Altcoin News
XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai
XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat.
Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif.
XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.
Namun, di balik penguatan tersebut, data menunjukkan adanya peningkatan leverage yang juga membawa potensi risiko baru bagi pasar.
Daftar Isi
XRP Tembus Resistance dan Rebut Posisi Top 4
XRP mencatat kenaikan sekitar 11% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,53.
Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar US$93,4 miliar, melampaui BNB dan mengembalikannya ke posisi empat besar aset kripto global.
Pergerakan ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan hingga 125%, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap XRP.
Open Interest Naik Signifikan
Di sisi derivatif, open interest XRP di Binance meningkat tajam hingga sekitar 353 juta XRP.
Dilaporkan Coindesk, angka ini naik sekitar 59% sejak Oktober 2025, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah level sebelumnya.
Peningkatan open interest ini menunjukkan bahwa trader tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga menambah eksposur leverage di tengah reli harga.
Baca juga: Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?
Struktur Pasar Berbeda dari Awal Tahun
Kondisi saat ini berbeda dibandingkan awal tahun 2026, di mana pasar didominasi oleh penurunan leverage.
Kini, pasar justru menunjukkan fase pembangunan kembali posisi leverage, yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan trader terhadap potensi kenaikan harga.
Meski belum menyentuh level puncak sebelum crash Oktober 2025, tren ini menunjukkan adanya ruang bagi pasar untuk terus berkembang.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif mulai kembali menambah leverage ke sisi pemulihan, bukan sekadar menutup posisi lama.
“Itu bullish selama momentum spot tetap mendukung, tapi semakin dekat OI ke level pra-crash, semakin besar juga risiko wipeout kalau breakout di area US$1,50-US$1,60 gagal bertahan,” analisanya.
Level $1.50–$1.60 Jadi Area Krusial
Secara teknikal, area US$1,50 hingga US$1,60 menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebih lebar.
Namun, jika gagal mempertahankan level ini, risiko koreksi tetap ada, terutama dengan meningkatnya penggunaan leverage di pasar.
Peluang dan Risiko Berjalan Bersamaan
Peningkatan open interest dapat memberikan dukungan struktural bagi harga, namun juga meningkatkan potensi volatilitas.
Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang berlawanan.
Dengan demikian, meskipun XRP menunjukkan momentum positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika leverage yang berkembang.
Pergerakan XRP ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus mengelola risiko dari meningkatnya aktivitas spekulatif.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
