Connect with us

Market News

Bank Sentral Afrika Selatan: Bitcoin adalah Aset Kripto

Published

on

Bank Sentral Afrika Selatan (SARB) merilis dokumen yang mencakup saran dan panduan bagi industri kripto di Afrika Selatan. Dokumen itu bukan sebagai peraturan, namun lembaga itu tidak melihat Bitcoin kripto lainnya sebagai uang, tetapi disebut sebagai “aset kripto”.

Pada 16 Januari 2019, bank sentral itu menerbitkan “Dokumen Konsultasi Tentang Proposal Kebijakan bagi Aset Kripto”. Dokumen itu membahas perihal saran dan panduan regulasi oleh bank sentral untuk kripto serta entitas bisnis yang menggunakannya. Dokumen ini bukanlah sebuah peraturan, melainkan usaha untuk membuka dialog dengan publik agar mendapat masukan bagi kerangka regulasi yang diajukan.

Tindakan yang dilakukan Pemerintah dan Bank Sentral Afrika Selatan selama ini menandakan sikap yang lebih terbuka terhadap blockchain dan kripto. Sejak 2017, negara tersebut telah mengujicoba sejumlah regulasi berupa sandbox. Dokumen itu merupakan langkah baru dalam proses bank sentral menetapkan kejelasan hukum bagi kripto di Afrika Selatan.

Sikap Bank Sentral Afrika Selatan terbilang positif terhadap kripto dan blockchain bagi bisnis dan pengguna. Kendati demikian, panduan yang diterbitkan itu menyarankan pemerintah melakukan pendekatan hati-hati, sebuah saran yang lazim bagi negara-negara besar yang ingin mengadopsi teknologi baru.

Salah satu hal penting dalam dokumen itu adalah Bank Sentral Afrika Selatan tidak memperlakukan Bitcoin dan kripto lainnya sebagai “mata uang”. Label yang diberikan SARB kepada Bitcoin dan lainnya adalah “aset kripto”.

Sebagai perbandingan, emas, perak dan platinum juga tidak memiliki status mata uang di negara itu. Oleh karena itu, label yang diberikan bukanlah suatu “vonis” yang berat. Di negara lain, seperti Amerika Serikat, Bitcoin dan Ether terkadang dikelompokkan sebagai komoditas, bukan mata uang, untuk keperluan perpajakan dan perdagangan.

Bank Sentral juga menyarankan bisnis-bisnis terkait kripto, termasuk trading platform, jasa pembelian dan penjualan kripto, ATM kripto, wallet dan pedagang yang menerima kripto agar mendaftarkan diri dengan Pusat Intelijensia Keuangan Afrika Selatan.

Tampaknya Bank Sentral negara itu tidak ingin memperpanjang proses regulasi seperti yang terjadi di wilayah lain. Justru mereka akan memperbarui aturan sesuai dengan perkembangan industri, daripada menunggu industri kripto berkembang dan menetapkan aturan saat itu.

Hal lain yang patut diamati dari pengumuman itu, bank sentral tidak akan mengakui industri aset kripto sebagai industri besar sebelum mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun. Sebagai negara anggota G20, dengan nilai ekonomi besar seperti India, Perancis, Kanada, Australia dan Brazil, Afrika Selatan memiliki kekuatan diplomatis yang cukup kuat di bidang kebijakan ekonomi global. Dokumen itu setidaknya memuat pandangan progresif dan terkesan berhati-hati perihal kripto dan blockchain.

Jika negara-negara anggota G20 lainnya mengikuti langkah Afrika Selatan, kripto bisa terdorong untuk diadopsi lebih luas. Sebuah pendekatan yang adil, teregulasi dan hati-hati terhadap kripto mungkin adalah yang dibutuhkan agar investor institusi tertarik, dan Afrika Selatan bisa menjadi negara ekonomi besar yang menemukan formula pendekatan tersebut. [cryptoslate.com/ed]

Market

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini

Published

on

NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish AVAX dan Litecoin Pekan Ini.

Video NGOBRAS Season 2 kali ini bakal bahas soal Avalanch (AVAX) dan Litecoin (LTC) yang berpotensi bullish pada pekan ini. Apa saja indikatornya?

Kondisi market kripto pekan ini cenderung mengalami kenaikan sejak awal pekan atau hari Senin (5/11). Ada beberapa aset kripto yang berpeluang untuk reli atau mengalami kenaikan, salah duanya AVAX dan Litecoin.

Untuk membahas selengkapnya mengenai aset kripto potensi bullish pekan ini bisa simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 8. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar juga akan membahas berbagai berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Bos BI: Belanja hingga Beli Rumah di Metaverse Bisa Pakai Rupiah Digital

Namun, sekali lagi ini konten watchlist dalam video ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS Season 2.

Langsung saja yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Market

Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

Published

on

Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.

Sepanjang November lalu, market kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung turun tajam. Lalu, bagaimana dengan proyeksi market kripto bulan Desember?

Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.  Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

“Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid.

Kebijakan The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

“Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50%. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

Reli Sinterklas

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

Afid juga berharap akan ada fenomena “Reli Sinterklas.” Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat.

“Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember.

Rawan Taking Profit

Pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas. Hal ini yang membuat analis sulit melihat proyeksi market kripto pada akhir tahun 2022 ini.

Market kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

“Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

NGOBRAS Spesial: Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022

Published

on

NGOBRAS Spesial: Bahas Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022.

Tidak terasa tahun 2022 telah memasuki babak akhir. Di Desember ini, diharapkan menjadi bulan yang baik untuk market kripto dan NFT pulih dan menguntungkan bagi investor.

Untuk membahas lengkap mengenai prediksi market kripto di akhir tahun 2022 ini, NGOBRAS hadir dengan video edisi spesial. Kali ini, bukan hanya Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar saja yang membahas soal market, tetapi kedatangan bintang tamu Dennis Adhiswara.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Dogecoin dan MobileCoin

Mereka bertiga akan kupas tuntas prediksi market kripto dan token-token apa saja yang menjadi watchlist pekan ini dan diskusi soal masa depan NFT. Tapi, sekali lagi ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS edisi spesial ini.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Popular