Kota Terpadat di Dunia Ini Pakai Blockchain untuk Sistem Tata Kelola Fasilitasnya

0
64
Beijing merupakan ibu kota dari negara Tiongkok, yang termasuk ke dalam kota terpadat di dunia. Sebagai penyandang status ibu kota suatu negara, tentu Kamu bisa membayangkan seberapa pesatnya perkembangan kota ini.

Bukan hanya pesatnya pertumbuhan bangunan atau propertinya saja di sana, contohnya saja bandara terbesar di dunia ada di kota tersebut. Selain itu, perkembangan teknologi informasi seperti blockchain juga tak kalah pesat berkembang di sana.

Saat ini bisa dikatakan bahwa negara Tiongkok menjadi negara terbesar dalam hal melakukan eksplorasi dari pemanfaatan blockchain itu sendiri.

Salah satunya pemerintah Beijing telah meluncurkan dan membuat aplikasi mobile berbasis blockchain, Beijing Tong. Yang mana, aplikasi mobile ini bertujuan untuk mempromosikan tata kelola yang cerdas dengan menghubungkan antara pemerintah kota dan publik.

Beijing Tong telah membantu pendaftaran lebih dari 1000 kantor di Beijing. Selain itu, melalui aplikasi ini penduduk juga bisa menyimpan identitas diri mereka, melakukan pembayaran, membuat janji temu dengan pejabat pemerintah, dan mengirimkan pertanyaan terkait layanan publik yang ditawarkan oleh pemerintah.

Berdasarkan Beijing Youth Daily, menurut Feng Pan, Wakil Direktur Biro Ekonomi dan Informasi Beijing, Beijing Tong memiliki kegunaan secara luas. Yang mana, aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 5 juta dan memiliki 80 ribu pengguna harian.

Beijing Tong versi 2.0 yang baru memiliki tujuh fitur seperti pembayaran, saran, komunikasi, dan sebagainya. Ketujuh fitur tersebut bergunan agar pengguna dapat mengakses khususnya 650 urusan pemerintahan dan layanan publik yang disediakan oleh departemen pemerintah terkait di kota Beijing dengan satu kali pendaftaran saja.

“Agar semakin menarik pengguna Beijing Tong, aplikasi ini telah terhubung dengan Baidu, Wechat, Alipay, dan aplikasi lainnya untuk membuat situs web, aplikasi, dan program mini (mini app) yang berpusat kepada masyarakat untuk menggabungkan layanan internet dengan layanan publik,” ungkap Feng Pan.

Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 1000 kantor di Beijing yang berada di bawah 60 departemen berbeda telah terhubung di aplikasi Beijing Tong.

Tepatnya pada tahun lalu masih berhubungan dengan pemanfaatan blockchain di Tiongkok, baru saja didirikan kantor notaris blockchain pertama di Beijing. Kantor notaris ini didirikan untuk membantu pemegang sertifikat yang ingin memverifikasi isi dokumennya hanya dengan melalui scan barcode.

Ini menjadi awal permulaan atau era baru dalam sertifikasi notaris secara digital dan bersifat kekal karena sudah tersimpan aman dalam blockchain.

Sumber