Market

USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

Stablecoin semakin memainkan peran penting dalam sistem keuangan global.
USD Coin (USDC) dilaporkan berhasil melampaui Tether (USDT) dalam volume transfer.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan secara onchain, dominasi USDC dalam transfer volume penting karena menunjukkan bahwa pasar semakin menghargai stablecoin.

Published

on

Stablecoin semakin memainkan peran penting dalam sistem keuangan global. Terbaru, USD Coin (USDC) dilaporkan berhasil melampaui Tether (USDT) dalam volume transfer, seiring semakin banyak perusahaan yang menggantikan transfer bank tradisional dengan transaksi berbasis stablecoin.

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran struktural dalam cara perusahaan memindahkan dana, terutama karena stablecoin menawarkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan akses ke sistem pembayaran berbasis dolar digital yang lebih fleksibel.

Volume Stablecoin Capai Rekor Baru

Volume transaksi stablecoin global mencapai rekor baru sebesar US$1,8 triliun pada Februari 2026. Dalam periode tersebut, USDC mencatat volume transfer lebih tinggi dibandingkan USDT, yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar stablecoin.

Menurut data riset industri, perubahan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan stablecoin oleh institusi, bukan oleh investor ritel. Banyak perusahaan kini memilih menggunakan stablecoin sebagai alternatif sistem pembayaran tradisional.

Total kapitalisasi pasar stablecoin juga terus meningkat dan kini mencapai sekitar US$314 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan Januari 2024 yang berada di kisaran US$131 miliar.

Transaksi Stablecoin Lampaui Visa

Penggunaan stablecoin juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, transaksi stablecoin secara global mencapai sekitar US$33 triliun.

Nilai tersebut bahkan disebut mencapai sekitar dua kali lipat volume transaksi tahunan jaringan pembayaran Visa.

Pertumbuhan ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna aktif yang naik sekitar 146% di lebih dari 100 negara.

Pembayaran lintas negara antar perusahaan (B2B) menjadi salah satu segmen yang tumbuh paling cepat, dengan peningkatan sekitar 733% hingga mencapai nilai transaksi US$226 miliar.

Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk remitansi, otomatisasi pembayaran gaji, serta lindung nilai terhadap inflasi di sejumlah negara berkembang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, dominasi USDC dalam transfer volume penting karena menunjukkan bahwa pasar semakin menghargai stablecoin yang kuat dari sisi kepatuhan dan integrasi institusional.

“Jika tren ini berlanjut, pertarungan stablecoin akan makin ditentukan oleh siapa yang paling dipercaya untuk transaksi perusahaan dan infrastruktur keuangan, bukan sekadar kapitalisasi pasar,” jelasnya.

Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank

Contoh penggunaan stablecoin dalam dunia korporasi terlihat dari langkah Circle Internet Group yang menggunakan USDC untuk menyelesaikan transaksi internal senilai US$68 juta.

Transaksi tersebut dilakukan antara delapan entitas perusahaan dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit.

Jika menggunakan sistem transfer bank tradisional, proses yang sama biasanya membutuhkan waktu antara satu hingga tiga hari.

CEO Circle Jeremy Allaire mengatakan sistem ini berhasil menyelesaikan sekitar 90% transaksi internal perusahaan dalam satu hari, sehingga mempercepat proses penutupan laporan keuangan bulanan.

Sistem pembayaran ini juga dapat beroperasi sepanjang waktu tanpa bergantung pada jam operasional perbankan.

Persaingan Stablecoin Semakin Ketat

Seiring meningkatnya adopsi stablecoin, persaingan di sektor ini juga semakin intens.

Analis dari Bernstein bahkan memproyeksikan saham Circle dapat naik sekitar 71%, menyebut perusahaan tersebut sebagai salah satu pemain utama dalam industri stablecoin karena keunggulan regulasi, kemitraan strategis, likuiditas, dan teknologi.

Circle sendiri mencatat pendapatan sekitar US$2,7 miliar pada 2025, naik 64% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari transaksi menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, meningkat 112% secara tahunan.

Namun, pesaing juga mulai bermunculan. Tether baru-baru ini meluncurkan stablecoin baru bernama USAT yang dirancang untuk pasar Amerika Serikat.

Selain itu, sejumlah perusahaan teknologi finansial seperti PayPal, Stripe, hingga Klarna juga mulai mengembangkan infrastruktur stablecoin mereka sendiri.

Dengan semakin luasnya penggunaan stablecoin dalam pembayaran lintas negara, treasury perusahaan, hingga sistem pembayaran digital, persaingan untuk memimpin pasar stablecoin diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version