Blockchain, Teknologi Masa Depan Human Resources

0
67
Pada era digitalisasi seperti saat ini, kita bisa dengan mudah melamar pekerjaan melalui email ataupun platform pencari pekerjaan yang tersedia. Berbeda halnya dengan zaman dahulu, di mana cara-cara konvensional masih harus dilakukan yakni mengirim berkas lamaran melalui kantor pos atau datang langsung ke perusahaan untuk menaruh lamaran pekerjaan.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Cara-cara konvensional saat lamaran kerja tersebut mulai perlahan-lahan ditinggalkan oleh para perusahaan dan pencari kerja. Di mana, mereka menganggap bahwa cara-cara tersebut sudah tidak efektif dan efisien lagi.

Kini, untuk menemukan kualifikasi antara pemberi kerja dan pencari kerja bisa dibantu dengan teknologi blockchain, yang dikenal sebagai teknologi masa depan di dunia. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan rekrutmen pekerja terbesar di dunia, Randstad.

Randstad telah melakukan pengujian dengan mengkombinasikan Google Cloud dan blockchain Cypherium untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik yang cocok dengan kebutuhan klien mereka.

Cypherium adalah jaringan blockchain yang berfokus pada kontrak pintar, yang menggabungkan bukti kerja dan HotStuff. HotStuff adalah sebuah protokol konsensus yang sudah digunakan dan dilibatkan pada mata uang digital milik Facebook, Libra.

Sedangkan G Suite dari Google Cloud merupakan tool milik Google yang menyediakan fitur-fitur untuk menyelesaikan masalah produktifitas. Ini membuat Randstad mampu mengelola platform human resources-nya tanpa perlu adanya maintenance dan mengelola sistem cloud sendiri.

Baca juga: Teknologi Blockchain Bisa Buat Perusahaan Terhidar dari Pemalsuan CV

Seperti diketahui, Randstad merupakan perusahaan konsultan rekrutmen asal Belanda, yang memiliki banyak klien dari perusahaan-perusahaan besar dari penjuru dunia yang memasang iklan pekerjaan di website mereka.

Sebab, jika membicarakan proses rekrutmen, umumnya, para pencari kerja harus mengirimkan data-data pribadi seperti nomor telepon, nomor KTP, dan lain sebagainya. Hal inilah menjadi concern dari Randstand yang berencana untuk menggunakan blockchain untuk mempermudah proses rekrutmen saat ini.

Selain itu, isu keamanan data pribadi juga menjadi pertimbangannya. Di mana, blockchain dapat menawarkan proses birokrasi yang lebih cepat, namun juga dapat memberikan rasa aman karena data-data pelamar tersimpan dengan baik di teknologi buku besar terdistribusi (DLT) terkait sertifikat, kualifikasi, tanggal lahir, nomor telepon, identitas dari calon pekerja.

Sehingga untuk menyimpan data-data tersebut tidak perlu terpusat melainkan dapat didistribusikan kepada pihak-pihak yang memang benar-benar terlibat di dalamnya. Misalkan saja, perusahaan, calon pelamar, dan institusi pendidikan.

Di mana, dapat diakses dengan bantuan blockchain, contohnya jika kualifikasi calon pelamar adalah S1 dari kampus A, data calon pelamar tersebut bisa dicocokkan dengan kampus A untuk mengetahui kebenarannya. Intinya penggunaan blockchain, didasarkan pada efektifitas dan efisiensi biaya untuk mempercepat proses verifikasi data.

“Perpaduan layanan antara Google Cloud, G Suite dan Cypherium Blockchain bertujuan untuk memberi perusahaan cara yang lebih cepat dan lebih mudah untuk memverifikasi dan mencocokkan data calon pekerja dengan kebutuhan lowongan kerja yang tepat,” ungkap Frank van der Bijl, Global Collaboration Manager, Randstad.

Blockchain digunakan sebagai smart kontrak yang aman untuk menyimpan data-data pribadi calon pelamar, sedangkan G Suite dan Google Cloud digunakan untuk memangkas proses-proses verifikasi yang saat ini masih manual.

Tentu excited, bukan? Melihat hasil dari perpaduan antara teknologi masa depan Blockchain dan Google Cloud, yang notabene sebagai layanan milik Google.

Sumber