Pekan dan Konferensi Blockchain Inblocks 2019 Berlangsung di Jakarta

0
24

Liputan6.com, Jakarta – Tokocrypto menyelenggarakan ajang konferensi blockchain Inblock 2019 pada 19-20 November di Jakarta. Ini merupakan kali kedua setelah konferensi pertama terselenggara pada 15 September 2018 lalu.

“Inblocks 2019 tidak hanya menjadi ajang untuk publik mengenal apa itu blockchain, tetapi juga akan menjadi tempat berbagi informasi terkait ekosistem blockchain di Indonesia, bagaimana regulasi yang ada, serta bagaimana penerapan blockchain sejauh ini dari berbagai proyek, luar maupun dalam negeri,” ujar Chung Ying Lai, Chairman Inblocks sekaligus Business Develpment Director Tokocrypto dalam keterangan kepada Tekno Liputan6.com.

Konferensi ini didukung banyak pihak, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bank Indonesia, serta Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Selain itu, konferensi ini juga mendapat dukungan dari Digix Global, ImToken, ShapeShift, Emurgo, MakerDAO, Infinity Blockchain Ventures (IBV), Wadz, serta RupiahToken.

Indonesia Blockchain Week 2019

Inblocks 2019 menjadi acara utama dalam rangkaian Indonesia Blockchain Week 2019. Ini merupakan Blockchain Week pertama di Indonesia dan menarik perhatian publik mancanegara dan lokal.

“Indonesia Blockchain Week merupakan inisiatif terbaru dari Tokocrypto. Kami ingin industri blockchain di Indonesia dapat terus berkembang dan banyak diadopsi oleh berbagai pihak, sehingga Indonesia menjadi hub dari industri blockchain di Asia Tenggara,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

Gagasan di balik Blockchain Week Indonesia merujuk pada Blockchain Week di beberapa negara lainnya seperti Korea Blockchain Week, Japan Blockchain Week, serta San Fransisco Blockchain Week yang diadakan baru-baru ini.

Selain Inblock 2019, beberapa proyek telah bergabung untuk mengadakan pertemuan di Indonesia yang berlangsung pada 18 hingga 24 November 2019, sebut saja Hummingbot, Wadz, BAT, Vixanium, Digix, MakerDAO, RupiahToken, hingga komunitas Ethereum Asia Tenggara.

(Why/Ysl)

Sumber: Liputan 6