Mercedes-Benz Resmi Gunakan Teknologi Blockchain

0
24

Menurut siaran press (25/2) Merek mobil asal Jerman, Mercedes-Benz telah mengembangkan sebuah platform yang berbasis teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan keberlanjutan dalam rantai pasokan yang kompleks.

Mercedes-Benz, divisi dari Daimler, sebuah perusahaan otomotif multinasional Jerman telah bermitra dengan perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Amerika, Icertis untuk bekerja sama dalam pengembangan teknologi blockchain untuk penggunaan rantai pasokan.

Mercedes-Benz telah mengumumkan bahwa mereka telah bersama-sama mengembangkan dan memprogram sebuah prototipe dengan Icertis berbasis teknologi blockchain yang memungkin penyimpanan dokumen dan kontrak dalam rantai pasokan yang kompleks.

Proyek ini memungkinkan terciptanya pemetaan dokumen yang disortir secara transparan dan berkelanjutan di seluruh rantai pasokan. Para pihak kini telah memasuki tahap pengujian proyek percontohan.

Baca juga: Indonesia Blockchain dan Cryptocurrency Landscape 2019

Menggarisbawahi kompleksitas rantai pasokan modern,  Wilko Stark, seorang anggota dewan divisi Manajemen Mercedes-Benz mengatakan bahwa teknologi blockchain dapat berdampak “hampir seluruh nilai rantai,” menambahkan:

“Teknologi blockchain memiliki potensi untuk merevolusi proses pengadaan kami secara fundamental. Dengan prototipe blockchain kami, kami dalam langkah awal menguji salah satu aplikasi beragam yang mungkin dengan tujuan meningkatkan transparansi di luar pemasok langsung kami.”

Seperti yang Cointelegraph tulis pada 26 September, Porsche AG, produsen mobil jerman besar lainnya mengumumkan rencana mereka untuk meningkatkan investasi dengan startup yang berkaitan dengan blockchain dengan tujuan untuk “mendapatkan akses ke tren, teknologi baru, dan model bisnis.”

seperti yang dilaporkan Cointelegraph pada 1 Februari, awal bulan ini, salah satu perusahaan perdagangan terbesar di Jepang, Itochu Corporation secara resmi mengumumkan dimulainya proof-of-concept yang bertujuan mengembangkan sistem keterlacakan yang didukung blockchain yang akan memungkinkan pembeli dan penjual untuk merekam rincian transaksi tentang rantai pasokan melalui aplikasi smartphone, seperti yang dilaporkan Cointelegraph pada 1 Februari.

Sumber