Altcoin News
XRP atau Solana? Aset Kripto Ini Diprediksi Lebih Unggul di Januari 2026
XRP dan Solana kembali menjadi sorotan investor kripto menjelang Januari 2026, seiring keduanya menunjukkan pemulihan harga setelah melewati fase koreksi panjang. Meski sama-sama bangkit, struktur pergerakan harga dan faktor pendukung di balik kenaikan kedua aset ini menunjukkan arah yang berbeda, memunculkan pertanyaan aset mana yang berpotensi mencatat kinerja lebih unggul.
Harga XRP Tunjukan Pemulihan
Harga XRP menunjukkan pemulihan yang relatif stabil setelah berhasil mempertahankan level support jangka panjang di area USD 1,80. Pertahanan ini menghentikan pola lower low sebelumnya dan mendorong harga keluar dari kanal penurunan yang menekan pergerakan XRP sepanjang periode koreksi.
Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di kisaran USD 2,02, dengan area USD 2,00 kini berfungsi sebagai support utama. Konsolidasi yang terjadi cenderung mengarah ke kompresi harga, bukan penurunan agresif, mengindikasikan perubahan struktur yang lebih berkelanjutan dibanding sekadar pantulan teknikal.
Baca juga: XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?
Pemulihan XRP turut diperkuat oleh meningkatnya visibilitas institusional. CNBC mencatat XRP sebagai salah satu aset dengan performa terbaik menjelang 2026. Selain itu, akuisisi Solvexia oleh GTreasury yang didukung Ripple memperkuat infrastruktur treasury dan tooling institusional untuk XRP dan RLUSD.
Dengan struktur ini, XRP berpotensi menguji area USD 2,35 hingga USD 2,60 selama level USD 2,00 tetap terjaga. Sebaliknya, penurunan di bawah USD 2,00 berisiko membuka kembali pelemahan menuju USD 1,80.
Solana Catat Breakout
Di sisi lain, Solana telah mencatatkan breakout dari kanal penurunan yang membatasi pergerakan harga hingga akhir 2025, menandakan berakhirnya dominasi penjual dalam tren utama. Namun, reli tersebut tertahan setelah harga ditolak di area resistensi USD 143. Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 135 dan berpotensi melakukan pullback ke zona USD 127–130, yang sebelumnya merupakan batas atas kanal penurunan.
Dilaporkan Coingape, zona tersebut menjadi area krusial untuk menguji validitas breakout. Pullback yang terkendali ke area ini dipandang sebagai proses konfirmasi support, bukan sinyal kelemahan. Sentimen positif juga datang dari pengelolaan treasury Solana yang mulai diarahkan ke on-chain, termasuk strategi yield oleh DeFi Dev Corp yang mendorong akumulasi SOL.
Jika area support berhasil dipertahankan, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju USD 167 hingga USD 200. Namun, kegagalan menjaga level USD 127 dapat membatalkan struktur breakout dan membuka risiko penurunan ke area USD 120.
Secara keseluruhan, XRP dinilai memiliki struktur pemulihan yang lebih bersih dan stabil menjelang Januari 2026, ditopang oleh dukungan institusional dan pemulihan support yang jelas.
Sementara itu, Solana menawarkan potensi kenaikan yang lebih agresif, tetapi bergantung pada keberhasilan mempertahankan area support pasca-breakout. Selama XRP mampu bertahan di atas USD 2,00, aset ini dinilai memiliki profil outperform yang lebih konsisten dibanding Solana, kecuali SOL mampu membuktikan konversi resistance menjadi support secara berkelanjutan.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
