AMD Gabung Blockchain Game Alliance Untuk Apa?

0
24
Perusahaan manufaktur chipset asal Amerika Serikat, Advanced Micro Devices (AMD), telah bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA) dan menjalin dua kemitraan baru untuk membantu pemanfaatan teknologi pada industri game.

Berdasarkan siaran pers pada 12 Desember 2019, mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa manufaktur chipset ini bermitra dengan penyedia layanan teknologi blockchain Robot Cache dan ULTRA – keduanya bekerja sama untuk mengembangkan dan mengoperasikan marketplace blockchain untuk online gaming. Marketplace baru ini dibangun dengan tujuan untuk mengamankan opsi pembelian dan juga sebagai saluran distribusi bagi penerbit game dan pengguna.

Blockchain Game Alliance (BGA) adalah sebuah organisasi yang telah berkomitmen terhadap penggunaan teknologi blockchain pada gamingmelalui kegiatan promosi standar penciptaan bersama, memfasilitasi dan memperluas jaringan, berbagi pengetahuan dan mendorong perusahaan untuk mengimplemtasikan blockchain dengan cara terbaik.

AMD dilaporkan menjadi perusahaan perangkat keras besar pertama yang bergabung dengan Blockchain Game Alliance (BGA), terhitung sejak Enjin dan pengembang blockchain game berpengalaman EverdreamSoft sebagai anggota.

Kedua marketplace ini akan mengintegrasikan kartu grafik AMD dan teknologi processor untuk berbagai tujuan, termasuk server back-endmereka dan infrastruktur blockchain. Processor Ryzen AMD dan kartu grafik Radeon dilaporkan sudah didesain untuk memberikan kinerja komputasi kriptografik yang optimal.

AMD mengklaim bahwa teknologi CPU dan GPU-nya memberikan mesin yang kuat untuk komputasi-intensif blockchain dan menanggung beban kerja ketika bermain game. Perusahaan manufaktur perangkat keras ini juga akan memberikan perlindungan keamanan untuk membantu melindungi konten digital dari berbagai serangan online.

Awal tahun ini, AMD melampaui ekspektasi pasar, dengan peningkatan margin kotor yang signifikan dikarenakan produk-produk anyar mereka seperti processor Ryzen dan EPYC dan juga pendapatan dari perangkat pusat data GPU naik lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun.

Gaming sebagai pintu masuk ke Blockchain

Di luar inisiatif seperti BGA, pihak-pihak yang terlibat dalam dunia game telah menandatangani sejumlah perjanjian lisensi dengan bisnis blockchain baru di industri game – terutama pengembang Tetris dan Pac Man, Atari, yang telah menandatangani kontrak dengan startup gaming blockchain, Animoca Brands.

Pada Februari 2018, harga saham Atari meroket lebih dari 60% setelah mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi dalam mata uang kripto.

Selain itu, penggunaan blockchain pada industri game juga dilakukan oleh Animoca melalui perjanjian lisensi global Maret ini, untuk pengembangan dari salah satu seri game F1, F1 Delta Time yang berbasis blockchain. Di mana pada November ini, melakukan lelang koleksi digital – NFT – tipe token spesial dengan merek mobil F1. Dan dilelang mulai dari harga 30 ETH.

“NFT dan game merupakan area potensial sebagai daya tarik untuk memperluas jangkauan blockchain di luar aplikasi keuangan,” ungkap Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

Sumber