Bitcoin Capai Tingkat Hash Rate Tertinggi Sepanjang Masa!

0
29
Menjelang peristiwa pengurangan setengah dari jumlah Bitcoin yang ada di dunia atau lebih dikenal sebagai Halving. Bitcoin mulai memperkuat jaringannya. Tercatat hari ini Bitcoin telah mencapai tingkat hash rate tertinggi sekitar 136 quintillion hash/ detik menurut Blockchain.com.
Layanan yang memantau hash rate seperti Bitcoin Info Charts pun juga mencatat baha hash rate menyentuh angka 120 quintillion hash, angka ini adalah tiga kali lipat tingkat hash dalam setahun terakhir.
Hash rate Bitcoin umumnya mengukur perkiraan data komputasi yang didedikasikan di untuk jaringan Bitcoin. Ini berguna untuk hal-hal yang terkait dengan mining, pembuatan public dan private key dan validasi blok pada jaringan.

Miner juga melindungi jaringan dengan hash rate, karena semakin tinggi hash rate maka akan semakin banyak penambang, dan semakin kecil jaringan tersebut rentan terhadap 51% attack.

Jonathan Hamel, penasihan dan peneliti Bitcoin untuk Academy of Bitcoin dan Montreal Economic Institute tidak terkejut denga peningkatan jaringan Bitcoin ini.

“Penambang yang sudah mapan meningkatkan investasi, saya mengetahui beberapa proyek besar yang didukung oleh investasi tradisional dan dana ekuitas swasta, ” ujarnya dikutip dari Decrypt.

Hamel percata jika para miners yang memiliki dana yang mendukung tetap mendapatkan bullish Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun harga BTC baru-baru ini turun

“Tren itu mendahului halving tetapi tampaknya telah mendapatkan daya tarik sejak awal tahun,” katanya, “ katanya lagi.

Halving Bicoin sendiri merupakan salah satu peristiwa yang paling ditunggu-tunggu di industri crypto.

Baca juga: 5 Faktor yang akan Membuat Bitcoin Ciptakan Rekor Baru Tahun Ini

“Dengan halving, kita akan memiliki gambaran yang jelas tentang siapa penambang yang efisien dan menguntungkan karena yang paling sedikit performanya tidak dapat menambang  untuk waktu yang lama,” kata Hamel lagi.

Hamel mengacu pada bagaimana jaringan bisa memberi insentif pada meningkatnya  penggunaan kekuatan komputasi dan infrastruktur yang kuat  untuk memenangkan Bitcoin block reward, yang masalahnya menjadi lebih sulit untuk dipecahkan dan reward menjadi lebih langka ketika jaringan terus hidup.

Di masa awal Bitcoin, penggemar bisa menambang cryptocurrency dengan komputer pribadi. Tapi sekarang, penambang Bitcoin mengandalkan gudang besar dengan ribuan komputer untuk bersaing. Fasilitas yang berkembang ini ditambah listrik murah adalah katalis untuk industri pertambangan Bitcoin.

Tingkat Hash Rate Bitcoin akan Terus Tumbuh

Anthony Pompliano, salah satu pendiri dan mitra di Morgan Creek Digital, mengatakan ia mengantisipasi tingkat hash yang akan terus tumbuh di tahun mendatang.

“Saya percaya bahwa penambang akan terus memiliki insentif serius untuk menyediakan daya komputasi untuk mengamankan jaringan, Individu atau organisasi ini akan mencari kekuatan termurah yang dapat mereka temukan,”  katanya kepada Decrypt.

Penambang Bitcoin dan para pendukungnya pun mulai meningkatkan operasi menjelang halving. Di awal bulan ini Layer 1 yang didukung Peter Thiel membuka fasilitas penambangan Bitcoin besar-besaran di Texas Barat. Northern Data AG dan Whinstone US juga akan segera membuka fasilitas penambangan seluas 100 acre di negara bagian tersebut.

Sementara itu Cina telah mengendalikan lebih dari setengah dari hash rate Bitcoin, perkembangan terbaru di Texas, dan pertumbuhan operasi di Kanada, Georgia, Islandia, di antara banyak negara lainnya, dapat menandakan masa depan yang lebih cerah, lebih terdesentralisasi untuk Bitcoin.

Sumber