Academy

WDCB Naik Saat Bitcoin Turun, Harga US$480 Jadi Target Berikutnya?

Saham Western Digital Corporation (NASDAQ: WDC) yang menjadi underlying ekonominya justru ditutup naik 4,04% ke US$459,39 pada perdagangan 4 September 2026.

Published

on

Western Digital Tokenized bStocks (WDCB) menguat 3,51% ke US$466,62 dalam 24 jam meski pasar kripto melemah. Rally saham Western Digital dan sektor memory berbasis AI, ditambah booming tokenized stocks, menjadi penopang utama pergerakan tersebut.

Western Digital Tokenized bStocks (WDCB) mencatat kenaikan 3,51% dalam 24 jam ke level US$466,62, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.

Pergerakan tersebut menarik karena terjadi ketika Bitcoin justru melemah hampir 2% dan sentimen terhadap aset berisiko kembali mendapat tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Namun, WDCB tidak sepenuhnya mengikuti arah pasar kripto.

Saham Western Digital Corporation (NASDAQ: WDC) yang menjadi underlying ekonominya justru ditutup naik 4,04% ke US$459,39 pada perdagangan 4 September 2026, setelah sempat menyentuh US$468,19 secara intraday.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan WDCB kali ini lebih kuat dipengaruhi oleh rally underlying Western Digital dan sektor memory-storage dibandingkan sekadar rotasi modal di pasar kripto.

Saham Western Digital Ikut Rally

Western Digital menjadi salah satu saham teknologi yang mampu bergerak melawan pelemahan Wall Street pada Jumat.

Pasar saham AS secara keseluruhan turun setelah laporan tenaga kerja Agustus yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga.

S&P 500 turun 0,4%, Dow Jones melemah 0,5%, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,3%.

Namun, saham memory dan data-storage justru mencatat rally.

SanDisk menjadi salah satu pemimpin dengan kenaikan sekitar 12%, sementara Western Digital, Seagate, dan Micron juga naik sekitar 6% pada perdagangan intraday. PHLX Semiconductor Sector Index turut menguat lebih dari 3%.

Fenomena tersebut menunjukkan investor masih agresif mencari eksposur terhadap perusahaan yang mendapat manfaat dari ledakan investasi Artificial Intelligence (AI).

AI Bikin Memory dan Storage Makin Diburu

Sektor memory menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari pembangunan data center AI.

Permintaan terhadap DRAM, high-bandwidth memory, NAND, serta infrastruktur penyimpanan meningkat seiring perusahaan teknologi berlomba membangun kapasitas komputasi AI.

Financial Times melaporkan permintaan AI telah menciptakan kelangkaan signifikan pada sejumlah jenis memory chip. Harga DRAM bahkan telah meningkat lebih dari 200% secara tahunan, sementara kapasitas produksi baru dalam skala besar diperkirakan belum tersedia hingga beberapa tahun mendatang.

Meski Western Digital kini lebih berfokus pada bisnis hard disk drive setelah pemisahan SanDisk, ledakan pembangunan data center tetap menjadi tema penting bagi permintaan penyimpanan berkapasitas tinggi.

Dengan volume data yang digunakan model AI terus meningkat, kebutuhan terhadap storage untuk data center juga ikut berkembang.

Bagi WDCB, kondisi tersebut memberikan katalis yang lebih konkret karena tokenized stock ini mendapatkan eksposur terhadap performa underlying Western Digital.

Tokenized Stocks Juga Makin Ramai

Selain rally saham Western Digital, momentum sektor tokenized equities turut memberikan sentimen positif.

Data terbaru menunjukkan produk tokenized stocks Robinhood telah mencapai sekitar 862.800 holder hanya dalam dua bulan, melampaui sekitar 827.200 holder Binance bStocks.

Pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa tokenized stocks mulai mendapatkan basis pengguna yang semakin besar.

Instrumen ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur ekonomi terhadap saham tradisional melalui aset berbasis blockchain, sehingga mempertemukan dua kelompok investor sekaligus: pengguna pasar saham dan pengguna aset digital.

Semakin banyak platform yang menyediakan akses, semakin besar pula potensi likuiditas dan perhatian terhadap aset seperti WDCB.

WDCB Justru Naik Saat Bitcoin Merah

Pergerakan WDCB semakin menarik jika dibandingkan dengan Bitcoin.

Data CoinMarketCap, Bitcoin dalam snapshot yang digunakan turun sekitar 1,98%, sementara WDCB justru menguat 3,51%.

Divergensi tersebut menunjukkan WDCB kali ini tidak sekadar menjadi beta play terhadap pasar kripto.

Underlying saham Western Digital serta rally sektor semiconductor, memory, dan data-storage terlihat memberikan pengaruh yang lebih besar.

Fenomena serupa juga terlihat pada beberapa tokenized stocks berbasis saham chip dan memory lainnya yang tetap menguat ketika pasar kripto terkoreksi.

Karakter ini menjadi salah satu ciri unik tokenized stocks.

Harga dapat memperoleh pengaruh dari dua sisi sekaligus: sentimen pasar aset digital serta fundamental perusahaan yang menjadi underlying-nya.

Robinhood Dorong Adopsi Tokenized Equity

Pertumbuhan sektor juga didukung oleh semakin agresifnya perusahaan finansial tradisional membangun infrastruktur tokenisasi.

Robinhood menjadi salah satu pemain yang mencatat pertumbuhan holder paling cepat. Tokenized stocks perusahaan kini memiliki lebih dari 862 ribu holder, hanya sekitar dua bulan setelah peluncuran.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan minat investor terhadap perdagangan saham melalui infrastruktur blockchain tidak lagi terbatas pada eksperimen kecil.

Di Amerika Serikat, regulator juga mulai menyiapkan perubahan struktur perdagangan yang dapat semakin mendekatkan pasar saham tradisional dengan karakter perdagangan aset digital.

SEC Bahas Perdagangan Saham 24 Jam

Securities and Exchange Commission (SEC) dijadwalkan menggelar roundtable pada 17 September 2026 untuk membahas persiapan menuju perdagangan saham AS selama 24 jam.

Agenda tersebut akan membahas kesiapan bursa dan broker-dealer, likuiditas overnight, pengawasan pasar, clearing dan settlement, perlindungan investor, hingga peluang pengembangan menuju perdagangan 24/7.

Roundtable ini bukan forum khusus tokenized securities, tetapi perkembangannya tetap relevan bagi sektor tersebut.

Salah satu daya tarik utama tokenized stocks adalah kemampuan memberikan akses terhadap aset saham di luar jam perdagangan bursa tradisional.

Jika pasar saham AS semakin bergerak menuju perdagangan hampir sepanjang waktu, kompetisi antara infrastruktur bursa tradisional dan perdagangan saham berbasis blockchain berpotensi semakin menarik.

SEC sendiri sebelumnya telah memberikan panduan mengenai tokenized securities dan membedakan antara sekuritas yang ditokenisasi oleh penerbit dengan produk yang diterbitkan pihak ketiga.

WDCB Bisa Tembus US$480?

Dari sisi teknikal jangka pendek, US$450 menjadi support penting setelah rally terbaru.

Selama WDCB mampu bertahan di atas level tersebut dan underlying Western Digital mempertahankan momentum, harga berpeluang kembali menguji resistance berikutnya di sekitar US$480.

Level tersebut cukup penting karena saham Western Digital sendiri sebelumnya telah diperdagangkan di sekitar US$475–US$480 pada akhir Agustus sebelum memasuki koreksi.

Keberhasilan WDCB menembus US$480 dapat memperkuat peluang kelanjutan tren bullish.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan WDCB kehilangan US$450, momentum jangka pendek dapat melemah.

Dalam skenario tersebut, investor perlu mengantisipasi konsolidasi atau profit-taking setelah rally sektor memory yang cukup tajam.

Outlook WDCB Cautiously Bullish

Untuk jangka pendek, outlook WDCB masih berada dalam kategori cautiously bullish.

Kenaikan 3,51% saat Bitcoin melemah menunjukkan WDCB mendapat dukungan dari faktor di luar sentimen pasar kripto.

Rally saham Western Digital, penguatan saham memory dan data-storage, tingginya permintaan infrastruktur AI, serta pertumbuhan tokenized equities menjadi kombinasi sentimen positif.

Namun, kenaikan tersebut tetap perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan rally underlying WDC.

Untuk jangka pendek, US$450 menjadi support utama yang perlu dipertahankan, sedangkan US$480 menjadi resistance berikutnya.

Jika saham Western Digital dan sektor storage mempertahankan momentum ketika Wall Street kembali dibuka, WDCB berpeluang melanjutkan penguatan meski pasar kripto masih berada di bawah tekanan.

Baca juga: Hilang 12 Tahun, 61 Bitcoin Pria Inggris Akhirnya Kembali dan Kini Bernilai US$5 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version