LVMH Luncurkan Blockchain Pelacak Produk Branded

0
67

Konglomerat brand mewah dan pemilik label Louis Vuitton yang ikonik, LVMH tengah menyiapkan peluncuran blockchain untuk membuktikan keaslian barang dengan harga tinggi.

Dengan kode nama AURA, platform sumber kriptografi ini diharapkan akan luncurkan di bulan Mei atau Juni dengan Louis Vuitton dan brand LVMH lain, Parfum Christian Dior. kemudian akan diperluas untuk 60 lebih brand mewah LVMH lainnya dan brand-brand pesaingnya.

Menurut dua orang narasumber, LVMH telah mempekerjakan tim blockchain yang bekerja penuh waktu yang secara diam-diam bekerja sama dengan studio desain ethereum, ConsenSys dan Microsoft Azure.

AURA dibangun menggunakan versi perizinan dari blockchain ethereum yang disebut Quorum yang berfokus pada privasi data dan dikembangkan oleh JPMorgan. Baik LVMH maupun mitranya ConsenSys dan Microsoft tidak akan berkomentar sebelum peluncuran resmi proyek. Tetapi sumber yang terlibat dalam pembuatan proyek ini mengatakan pada CoinDesk:

“AURA akan dimulai dengan menyediakan bukti autentik barang mewah dan melacak barang tersebut mulai dari bahan baku ke titik penjualan dan seterusnya ke pasar barang-barang bekas. Selanjutnya, platform tersebut nantinya akan mengeksplorasi perlindungan kekayaan intelektual kreatif, penawaran dan acara exclusive untuk pelanggan setiap brand, serta penipuan anti-iklan.”

White label

LVMH mengontrol lebih dari 60 brand mewah termasuk brand seperti Dior, Dom Pérignon dan Hublot. Tim ini dilaporkan berpendapatan $53 miliar di 2018. Tapi LVMH bukanlah yang pertama mengajukan blockchain yang dapat melacak keaslian suatu barang, ada beberapa platform lainnya dan konsorsium mini, seperti Arianee atau Vechain.

Menurut seorang narasumber yang terlibat dalam proyek tersebut, LVMH dipertanyakan kenapa mereka memungkinkan pihak ketiga ditempatkan diantara brandnya sendiri dan mitra mereka, khususnya karena blockchain seharusnya menjadi teknologi yang menghilangkan perantara atau pihak ketiga.

Sumber tersebut menambahkan:

“Ini seharusnya diselesaikan dalam bentuk konsorsium industri daripada pelaku pihak ketiga yang masuk ke pasar.”

Baca juga: Sponsy, Proyek Blockchain yang Dijual Di eBay

Contohnya, LVMH berniat untuk menawarkan layanan dalam bentuk white label ke brand lainnya termasuk kompetitor. Jadi, alih-alih membuat aplikasi sejenis, pihak AURA yang akan mengelolanya.

“Jadi, jika Anda adalah seorang pelanggan brand mewah, Anda tidak akan menggunakan aplikasi AURA tetapi Anda akan menggunakan aplikasi Louis Vuitton atau aplikasi brand mewah lainnya,” jelas sumber tersebut.

Semua pihak memiliki hak yang setara

Semuanya terdengar bagus dalam teori. Tetapi akan sulit membuat kompetitor Anda masuk kedalam platform blockchain, khususnya jika Anda sama-sama besar dan berpengaruh seperti LVMH.

Untuk menghindari masalah sejenis yang dialami oleh usaha blockchain seperti IBM dan Maersk, LVMH akan mendonasikan seluruh kekayaan intelektual ke entitas yang terpisah dan entitas itu, sebaliknya, akan dimiliki oleh brand yang ikut serta, ucap sumber tersebut dan menambahkan:

“Gucci contohnya, dapat memutuskan untuk bergabung dengan platform ini dan menjadi pemegang saham, yang dalam hal ini klaim mereka terhadap kekayaan intelektual akan sama besarnya dengan klaim Louis Vuitton terhadap kekayaan intelektual. Itu adalah perbedaan utama antara proyek ini dengan proyek IBM Maersk yang diharapkan akan lebih sebanding dengan Komgo, konsorsium keuangan perdagangan.”

Selain itu, alat data privasi Quorum seharusnya dapat memastikan bahwa tidak ada informasi yang akan bocor antara brand dan pelanggan mereka.

Sumber tersebut mengatakan, lebih lanjut memfasilitasi kerjasama antar perusahaan, proyek ini sangat sejalan dengan standar industri barang mewah dan khususnya upaya anti-pemalsuan terbaru dari Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa.

Melampaui Cryptokitties

Tidak mengherankan LVMH memilih berbagai ethereum perusahaan karena itu adalah blockchain yang melahirkan standar ERC-721 non-fungible token (NFT). Hal ini memungkinkan representasi digital yang tidak hanya abadi tetapi menyediakan ciri khas item unik satu-satunya.

Contoh paling terkenal dari NFT adalah permainan aneh CryptoKitties, token semacam ini memiliki potensi bisnis yang serius

Contohnya, ini dapat dengan mudah mengidentifikasi tas tangan kulit dan melacaknya mulai dari pembuatan bahan kulit di peternakan buaya ke toko di mana tas dijual untuk pertama kalinya, dan kemudian beberapa pemilik yang memilikinya dan menjualnya.

Alasan mendasar lain LVMH memilih ethereum adalah bahwa LVMH melihat perizinan saat ini sebagai langkah menengah menuju visi yang lebih besar, setelah teknologi matang, kata sumber itu, menambahkan:

“Mereka [LVMH] melihat sejalannya perizinan dan jaringan publik sebagai keperluan untuk memperbaiki produk mereka jika mereka ingin mengembalikan kekuatan kepada pelanggan. Ini juga merupakan cara bagi jaringan distributor dan pengecer global untuk terhubung ke jaringan tanpa batasan.”

Sumber