Bitcoin Turun dan Sentuh Harga Rp74 Juta!

0
29

Market sedang bergolak dan menunjukan tanda-tanda penurunan yang cukup siginifikan. Baik untuk market tradisional ataupun kripto mengalami nasib yang buruk. Harga keduanya terus meluncur, untuk crypto terutama Bitcoin.

Dimulai dari harga $6.700, jatuh dibawah $5.600 per koin. Sekarang turun lebih dari 30%. Bitcoin awalnya sempat pulih di awal pagi ke angka $5.900, namun  harus turun kembali dikisaran harga $4.000 atau setara dengan Rp60 jutaan. Harga ini pun dikhawatirkan masih akan terus turun, ditengah situasi global yang belum terkendali.

Saat ini harga Bitcoin tercatat berada direntang harga $5.070 setara dengan Rp74 jutaKerugian yang dicatat oleh Bitcoin ini membuat keuntungan Bitcoin di awal tahun ini yang sempat menyentuh harga $10.500 terasa tidak berarti. Karena harganya turun jauh bahkan lebih dari setengah harga tersebut.Baca juga: Pertama di 2020, Bitcoin Tembus Rp138 Juta!

Data dari Coin360 juga menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin turun $48,3 miliar, turun dari $137,8 miliar menjadi $89,5 miliar hanya dalam satu hari, mewakili penurunan paling ekstrem sejak 2013.

Harga Altcoin juga mengalami kerugian besar karena harga Bitcoin terkoreksi. Untuk kedua kalinya dalam 24 jam, crypto terkemuka lainnya yang harus ambruk adalah Ether (ETH) dengan kerugian 43,06%, Bitcoin Cash (BCH) yang turun 42,85%, dan XRP yang sekarang diperdagangkan pada $0,13, level terendah dalam beberapa tahun.  Kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $ 135,8 miliar dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 63,7%.

COVID-19 dan Pasar Tradisional Dorong Aksi Harga Bitcoin

Pasar berjangka juga terus turun, indeks Dow dan S&P 500 masing-masing turun 1%. Emas berjangka juga turun 0,87%, sedangkan perak berjangka turun 1,56%. Kepercayaan investor terhadap pasar ekuitas dan risiko atas aset terus menurun berdasarkan ketidakpastian ekonomi yang meningkat yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Seperti dilaporkan oleh Cointelegraph, hari ini Federal Reserve AS mengumumkan rencana untuk menyuntikkan hingga $1,5 triliun ke pasar dengan harapan mencegah keruntuhan lebih lanjut tetapi suntikan $500 miliar pertama tidak banyak membantu memerangi penurunan dan Dow ditutup dengan 10% kerugian.

Menambah kekacauan pada hari itu, beberapa outlet media arus utama melaporkan bahwa hampir 50% negara bagian AS telah menyatakan berbagai keadaan darurat yang menyebabkan penutupan sekolah secara massal dan penangguhan semua acara olahraga profesional. Berdasarkan kondisi pasar berjangka saat ini, kemungkinan saham dan cryptocurrency akan menurun lebih jauh saat waktu pembukaan bursa Jumat.

Sementara itu, saham juga merosot, karena kekhawatiran pandemi coronavirus yang meningkat dan jatuhnya harga minyak, tetapi saham mungkin segera mendapatkan bantuan. Federal Reserve AS berencana untuk memompa lebih dari $1 triliun ke pasar keuangan untuk mengurangi  kekurangan ini.

Sumber