah Besar
Peningkatan eksposur UBS terhadap Bitcoin melalui ETF bukan satu-satunya gambaran keterlibatan institusi terhadap pasar Bitcoin.
Jika melihat data kepemilikan langsung, perusahaan-perusahaan publik juga masih banyak menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar di neraca mereka.
Berdasarkan data Bitcoin Treasuries, menunjukkan bahwa 100 perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar secara kolektif memegang sekitar 1,259 juta BTC atau 6.39% dari keseluruhan total suplai Bitcoin.
Posisi terbesar masih ditempati oleh Strategy, yang memegang lebih dari 840.000 BTC. Di bawahnya terdapat perusahaan seperti Twenty One Capital, Metaplanet, MARA Holdings, Bitcoin Standard Treasury Company, Bullish, Strive, SpaceX, Coinbase, hingga Tesla yang juga tercatat memiliki eksposur Bitcoin dalam jumlah besar.
Meski strategi dan tujuan masing-masing berbeda, data di atas menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi bagian dari strategi sejumlah institusi dan perusahaan publik global.
Baca juga: Metaplanet Bantah Jual 5.014 BTC, Transfer Cuma Pindah Custody
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.